Skip to main content
Berita SatkerBidang Pemberdayaan Masyarakat

Pemetaan Potensi Pada Kawasan Rawan Narkoba di Provinsi Kepulauan Riau

Oleh 25 Feb 2021Februari 28th, 2021Tidak ada komentar
Pemetaan Potensi Pada Kawasan Rawan Narkoba di Provinsi Kepulauan Riau
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN#StopNarkoba#CegahNarkoba. BNN.GO.ID Kegiatan Pemetaan Potensi Kawasan Rawan Narkoba di Provinsi Kepulauan Riau, Kamis 25 Februari 2021

Hasil Pemetaan Potensi Kawasan Rawan:
1. Koordinasi dgn Kodim 0316/Batam

Kasi Monev Masyarakat Perkotaan menyampaikan Tanjung Uma menjadi kawasan yang akan dibina tahun 2021 di Kota Batam. Sampai saat ini masih banyak transaksi Narkoba disana dengan memanfaatkan anak-anak dan remaja sebagai kurir dan mata-mata. BNN berharap dengan dilakukannya pembinaan,maka kawasan Tanjung Uma dari status bahaya dapat turun menjadi waspada. Selain pelatihan life skill, akan diberikan juga budi daya jahe merah belerja sama dengan PT. Bintang Toedjoe bagi masyarakat. Oleh karena itu, BNN terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder dalam membantu masyarakat lawasan rawan Narkoba untuk beralih profesi dan meninggalkan pekerjaan mereka selama ini yang bersinggungan dengan Narkoba..Harapan kepada Kodim dapat bersinergi dengan BNN dalam menangani masalah Narkoba khusunya di Tnjung Uma. Dengan bersinergi maka pekerjaan dalam memberantas Narkoba akan dapat terlaksana maksimal.

Baca juga:  TAHUN 2018, BNN PERTAMA LAKUKAN PEMUSNAHAN BARANG BUKTI

Dandim 0316/Batam (Letkol Kav. Sigit Dharma Wiryawan,S.H)

Masalah Narkoba merupakan masalah bersama. Saat ini peredaran Narkoba sangat mengkhawatirkan karena saat ini tidak bisa dipungkiri, anggota TNI pun juga ada oknum. Oleh karena itu TNI akan selalu mendukung program BNN,peran Babinsa akan dioptimalkan bersama sama Polsek dalam melakukan pembinaan masyarakat. Kodim juga berharap dapat bersinergi dengan BNNP dan BNNK untuk rutin memberikan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan tes urin berkala bagi anggota Kodim. Dalam kegiatan yang akan dilaksanakan oleh BNN untuk masyarakat,Kodim 0316 memiliki 64 Babinsa yang tersebar di 64 kelurahan. Kodim akan ikut serta nantinya dalam pengamanan kegiatan dan komunikasi dengan masyarakat.

2. Koordinasi dengan Polresta Barelang
Diterima oleh Kaurbin Ops (Iptu Sasmintoro, S.H.,M.H)
Kasi Monev Masya.Perkotaan menyampaikan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan BNN tahun ini. Kegiatan BNN diawali dengan pemetaan potensi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba di Tanjung Uma,yang akan menggali potensi apa saja yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Melalui potensi masyarakat akan diberikan pelatihan life skill dengan memanfaatkannya. Diharapkan program dari BNN dapat bersinergi dengan Polresta Barelang khususnya Res Narkoba dan Bhabinkamtibmas.

Baca juga:  45th MEETING OF HONLAP : Upaya Indonesia Dalam Pengawasan Prekursor Narkotika, Dibahas Di HONLAP

3. Audiensi dgn Dinas Koperasi dan UMKM kota Batam

Diterima oleh Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro (Zulfikar,S.E)

Kasi monev menyampaikan maksud tujuan pemetaan potensi masyarakat rawan Narkoba serta rencana kegiatan pelatihan life skill di Tanjung Uma.

Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro :
Syarat produk binaan yang menjadi mitra adalah binaan yang sudah memiliki legalitas. Dibentuk juga pendamping KUMKM bagi warga binaan. Nantinya Dinas Koperasi dan UMKM akan membantu warga binaan BNN perijinan untuk memiliki legalitas dan membantu untuk mendaftar di Disperindag untuk label Halal. Kemudian nantinya warga binaan BNN dapat mengikuti pameran dan Bazzar yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM. Untuk pameran akan dikenakan biaya karena melibatkan EO tetapi kalau Bazzar gratis semua dari Dinas Koperasi dan UMKM.

========================
# War on Drugs
# Hidup 100 persen
# sadar_sehat_produktif_bahagia

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel