UnggulanBerita UtamaBidang Pemberdayaan Masyarakat

MEMBANGUN PARADIGMA BARU DAERAH RAWAN NARKOBA MENJADI DAERAH PRODUKTIF KERAJINAN TANGAN

MEMBANGUN PARADIGMA BARU DAERAH RAWAN NARKOBA MENJADI DAERAH PRODUKTIF KERAJINAN TANGAN
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Penyalahgunaan dan Peredaran gelap narkoba yang terjadi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi generasi muda penerus bangsa. Salah satunya adalah berkurangnya sumber daya manusia yang mumpuni untuk bersaing di dunia internasional akibat terpapar akan bahaya Narkoba. Mendengar hal tersebut sangatlah miris jika kita sebagai generasi penerus bangsa hanya tinggal diam menyaksikan hal tersebut.

Apalagi dengan adanya beberapa daerah atau perkampungan yang telah dicap sebagai kampung Narkoba atau wilayah rawan Narkoba di Indonesia.

Oleh sebab itu satu demi satu daerah rawan Narkoba di wilayah NKRI dirangkul Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat dengan melakukan komunikasi intens disalah satu daerah yang terkenal karena rawan Narkoba yaitu Kampung Beting, Pontianak, Kalimantan Barat.
Setelah melakukan komunikasi panjang, Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN berhasil memasuki kampung tersebut dan mencoba untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat serta mengajak agar beralih profesi bisnis kepada yang lebih baik, salah satunya adalah dengan diadakannya kegiatan pengembangan kewirausahaan bagi masyarakat kawasan rawan narkoba yaitu membuat kerajinan tangan (handycraft) yang berkualitas baik agar tak kalah saing dipasaran. Bertempat di aula Istana Kadriah, Pontianak Timur, Selasa (3/9).

Baca juga:  SOSIALISASI / PENYULUH ANTI NARKOBA DILINGKUNGAN SEKOLAH KABUPATEN GRESIK

Kasi Pemetaan dan Analisis Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN, Mia Garmiaty mengatakan, “Kampung Beting merupakan kawasan rawan Narkoba di Kalimantan Barat, beberapa warga lokal bekerja sama dengan bandar Narkoba untuk menjual barang haram tersebut di wilayah Kampung Beting sendiri”. “Lokasi Kampung Beting sangatlah strategis karena berada di bibir pantai yang langsung terhubung dengan laut dan terdapat juga pelabuhan tikus dengan ukuran kecil serta banyaknya kapal-kapal ukuran kecil yang lalu lalang di wilayah ini”, tambahnya.

Praktisi kerajinan tangan drg. Indah mengatakan, “para peserta dari berbagai perwakilan RT dan RW di wilayah Kampung Beting diharapkan serius dan memahami alur pembuatan dan pengerjaan kerajinan tangan ini agar ilmu yang didapat nanti bermanfaat untuk dilanjutkan kembali kepada warga atau keluarga di lingkungan Kampung Beting”. Serta optimis dan semangat dalam menjalani usaha kerajinan tangan ini agar terjual dan dapat bersaing di pasaran lokal, tambahnya.

Dengan diadakannya pelatihan pembuatan kerajinan tangan ini diharapkan para warga beserta ibu PKK Kampung Beting dapat menyalurkan kembali ilmu yang telah didapat dari praktisi kerajinan tangan kepada keluarganya masing-masing agar terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba serta menghilangkan image kawasan rawan Narkoba menjadi kawasan dengan kerajinan tangan yang berkualitas.

Baca juga:  Edukids, Program Unggulan Loka Rehabilitasi Batam

#BERSINAR
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel