Skip to main content
Berita UtamaBerita SatkerBidang Hukum dan Kerjasama

Perkuat Sinergitas, BNN RI Adakan Monev Kerja Sama Dengan Instansi Pemerintah

Perkuat Sinergitas, BNN RI Adakan Monev Kerja Sama Dengan Instansi Pemerintah
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Kegiatan monitoring dan evaluasi sangatlah perlu dilaksanakan dalam berbagai program, tak terkecuali program kerja sama agar terjadi keselarasan dan kesamaan tujuan dalam menjalankan kegiatan bersama. Oleh karena itu, Direktorat Kerja Sama Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kerja Sama dengan Instansi Pemerintah, Selasa (10/10).

Acara yang berlangsung di El Royale Hotel Bandung ini mengundang perwakilan dari Kedeputian yang ada di BNN RI, BNNP Jawa Barat, BNN Kota Bandung dan perwakilan mitra kerja sama BNN RI.

Direktur Kerja Sama BNN RI, Dr. R.M. Aria T.M. Wibisono didampingi Kepala BNNP Jawa Barat, M. Arief Ramdhani, S.I.K membuka kegiatan ini. Dalam sambutannya, Aria mengungkapkan evaluasi kerja sama yang sudah dilaksanakan antara BNN RI dengan instansi pemerintah sehingga terbentuknya kebersamaan pola pikir dan pola tindak guna mewujudkan sinergitas pelaksanaan program P4GN yang bersinambungan.

“Kita mengadakan monev ini adalah untuk melakukan identifikasi atas peluang, hambatan yang terdapat dalam setiap kementerian lembaga dalam konteks untuk melakukan program P4GN. Masing-masing instansi akan menggambarkan proses keadaan dalam konteks Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dan disitu kita akan melihat mana yang sudah dilaksanakan dan mana yang belum” imbuh Direktur Kerja Sama.

Baca juga:  Sinergi BNN RI-RRI Suarakan War on Drugs Hingga Pelosok Negeri

Acara ini mengundang 4 narasumber, yakni Direktur Kerja Sama BNN RI, Dr. R.M. Aria T.M. Wibisono, Direktur Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti BNN RI, Drs. Aldrin, M.P. Hutabarat, S.H., M.Si., Direkorat Keamanan dan Pengendalian Informasi Deputi Bidang Operasi BSSN Rikson Gultom, S.ST., M.Kom dan Analis Data dan Informasi, Reza Gunawan.

Sebagai narasumber pertama, Direktur Kerja Sama BNN RI, Dr. R.M. Aria T.M. Wibisono memaparkan tentang membina kerja sama instansi pemerintah yang efektif dan efesien dalam mendorong keberhasilan program P4GN. Aria juga memaparkan pentingnya kolaborasi dari segala lini untuk mendukung program P4GN dan menggunakan strategi-strategi pertahanan baru untuk menyukseskannya, salah satunya dengan digitalisasi.

“Karena sebenarnya kita ini tulang punggung program P4GN itu ada disini. BNN memerlukan mitra intansi kementerian lembaga untuk melakukan P4GN secara serius. Jadi kita tim kerja sama untuk mendukung teman-teman lainnya sebagai ujung tombak untuk melakukan tupoksi mereka masing-masing” ungkap Aria.

Sebagai pemateri kedua, Drs. Aldrin M.P. Hutabarat, S.H.,M.Si., memberikan paparan Kebijakan dan Strategi Pemberantasan BNN Menuju Indonesia Bersinar. Paparanya menjelaskan tentang kejahatan narkotika lintas negara. Kejahatan narkotika merupakan salah satu jenis kejahatan extraordinary crime yang merupakan kejahatan terorganisir lintas negara/internasional dan dapat menjadi ancaman serius karena dapat merusak kehidupan suatu bangsa. Sehingga kita perlu melakukan perlawanan terhadap salah satu kejahatan luar biasa yang menjadi tantangan negara – negara di dunia termasuk Indonesia.

Baca juga:  Musren BNN RI : Memperkuat Strategi P4GN Mewujudkan Desa Bersinar

“Dalam kegiatan ini, Saya menyampaikan strategi dalam pengungkapan pemberantasan peredaran gelap narkoba di Indonesia dan kerja sama di tingkat luar negeri. Termasuk juga dalam mengantisipasi dan bagaimana para pelaku itu bisa dihukum yang seberat-beratnya. Kami mengajak sinergitas lembaga terkait dalam mengungkap dan memberantas narkotika yang ada di indonesia” ujar Aldrin.

Narasumber ketiga, Rikson Gultom, S.ST. M.Kom, memaparkan tentang Pengungkapan Jaringan Peredaran Gelap Narkotika Dalam kejahatan Siber. BSSN harus menjalin kerjasama erat dengan penegak hukum, seperti Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk menyelidiki dan mengungkap jaringan peredaran narkotika di Darkweb. BSSN perlu menjalin kerjasama dengan lembaga siber dan penegak hukum di negara lain untuk mengatasi peredaran narkotika di Darkweb yang melintasi batas negara.

“Kami dari BSSN secara prinsip kita sudah ada kerja sama dengan teman-teman dari BNN. Kedepannya kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan dengan cara kolaborasi baik secara teknis maupun secara peraturan regulasi yang lebih semakin diperkuat sehingga informasi yang dimiliki oleh BSSN bisa bermanfaat bagi BNN termasuk informasi yang dimiliki oleh BNN bermanfaat buat BSSN guna mencegah adanya tindakan-tindakan penyebaran narkotika di indonesia sehingga bisa memberikan upaya pemerintah yang positif dalam mencegah peredaran narkotika di indonesia” jelas Gultom.

Baca juga:  Wakili Indonesia, BNN Hadir Pada The 12Th ASEAN Drug Monitoring Network

Narasumber terakhir, Reza Gunawan memaparkan tentang Pengembangan dan Pengintegrasi Sistem Informasi Dalam Rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Dalam paparnya menjelaskan layanan yang disediakan oleh instansi tertentu sesuai dengan tugas dan wewenangnya untuk memberikan Interoperabilitas Data secara andal, akuntabel, dan aman.

Acara ini ditutup oleh Direktur Kerja Sama BNN. Di akhir acara, Dr. R.M. Aria T.M Wibisono mengungkapkan terima kasih atas kehadiran semua peserta serta mengharapkan berbagai hasil diskusi dan masukan yang ada selama acara dapat segera ditindaklanjuti secara nyata untuk mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

#warondrugs
#speedupneverletup
#accelerationforwarondrugs

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel