Pelayanan rehabilitasi berkonsep One Stop Centre (OSC) dan Community Based Unit (CBU) mengalami dinamika yang signifikan. Untuk tahun 2013 ini, di Indonesia tercatat ada 16 OSC, dan 11 CBU yang mendapatkan dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Dalam rangka peningkatan mutu dan layanan rehabilitasi, diperlukan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang prima dari masing-masing lembaga rehab.Terminologi OSC sendiri adalah program pelayanan terapi dan rehabilitasi terpadu bagi penyalahguna narkoba secara menyeluruh yang meliputi pelayanan terapi medis, psikologis dan sosial serta spiritual di dalam sarana institusi residensial. Salah satu cirri dari pelayanan ini adalah penyediaan layanan rawat inap untuk pecandu narkoba. Sementara CBU, merupakan program yang berkembang dari konsep pemberdayaan masyarakat yang terfokus pada pengorganisasian komunitas untuk menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba di komunitasnya. Penekanannya adalah, sebuah komunitas dikondisikan sedemikian rupa untuk aktif terlibat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan yang terpenting adalah mendukung pemulihan kembali para mantan penyalahguna narkoba.Sebagai salah satu upaya meningkatkan pelayanan rehabilitasi di lembaga rehab OSC dan CBU, BNN menggelar kegiatan Peningkatan Kompetensi Penyusunan SOP Lembaga Rehabilitasi OSC dan CBU Non Komunitas Terapeutik Komponen Masyarakat, di Hotel The Amazing, Jakarta, Selasa hingga Jumat (14/17/5). Kegiatan ini dihadiri oleh 16 lembaga rehabilitasi dengan OSC, dan 11 CBU, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.Melalui kegiatan ini, BNN mensosialisasikan pedoman dan petunjuk teknis rehabilitasi adiksi berbasis masyarakat kepada para petugas penyelenggara rehabilitasi adiksi berbasis masyarakat, dengan bentuk layanan OSC dan CBU. Sementara itu, para peserta dari masing-masing lembaga rehab (OSC dan CBU) diberikan kesempatan untuk mempresentasikan SOP yang telah dibuat dan nantinya dilakukan pembahasan lebih lanjut agar SOP tersebut lebih maksimal.Dr Kusman Suriakusumah, selaku Deputi Rehabilitasi BNN menekankan, masing-masing lembaga rehabilitasi tentunya harus memiliki standar pelayanan minimal, sehingga para pelaksana rehabilitasi berbasis OSC dan CBU memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam membina dan mempersiapkan lembaga rehabilitasi yang telah menenuhi standar pelayanan minimal dan telah terukur dalam menekan angka kekambuhan (relaps). Dalam konteks penurunan angka kekambuhan, Dr kusman menambahkan, hal itu sangat penting, karena penurunan relaps menjadi indikator keberhasilan sebuah lembaga rehabilitasi dalam menjalankan fungsinya.Deputi Rehabilitasi berharap banyak pada kegiatan penyusunan SOP di lembaga rehab OSC dan CBU ini. Deputi menginginkan setelah kegiatan ini adanya peningkatan para petugas lembaga rehabilitasi Non Komunitas Terapeutik Komponen Masyarakat (OSC dan CBU) dalam menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP). Kedua, mutu layanan lembaga rehabilitasi Non Komunitas Terapeutik Komponen Masyarakat (OSC dan CBU) mengalami peningkatan sesuai Standar Operasional Prosedur. Terakhir, kualitas pelayanan lembaga rehabilitasi Non Komunitas Terapeutik Komponen Masyarakat (OSC dan CBU) dapat lebih mengingkat dan menjamin efektifitas layanan yang diberikan terhadap pecandu sesuai dengan kebutuhan.Dalam perkembangannya, memang tidak ada satu jenis terapi yang bisa cocok untuk semua pecandu. Namun yang harus jadi perhatian adalah, masing-masing lembaga dapat mensinergikan metode yang dimiliki dengan pertimbangan medis. Misal, sebuah tempat rehab menggunakan terapi dengan cara memandikan pecandu pada tengah malam dengan doa, namun pada sisi lainnya harus dipikirkan dari aspek medis. Jika si pecandu itu memiliki riwayat penyakit paru-paru, maka metode mandi malam itu harus dipertimbangkan secara medis, ungkap Deputi.Sementara itu, Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat. Dr Budyo Prasetyo mengatakan, masing-masing lembaga rehab harus membuat SOP sesuai dengan pelayanan yang diberikan oleh lembaga rehab masing-masing. SOP penting untuk disusun, karena akan menjadi dasar dan akuntabilitas sebuah lembaga di mata masyarakat. Selain itu jika ada sebuah kejadian yang terkait dengan hukum, misal ada pecandu yang meninggal di tempat rehab, maka SOP ini bisa menjadi salah satu alat untuk membuktikan apakah si pecandu tadi telah menjalani program yang dijalankan sudah sesuai SOP atau tidak. Dr Budyo juga menghimbau agar SOP yang dibuat tidak hanya dalam konteks pelayanan rehabilitasi, tapi faktor lainnya seperti sistem keamanan di lembaga rehab.Ariyanto Pabasing, seorang peserta dari CBU Metanoya Jayapura menyambut baik kegiatan penyusunan SOP ini. Menurutnya, masing-masing lembaga rehab yang hadir dalam acara ini memiliki SOP tertentu, dan lewat kesempatan inilah ia bisa mendapatkan banyak masukan, sehingga ke depannya pelayanan rehabilitasi akan semakin bisa ditingkatkan.
Berita Utama
Peningkatan Layanan Rehabilitasi Melalui Penyusunan SOP Untuk OSC dan CBU
Terkini
-
SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS 06 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI BEKALI 5.000 MAHASISWA BARU UI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA DI PKKMB 2026 04 Agu 2026 -
CHANGE TALK JADI BEKAL PETUGAS REHABILITASI DALAM MENDORONG PERUBAHAN PERILAKU KLIEN 04 Agu 2026 -
BNN PERKUAT KOMPETENSI PETUGAS REHABILITASI MELALUI PELATIHAN LAYANAN REHABILITASI BERKELANJUTAN 03 Agu 2026 -
TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN PERSONEL, BNN TEMPA PASUKAN DAKJAR MELALUI PELATIHAN RPE 03 Agu 2026 -
BNN BERSAMA BEA DAN CUKAI BONGKAR JARINGAN PENYELUNDUPAN VAPE BERISI ETOMIDATE ASAL MALAYSIA 03 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI MALAM PENGANUGERAHAN HOEGENG AWARDS 2026 01 Agu 2026
Populer
- BNN GELAR BIMTEK ARSIP DIGITAL 2026 UNTUK BIROKRASI YANG MODERN DAN AKUNTABEL 07 Jul 2026

- BNN DUKUNG PENGUATAN PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PELUNCURAN GERAKAN BERLIAN 07 Jul 2026

- KOMITE I DPD RI USULKAN MOU DENGAN BNN UNTUK PERKUAT PELAKSANAAN P4GN DI DAERAH 08 Jul 2026

- TUTUP LATSAR CPNS 2026, SESTAMA BNN RI TEKANKAN INTEGRITAS ASN DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA 08 Jul 2026

- BNN GELAR EVALUASI REHABILITASI BERKELANJUTAN 08 Jul 2026

- BNN RAIH KATEGORI BAIK DALAM EVALUASI PELAKSANAAN REHABILITASI BERKELANJUTAN SEMESTER I 2026 08 Jul 2026

- BIMTEK ARSIP DIGITAL BNN TAHUN 2026 RESMI DITUTUP, TIGA ARSIPARIS RAIH PREDIKAT TERBAIK 10 Jul 2026
