

Pembinaan Teknis Satker Pelaksana GDAD di Provinsi Aceh
BNN.GO.ID Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi, SH,MM memberikan Pembinaan Teknis di BNNP Aceh, Rabu 3 Februari 2021. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari bisnis proses pemberdayaan alternatif pada tahap pertama, sehingga sangat penting dalam transfer informasi baik tentang kebijakan strategi tahun 2021 maupun evaluasi atas kegiatan pemberdayaan masyarakat yang sudah dilaksanakan pada tahun 2020. Pertemuan ini juga bertujuan melaksanakan diskusi terkait dengan Program yang telah dicanangkan Pemerintah, diantaranya Implementasi Inpres No.2 Tahun 2020 tentang RAN P4GN Tahun 2020-2024 perihal Program GDAD di Provinsi Aceh dengan lokasi di 3 wilayah yaitu Aceh Besar, Bireuen, Gayo Lues. Sebagai Leading Sector dari Giat GDAD ini adalah BNN, Bappenas, Pemda Provinsi Aceh dan Kabupaten khususnya yang menjadi Pilot Project GDAD.
Dalam momen tersebut, Teguh Iman Wahyudi, Narasumber pertama menyampaikan materi tentang Kebijakan dan Strategi Dayamas dalam P4GN, serta maksud dan tujuan pelaksanaan Kegiatan Bintek ini, diantaranya sebagai tindak lanjut Arahan Kepala BNN RI untuk mengajak bersama-sama Perang Melawan Narkoba (War On Drugs). Pembagian Peran yang efektif yaitu Pusat Sebagai Regulator dan Wilayah sebagai pelaksana sudah dimulai tahun 2021 terutama melalui Kebijakan Kab/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKoTAN) dan untuk pemberdayaan Alternatif akan dimulai tahun 2022. GDAD perlu tindak lanjut dalam mempersiapkan terwujudnya kawasan Agropolitan dan Agrowisata. Sehingga dari Pemkab diharapkan dapat mendukung sarpras baik meliputi gudang, pemasaran, sarana angkutan dll yang dapat dituangkan dalam master plan pilot project.

Pembinaan Teknis Satker Pelaksana GDAD di Provinsi Aceh
Kepala BNNP Aceh Brigjen. Pol. Drs. Heru Pranoto, M.Si. mendukung kegiatan GDAD Direktorat Dayatif di Provinsi Aceh khususnya di 3 tempat Pilot Project (Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, Gayo Lues). Mendukung kebijakan pusat atas pembagian peran tersebut dan siap melaksanakan menjadi pelaksana program dan optimis akan berhasil. Melalui implementasi langsung oleh BNNP dan 2 BNNK yang menjadi Pilot Project akan lebih efektif perkembangannya, sedangkan BNN Pusat membuat kebijakan dengan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga), melakukan Supervisi dengan melibatkan K/L sebagai pendamping.
Materi berikutnya oleh Yudhi Widiarto, SP, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda, menyampaikan hasil monev, capaian program Dayamas di tahun 2020 di level BNNP Aceh dan jajaran pelaksana GDAD (BNNK Bireuen dan BNNK Gayo Lues) serta proyeksi pencapaian output di tahun 2021. Target kinerja saat ini sudah tidak lagi bersifat Top Down melainkan sudah menjadi penyepakatan antara pusat dan daerah sesuai rekomendasi dari Kemen PAN-RB.
Pada sesi diskusi peserta sangat antusias memberikan masukan dan saran dalam peningkatan kinerja Bidang Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2021 baik Fauzul Iman ST M Si, Kepala BNNK Gayo Lues, (AKBP) Trisna Sapari Yandi Kepala BNNK Bireuen, serta hadir juga Fachri (petani jagung) dari Lamteuba Aceh Besar, melaporkan dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada BNN atas kepercayaan untuk menanam jagung dan sebentar lagi panen, siap menambah luas lahan untuk menanam jagung, mohon ditindaklanjuti pelaksanaan pelatihan pembuatan pakan ternak (pellet) yang sudah disepakati pada tahun 2020.