Rabu, 29 Mei 2013, JAKARTA – Bahaya penyalahgunaan narkoba saat ini sudah tidak bisa dianggap sepele, karena dampaknya sudah sangat mengkhawatirkan. Setiap hari, sedikitnya 40 hingga 50 orang meninggal karena narkoba. Oleh karena itu, semua komponen masyarakat harus peduli kalau tidak ingin generasi bangsa ini hancur karena mengkonsumsi narkoba. Kekhawatiran dan harapan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penyuluh Badan Nasional Narkotika (BNN), Dik Dik Kusnadi, di Jakarta, Rabu (29/5). Dik Dik mengakui bahwa kepedulian masyarakat terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungannya sangat rendah dan cenderung tidak peduli,Rendahnya komitmen dan kepedulian masyarakat terhadap penyalahgunaan narkoba, adalah awal dari kehancuran bangsa ini, tandas Dik Dik.Soal kepedulian masyarakat akan bahaya narkoba, ia menganalogikan dengan kepedulian warga akan bahaya kebakaran. Soal kebakaran, masyarakat sudah tahu apa yang bisa menyebabkan terjadinya kebakaran. Ketika terjadi kebakaran, masyarakat tanpa dikomando bersama-sama memadamkan api, “Karena mereka tak mau rumahnya ikut terbakar, pakai apa saja untuk memadamkan api, kata dia.Harusnya juga begitu terhadap ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba. Harus dipupuk kepedulian, bagaimana jika keluarga sendiri yang terjerat. “Ya, harus ada pemahaman sama seperti menghadapi kebakaran, tak mau rumah sendiri ikut terbakar. Nah, kalau narkoba tak mau keluarga sendiri yang kena, kata Dik Dik.Secara sederhana, teori peredaran narkoba didukung oleh tiga faktor. Pertama, ada orang yang mau. Kedua, barang tersedia. Ketiga, lingkungan yang mendukung. Karena itu, jika lingkungan menolak, meski ada peminat dan ada bandar, peredaran akan susah berkembang, “Kalaupun ada narkoba, tapi lingkungan itu menolak, bandar juga susah, ujar dia.Bahkan lebih kerasnya, lingkungan masyarakat mengenakan semacam sanksi sosial. Misalnya, lingkungan tak memberi tempat bagi para bandar. Bila ketahuan, diusir dari lingkungan. Dengan warning sosial, pergerakan bandar kian sempit. Tidak seperti sekarang, justru lingkungan masyarakat yang permisif dimanfaatkan bandar. Bahkan, sampai ada home industry narkoba. “Itu karena antartetangga tak peduli, kata dia.Padahal, tegas dia, bahaya narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Selain itu, pemberantasan narkoba bukan semata-mata kerja pemerintah. Saat ini, korban terus berjatuhan, tak kenal strata, sehingga semua komponen mesti ikut turun tangan,”Tetapi ironisnya, masyarakat masih cuek, kurang peduli dan sibuk dengan urusan masing-masing. Masih ada anggapan, bila bukan keluarga sendiri, ngapain mesti ikut peduli? Anggapan itu yang mesti dikikis. Bayangkan, sekarang ini 40 sampai 50 orang setiap hari meninggal karena narkotika. Itu ancaman nyata kita. Idealnya semua bergerak. Ikut menyadarkan bahaya narkoba. Saling mengajak, dan saling mencegah, ujar Dik Dik. (pas)
Berita Utama
Negara Akan Hancur Kalau Rakyatnya Tidak Peduli dengan Masalah Narkoba
Terkini
-
PELANTIKAN DIREKTUR PSIKOTROPIKA DAN PREKUSOR 20 Jun 2026 -
SINERGI BNN DAN KEMENTERIAN PPPA PERKUAT PERAN PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN NARKOTIKA 19 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: KALAKHAR BNN 2002-2004 DORONG UPAYA PENCEGAHAN NARKOTIKA YANG LEBIH MASIF 19 Jun 2026 -
SAMBUT HANI 2026, BNN LANJUTKAN ANJANGSANA KE KEDIAMAN HERU WINARKO 19 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: DALAM SILATURAHMI DENGAN DA’I BACHTIAR, KEPALA BNN RI BAHAS TANTANGAN NARKOTIKA VARIAN CAIR DAN PENGUATAN REGULASI 19 Jun 2026 -
KOMISI III DPR RI SETUJUI USULAN TAMBAHAN ANGGARAN BNN UNTUK TAHUN 2027 18 Jun 2026 -
ANJANGSANA HANI 2026: KEPALA BNN RI BERSILATURAHMI DENGAN KEPALA BNN RI PERIODE 2020-2024 18 Jun 2026
Populer
- BNN SUSUN PERATURAN PEMBERLAKUAN WAJIB SNI LAYANAN REHABILITASI NAPZA 20 Mei 2026

- BNN TERIMA KUNJUNGAN KOMISI II DPRD KABUPATEN KAMPAR, BAHAS PENERAPAN UU NARKOTIKA 22 Mei 2026

- KEPALA BNN RI DORONG PENGUATAN PROGRAM P4GN DI KABUPATEN BATUBARA 21 Mei 2026

- BNN DAN BPJPH JAJAKI KERJA SAMA PEMBERDAYAAN MANTAN PECANDU NARKOTIKA 22 Mei 2026

- BNN BAHAS PENGUKURAN KAPABILITAS REHABILITASI 2026 GUNA PERKUAT JAMINAN MUTU LAYANAN 25 Mei 2026

- CEGAH BENCANA DEMOGRAFI, KEPALA BNN RI AJAK MAHASISWA MERCU BUANA JADI AGENT OF CHANGE AGAINST DRUGS 26 Mei 2026

- PEMBEKALAN SESPIMTI: KEPALA BNN RI PAPARKAN LANGKAH SRATEGIS HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA 27 Mei 2026
