Artikel

Peran Serta Sekolah Farmasi ITB dalam Menciptakan Lingkungan Kampus Bebas Narkoba

Dibaca: 58 Oleh 24 Jul 2013Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Kampanye anti narkoba yang gencar dilancarkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), baik di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota mulai mendapat respon positif dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa. Bukti nyatanya adalah dengan gencarnya kampanye dan pemberdayaan lingkungan kampus di bidang pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Para aktivis mahasiswa mulai menjadi inisiator dalam kegiatan-kegiatan semacam ini, dan dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan BNN. Salah satunya, Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB), yang baru saja bekerja sama dengan BNN Provinsi Jawa Barat dalam penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan bidang P4GN pada 2 Juli 2013. Dalam laporan panitia yang disampaikan saat pembukaan kegiatan ini, Ketua HMF Ars Praeparandi ITB, Yayang Luthfiana Rizwan, mengungkapkan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan. Diharapkan nantinya mahasiswa dapat menjadi kepanjangan tangan dari lembaga pemerintah, dan garda terdepan dalam pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kami mengharapkan masyarakat dapat menyambut baik program-program Badan Narkotika Nasional (BNN) dan mahasiswa yang akan datang, ujar Yayang. Usai sambutan dari panitia pelaksana, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Farmasi ITB, Prof. Dr. Sukrasno juga mengungkapkan bahwa pihak dekanat menyambut baik kegiatan yang merupakan kerja sama antara Himpunan Mahasiswa Sekolah Farmasi ITB ini dengan BNNP Jabar. Mahasiwa farmasi tahu betul tentang narkoba, termasuk dampak baik dan buruknya. Dengan pengetahuan mengenai dampak dari narkoba ini, mahasiswa farmasi mempunyai kesadaran untuk tidak menyalahgunakan narkoba. Namun, sebelum terjun ke masyarakat, mahasiwa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam program-program untuk membentuk masyarakat yang bebas narkoba, tutur Sukrasno.Narasumber dalam kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta ini adalah Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Drs. Anang Pratanto yang memaparkan materi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dan Dr. H. Isep Zaenal Arifin, M.Ag yang memaparkan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Dalam paparannya Brigjen Pol Drs. Anang Pratanto menjelaskan bahwa prevalensi penyalah guna narkoba tertinggi adalah pada wanita pekerja seks (WPS), anak jalanan (anjal), pelajar yang tinggal di tempat kos, dan pekerja yang tinggal di tempat kos. Jumlah penyalah guna ganja adalah yang tertinggi di Indonesia, diikuti oleh shabu, ekstasi, dan pil koplo. Bisnis narkoba memang menggiurkan, keuntungannya dapat mencapai 40 kali lipat. Permasalahan narkoba juga erat kaitannya dengan gaya hidup (life style). Apalagi kini media membanjiri masyarakat informasi tanpa sensor, tutur Anang. Dengan adanya kegiatan diharapkan kerja sama antara BNNP Jabar dengan SF ITB dapat terjalin dengan baik, terutama dalam bidang penelitian. UNODC, salah satu badan PBB yang mengurus masalah narkoba, telah mengumumkan ada 251 New Psychoactive Drugs (NPA) atau narkoba jenis baru, hingga pertengahan tahun 2012. Jenis-jenis baru ini belum terjangkau oleh aturan hukum yang berlaku di setiap negara. Untuk itu kami memerlukan kerja sama dengan Farmasi ITB untuk meneliti narkoba-narkoba jenis baru tersebut, termasuk methylone yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan, papar Anang. Kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat memang sangat diperlukan dalam upaya memberantas penyalahgunaan narkoba. Tentu saja warga kampus, dapat menjadi salah satu elemen masyarakat turut aktif berperan serta sehingga gaung kampanye anti narkoba semakin meluas. (SS/Dayamas BNNP Jabar)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel