Masalah narkoba telah menyentuh segala lapisan masyarakat. Para tokoh agama pun merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di negeri ini, karena faktanya angka penyalahgunaan narkoba masih tinggi. Kehadiran para tokoh agama wanita, sangatlah penting dalam upaya penanggulangan narkoba. Selain menjadi panutan masyarakat, mereka adalah tokoh sentral pendidikan dalam keluarga. Dengan kapasitas seperti itu, peran mereka harus direvitalisasikan dalam membantu korban penyalahgunaan narkoba. BNN melihat para tokoh wanita di organisasi keagamaan sangat potensial untuk bergerak dalam kegiatan yang berorientasi penanganan para korban penyalahgunaan narkoba. Sebagai salah satu langkah memaksimalkan peran mereka, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengundang para tokoh wanita dari lintas agama untuk membahas bagaimana penanggulangan pada korban penyalahagunaan narkoba narkoba secara efektif di masyarakat, melalui forum Focus Group Discussion (FGD), di BNN, Kamis (18/4). Kepala BNN, Anang Iskandar yang menyempatkan hadir dalam FGD ini memberikan pesan kepada para peserta agar turut membantu program rehabilitasi. Ada empat juta pengguna narkoba yang memerlukan rehabilitasi, dan karena tempat yang ada saat ini terbatas, maka diharapkan peran serta masyarakat dapat membangun tempat rehab dan dapat melayani para korban penyalahguna narkoba, ungkap Kepala BNN. Konsep ke depan, rehabilitasi sangat penting. Jadi bagi masyarakat yang punya kelebihan waktu, dan memiliki keinginan kuat untuk menggalakan rehabilitasi , maka diharapkan dapat berperan serta, ungkap Kepala BNN. Mengulas tentang peran penting tokoh agama dalam konteks rehabilitasi, Deputi Rehabilitasi BNN, dr Kusman Suriakusumah mengatakan peranan para tokoh agama sangatlah penting. Ia membandingkan dengan situasi di Thailand, di mana peran para tokoh agama sangat sentral dalam upaya menolong korban pengguna narkoba. Menurut Deputi Rehab, pusat kesehatan masyarakat atau klinik yang melayani para pecandu narkoba sangat berdekatan dengan wihara. Di situlah peran tokoh agama yang mendorong proses pemulihan, mereka mengambil peran penting dari sisi pembentukan moral sehingga mantan pengguna narkoba semakin pulih, kata Deputi Rehab. Sementara itu, Pungki Joko, seorang tokoh dari masyarakat Kampung Bali yang peduli dengan para korban narkoba, mengatakan peran wanita di masyarakat sudah semakin signifikan. Di beberapa kawasan di Jakarta seperti di Kampung Bali dan Kalideres, sudah banyak ibu-ibu yang mulai bergerak dalam penanganan narkoba, melalui penjangkauan dari rumah ke rumah. Mereka menjangkau dari rumah ke rumah, dan mengajak para pecandu untuk mendapatkan layanan kesehatan, ungkap Pungki. Endang Siregar, Koordinator Presidium Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wanita Katolik Indonesia (DPP PWKI), menyatakan siap merevitalisasi sinergi dengan BNN dalam menanggulangi problematika seputar narkoba. Sudah hampir sepuluh tahun ini, PWKI telah bergerak di tengah masyarakat dalam rangka mengatasi masalah narkoba, namun fokus kegiatan masih dalam aspek pencegahan dan pendampingan korban penyalahgunaan narkoba. Dalam konteks pendampingan korban, PWKI terus memberikan pembinaan mental dengan pendekatan religi. Ke depannya pihak PWKI akan terus memaksimalkan perananannya melalui Community Based Unit (CBU) Limo. Sejauh ini, kami membuka konseling bagi para korban penyalahgunaan narkoba, namun sepertnya akan akan lebih efektif jika kami merujuk mereka ke tempat rehabilitasi yang lebih komprensif, kata Endang. Endang masih berkeyakinan bahwa dalam kontek penanggulangan narkoba, aspek penting pertama yang harus digarap adalah menciptakan ketahanan keluarga yang maksimal. Dengan ketahanan keluarga, diharapkan seluruh keluarga dapat menerapkan pengawasan yang kuat antara sesama keluarga melalui komunikasi yang baik, sehingga tidk ada satupun anggota keluarga yang terkena narkoba. Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, Machsanah Asnawi berpendapat bahwa dalam konteks menolong korban penyalhagunaan narkoba, hal penting yang harus ditunjukkan adalah empati kepada mereka. Menjawab tantangan tentang bagaimana merevitalisasi peran tokoh agama wanita di NU dalam penanganan narkoba, Machsanan mengatakan langkah preventif tetap perlu dilakukan guna memperkuat ketahanan keluarga hingga masyarakat dari godaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, terutama di kalangan perempuan. Ia menyebut tantangan kali ini sangatlah berat, karena yang terjadi di masyarakat adalah semakin banyak wanita yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, dan bahkan terlibat jaringan narkoba sebagai kurir. Majelis Talim cukup efektif untuk dijadikan sarana sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, kata Ketua V Muslimat NU ini. Namun langkah prevensi memang tidaklah cukup untuk mengentasakan masalah penyalahgunaan narkoba. Saat ditanyakan kesiapan dalam konteks rehabilitasi, Muslimat NU menyatakan siap, karena pada prinsipnya Muslimat NU memiliki saran dan prasaran yang cukup memadai, seperti klinik, dan tenaga medis. Komitmen Muslimat NU ini cukup kuat. Saat diberikan tantangan untuk menangani mantan pecandu narkoba oleh Deputi Rehabilitasi, Machsanah optimis pihaknya dapat memberdayakan mantan pecandu ini dengan berbagai program, sehingga mereka pulih kembali dan kembali produktif di tengah masyarakat. (bk)
Berita Utama
Revitalisasi Peran Tokoh Wanita Lintas Agama Untuk Bantu Korban Penyalahgunaan Narkoba
Terkini
-
SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS 06 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI BEKALI 5.000 MAHASISWA BARU UI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA DI PKKMB 2026 04 Agu 2026 -
CHANGE TALK JADI BEKAL PETUGAS REHABILITASI DALAM MENDORONG PERUBAHAN PERILAKU KLIEN 04 Agu 2026 -
BNN PERKUAT KOMPETENSI PETUGAS REHABILITASI MELALUI PELATIHAN LAYANAN REHABILITASI BERKELANJUTAN 03 Agu 2026 -
TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN PERSONEL, BNN TEMPA PASUKAN DAKJAR MELALUI PELATIHAN RPE 03 Agu 2026 -
BNN BERSAMA BEA DAN CUKAI BONGKAR JARINGAN PENYELUNDUPAN VAPE BERISI ETOMIDATE ASAL MALAYSIA 03 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI MALAM PENGANUGERAHAN HOEGENG AWARDS 2026 01 Agu 2026
Populer
- BNN GELAR BIMTEK ARSIP DIGITAL 2026 UNTUK BIROKRASI YANG MODERN DAN AKUNTABEL 07 Jul 2026

- BNN DUKUNG PENGUATAN PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PELUNCURAN GERAKAN BERLIAN 07 Jul 2026

- KOMITE I DPD RI USULKAN MOU DENGAN BNN UNTUK PERKUAT PELAKSANAAN P4GN DI DAERAH 08 Jul 2026

- TUTUP LATSAR CPNS 2026, SESTAMA BNN RI TEKANKAN INTEGRITAS ASN DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA 08 Jul 2026

- BNN GELAR EVALUASI REHABILITASI BERKELANJUTAN 08 Jul 2026

- BNN RAIH KATEGORI BAIK DALAM EVALUASI PELAKSANAAN REHABILITASI BERKELANJUTAN SEMESTER I 2026 08 Jul 2026

- BIMTEK ARSIP DIGITAL BNN TAHUN 2026 RESMI DITUTUP, TIGA ARSIPARIS RAIH PREDIKAT TERBAIK 10 Jul 2026
