Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBerita SatkerBidang Hukum dan Kerjasama

Pertemuan ASOD ke-44 Resmi Dibuka, Indonesia Siap Kolaborasi Konkret Bersama Negara Anggota

Pertemuan ASOD ke-44 Resmi Dibuka, Indonesia Siap Kolaborasi Konkret Bersama Negara Anggota
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Pertemuan ASEAN Senior Officials on Drug Matters (ASOD) ke-44 resmi dibuka, Kamis (06/07/2023). Mengawali pertemuan regional yang digelar secara virtual tersebut, Malaysia selaku penyelenggaran ASOD tahun lalu memberikan laporan terkait significant outcome dari kerja sama ASEAN dalam menangani permasalahan narkotika sejak akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023. Dalam kesempatan tersebut Malaysia juga menyerahkan kuasa chairman kepada Myanmar sebagai penyelenggara pertemuan ASOD ke-44 tahun ini.

Maj. Gen. Zin Min Htet dalam sambutan pembukaan menyampaikan pentingnya solidaritas seluruh anggota ASOD yang merupakan negara anggota ASEAN dalam menyelamatkan generasi muda. Ia berharap melalui pertemuan ASOD ini seluruh negara anggota dapat meningkatkan kerja sama melalui kolaborasi konkret.

Pertemuan regional yang berlangsung selama dua hari ini memiliki 15 mata agenda, diantaranya penyampaian statement dan presentasi dari masing-masing negara anggota, laporan dari hasil working group meeting ASOD yang telah dilaksanakan, partisipasi negara anggota ASEAN dalam sidang CND mendatang, serta update kegiatan-kegiatan AMS dibawah Keketuaan Malaysia .

Baca juga:  Waspada, Anak Putus Sekolah Jadi Target Sindikat

Pada sesi penyampaian statement dan presentasi negara anggota ASOD, Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Ph.D. menyampaikan kondisi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika terkini serta berbagai pendekatan yang dilakukan dalam menanganinya.

“Indonesia merupakan negara kepulauan yang hingga saat ini peredaran gelap dan penyelundupan narkotika sebagian besar dilakukan melalui jalur laut,” tutur Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Ph.D.

Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI selanjutnya menjelaskan bahwa sebagai focal point dalam penanganan masalah narkotika di Indonesia, BNN RI mengimplementasikan tagline war on drugs dengan menggunakan empat strategi pendekatan. Keempat pendekatan tersebut yaitu pendekatan soft power, hard power, smart power, dan cooperation.

“Keempat pendekatan yang dilakukan BNN tersebut bersinergi untuk mewujudkan Indonesia bersih narkoba,” pungkas Irjen Pol. Drs. Agus Irianto, S.H., M.Si., M.H., Ph.D.

Di akhir paparannya Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN RI tersebut mengambil kutipan dari Walt Disney yang berbunyi,
“The way to get started is to quit talking and begin doing,” tutupnya.

Baca juga:  Jelang The 65th Session Of CND Di Austria, BNN RI Susun Rekomendasi Indonesia Terkait Narkoba

Biro Humas dan Protokol BNN RI

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel