UnggulanBerita UtamaBidang Rehabilitasi

Rehabilitasi Sentuh Langsung Masyarakat Menuju Desa Bersinar

Rehabilitasi Sentuh Langsung Masyarakat Menuju Desa Bersinar
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 
BNN.GO.ID, Surabaya – Program rehabilitasi terhadap penyalah guna narkoba tidak hanya fokus pada layanan berbasis panti, namun harus menyentuh atau mengintervensi langsung pada masyarakat. Saat ini, banyak penyalahgunaan narkoba telah merambah hingga ke daerah terpencil. Jika mereka harus mengakses  pusat rehabilitasi di kota-kota besar, maka hal itu akan sulit. Oleh karena itulah, program rehabilitasi berupa Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) sangat penting untuk diimplementasikan.
Hal ini disampaikan Deputi Rehabilitasi BNN RI, Dra.Yunis Farida Oktoris, M.Si usai membuka kegiatan Rapat Kerja Evaluasi Bidang Rehabilitasi BNN Provinsi dan Kabupaten/Kota di Surabaya, Rabu (9/10).
Deputi Rehabilitasi BNN mengatakan bahwa di masyarakat, masih ada masalah stigma untuk para penyalah guna narkoba. Sementara itu, informasi tentang pentingnya rehabilitasi masih sedikit di antara mereka, sehingga BNN perlu jemput bola untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya rehabilitasi.
Dalam konteks program IBM, maka hal pertama yang masuk adalah program Skrining Intervensi Lapangan (SIL). Para petugas yang bergerak dalam program SIL ini mereka melakukan penjangkauan dan memberikan penjelasan tentang rehabilitasi kepada masyarakat.
Selanjutnya, program yang dilakukan adalah Pemulihan Berbasis Masyarakat (PBM). Jika di sebuah daerah ada penyalah guna narkoba, maka tokoh masyarakat perlu dirangkul untuk turut berperan. Mereka dilatih untuk bisa memberikan konseling terhadap penyalah guna narkoba.
“Pada dasarnya penyalah guna narkoba itu mengalami kehilangan fungsi sosialnya, sehingga peran para tokoh agama itu bisa mengembalikan kedisiplinan dan fungsi sosial mereka. Masyarakat diajak peduli, sehingga penyalah guna narkoba tidak malu, dan pada akhirnya mau untuk bergabung dalam kegiatan sosial,” imbuh Yunis.
Setelah program PBM masuk, maka langkah yang perlu diambil adalah pemetaan. Saat di daerah tersebut dinyatakan bersih, maka program Agen Pemulihan dijalankan. Para penggerak program ini adalah para mantan penyalah guna narkoba. Mereka diharapkan dapat melakukan penjangkauan, dan bersinergi dengan para tokoh masyarakat atau tokoh agama untuk terus menyuarakan pentingnya rehabilitasi. Ketika hal itu dilakukan secara simultan, maka hal tersebut dapat mendukung tercapainya tujuan utama yaitu Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar).

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. :@infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

#Bersinar

#Stopnarkoba

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel