Berita Utama

Seminar Nasional Peningkatan Kompetensi dan Profesionalitas SDM Di Bidang Terapi Rehabilitasi

Dibaca: 37 Oleh 15 Jan 2013Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Dalam rangka peningkatan SDM dalam bidang terapi rehabilitasi, suatu kebijakan dan strategi nasional sangat diperlukan. Sebagai salah satu langkah konkret untuk merumuskan kebijakan dan strategi nasional tentang peningkatan kompentensi SDM dalam bidang terapi dan rehabilitasi, BNN menyelenggarakan seminar nasional yang membahas seluruh aspek yang terkait dengan kompetensi SDM dalam bidang terapi dan rehabilitasi.Bertempat di Gedung BNN lantai 7, seminar nasional ini dibuka oleh Kepala BNN, Anang Iskandar, Sabtu (12/1). Kepala BNN berharap melalui kegiatan seminar ini, para konselor yang sudah ada akan mendapatkan materi yang lebih komprehensif, sehingga pemahaman dan kemampuannya akan semakin meningkat. Di samping itu, Kepala BNN menambahkan agar kegiatan ini dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi yang signifikan dalam rangka penyusunan strategi dan kebijakan nasional dalam bidang peningkatan kompetensi SDM dalam bidang terapi dan rehabilitasi.Seminar nasional ini mengundang sejumlah pemateri yang berpengalaman di bidangnya, antara lain seperti Dr. Benny Ardjil, Sp. yang menyampaikan materi mengenai Peran BNN Dalam Sertifikasi KonselorAdiksi;SejarahdanLangkah-LangkahYang Sudah Dijalankan. Selain itu pula, hadir narasumber dari luar negeri yaitu, Mr. Tay Bian How,selaku DirekturAsian Centre for Certification and Education(ACCE)-Colombo Plan. Ia menyampaikanmateriPeran ACCE Dalam Meningkatkan Kompetensi Konselor Adiksi.Berbicara mengenai SDM di bidang terapi rehabilitasi, Dr. Benny Ardjil dalam kesempatan ini mengatakan kepada tim Humas BNN bahwa para pekerja di bidang terapi rehabilitasi, seperti konselor adiksi di Indonesia ini belum sepenuhnya memiliki pengalaman dan pendidikan yang sistematis.Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah banyaknya konselor yang belum terfasilitasi untuk mengikuti uji kompetensi di bidang konseling adiksi. Menanggapi permasalahan ini, BNNtelah merintispembentukanDewan Sertifikasi Konselor Adiksi Indonesia(DSKAI) pada tahun 2010. Sementara itu, di level internasional, Colombo Plan pada tahun 2009telahmembentukAsian Centre for Certification and Education(ACCE) bagi profesional di bidang adiksi.Selama 2 tahun terakhir ini DSKAI telah menjalankantiga kaliprogrampelatihan untuk para konselorbekerja sama denganBNN.Pelatihan ini dipandu oleh Trainer DSKAI (15 orang) yang telah menjalani pelatihan dariColombo Plan- Asian Center for Certification and Education for Addiction Professionaldan NAADAC (National Association of Alcohol and Drug Abuse Counselor). Para konseloryang lulus dalam pelatihan tersebut mendapatkan sertifikatInternational Certified Addiction CounselorLevel-1(ICACLevel-1).Pada dasarnya, untuk mencetak konselor yang profesional, dibutuhkan para trainer konselor yang handal dengan kualitas dan kuantitas yang lebih meningkat. Salah satu langkahkonkretuntuk meningkatkan jumlah para trainer tersebut,DSKI telah menjalin kerja sama dengan Colombo Plan dan NAADAC (National Association of Alcohol and Drug Abuse Counselor) untuk mengadakan pelatihan bagi calon trainer, pada Juni 2012 lalu. Hasilnya, jumlah trainer untuk konselor adiksi Indonesia bertambah menjadi 12 orang, dengan perincian, 3 orang dari BNN, 3 orang dari praktisi psikolog dan psikiater, 5 orang aktivis LSM, dan 1 orang dari Kementerian Sosial.Sebagai bentuk apresiasi dan pengukuhan untuk para trainer tersebut, pada rangkaian kegiatan seminar nasional ini, BNN menyerahkan sertifikat kepada ke-12 trainer yang telah mengikuti pelatihan di bawah programColombo Plan-Asian Center for Certification and Education for Addiction Professionaldan NAADAC (National Association of Alcohol and Drug Abuse Counselor). (BK)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel