Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Sumatera Utara
Kegiatan pemetaan potensi hari keempat (kamis, 6/2).
Audiensi dengan Dekranasda Kota Medan. Tim diterima oleh plt. Ketua Dekranasdadan didampingin oleh Ibu sekda, kepala dinas perdagangan, perindustrian, ketahanan pangan, industri koperasi, pariwisata.
Kasi monev masyarakat Perkotaan menyampaikan program pemberdayaan alternatif. BNN melatih pemuda, ibu – ibu dan bapak – bapak yang mau dan punya minat agar memiliki kesibukan dan penghasilan yg legal.
Kepala dinas perdagangan menyarankan agar surat menyurat terkait program Pemberdayaan Alternatif BNN ditembuskan ke kami agar kami dapat mengetahui program yang dapat kami dukung.
Dan untuk minggu depan ada kegiatan pemilihan produk kerajinan yang dapat dipasarkan. Pada kegiatan tersebut mengundang kementerian perdagangan, swalayan, transmart
Kepala dinas Ketahanan pangan sudah memutus mata rantai narkoba dari hulu ke hilir. Ada tempat selfie yang menggabungkan hidroponik dan ekonomi pangan. Kami berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk bergerak bersama.
Kepala dinas Perdagangan menyarankan agar produk2 warga binaan dapat dipasarkan dan kami ingin mengadopsi program dayatif untuk memanfaatkan kuliner dan kerajinan warga binaan. Namun kami terhambat dari e-katalog yg mengharuskan kami memesan makanan pada perusahaan tersebut.
Kami ingin merevisi ekatalog agar produk warga binaan dapat kami manfaatkan pada acara-acara pemkot medan.
Plt. Ketua Dekranasda kota medan siap mendukung program BNN
Selanjutnya BNN melakukan Audiensi dengan KADIN Sumatera Utara
Tim diterima oleh M. Santri Azhar Sinaga, SH (WKU Bid. Organisasi, Keanggotaan, Pemberdayaan Daerah, Tata Kelola Perusahaan).
Peserta : para pengurus KADIN bidang organisasi Sumatera Utara
Ada 23 kampung kadin, Terdiri dari ibu-ibu Nanti kami juga akan membuat kampung kadin di sekolah2. Program ecoenzim yang kami lakukan yaitu program yang mengolah sampah menjadi sabun, dll
KADIN mengharapkan membuat MOU antara BNN dengan KADIN
untuk mensinergikan program BNN dengan KADIN. Sehingga program kampung kadin bisa dikolaborasikan dengan kawasan rawan Narkoba.