Skip to main content
Berita Utama

Lestarikan Hutan Melalui Peran Masyarakat

Oleh 11 Mar 2012Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Sebanyak 50 orang anggota Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) yang berasal dari berbagai kementerian dan LPNK, mengikuti kunjungan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tanggal 8 – 9 Maret 2012 lalu.Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Perum Perhutani Unit II Jatim di daerah Batu – Malang, yang diterima oleh Ir. Efwandy selaku Administratur Perum Perhutani KPH Malang. Dalam kesempatan ini beliau memberikan gambaran mengenai obyek pengelolaan hutan bersama yang dilakukan oleh Perum Perhutani Unit II Jawa Timur KPH Malang dengan melibatkan peran masyarakat sekitar.Di wilayah Perhutani KPH Malang ini terdapat hutan lindung dan hutan produksi, dengan luas masing-masing sekitar 45 ribu hektar. Disini terdapat banyak sumber mata air yang berasal dari Kali Brantas, yang melewati wilayah Jawa Timur. Bila hutan ini mengalami kerusakan maka akan berdampak kepada masyarakat Jawa Timur dalam mengakses kebutuhan air. Hutan seluas kurang lebih 88 ribu hektar ini hanya dijaga oleh 360 orang petugas. Oleh karenanya peran serta masyarakat dan instansi terkait sangat diperlukan untuk turut menjaganya. Di Kabupaten Batu dan Malang sendiri saat ini terdapat 133 desa yang terbagi dalam 24 Lembaga Desa Hutan (LDH). Dahulu pada tahun 1999 di kawasan ini banyak terjadi penjarahan, namun kini kondisi tersebut telah berubah. Seiring dengan gencarnya program sosialisasi yang dilaksanakan oleh petugas Perhutani serta meningkatnya kesadaran masyarakat, kini perbandingan antara jumlah pohon yang ditebang dan ditanam relatif sama. Disini masyarakat banyak menanam kopi jenis arabica yang dapat dipanen dalam waktu 2 hingga 3 tahun. Dari segi ekonomis, tanaman kopi arabica memiliki prospek yang lebih bagus dan menguntungkan bila dibandingkan sayur-mayur yang dulu ditanam oleh masyarakat. Untuk menarik minat pengunjung, di kawasan KPH Malang ini juga terdapat kurang lebih 40 objek wisata. Salah satu objek wisata yang terkenal adalah air terjun Coban Rondo. Adapun wisata hutan lindung banyak terdapat di kawasan Batu. Dalam kesempatan ini peserta juga disuguhi dengan penampilan kesenian campur sari Laras Wono Lestari dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kedung Sumber Rejeki yang merupakan binaan Perum Perhutani. LMDH Kedung Sumber Rejeki berdiri tahun 1997, dan mulai aktif sejak tahun 1998 untuk mendukung penanaman pohon. Sementara itu Ketua Pelaksana Bakohumas, Drs. James Pardede, MM, dalam sambutannya mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh Perum Perhutani. Menurutnya, tanpa adanya ketersediaan air yang cukup maka kita tidak akan dapat hidup. James menambahkan bahwa dalam menjalankan usahanya, Perhutani juga harus memperhitungkan unsur keuntungan, karena statusnya sebagai perusahaan umum. Mengenai keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian hutan, James sependapat bahwa peran masyarakat haruslah diberdayakan untuk bahu-membahu dengan Perhutani. James juga menambahkan bahwa para peserta yang datang ini adalah mereka yang bergerak di bidang komunikasi atau kehumasan, sehingga pihak Perhutani bisa memaksimalkan peran ini.Keesokan paginya acara dilanjutkan dengan kunjungan peserta ke Balai Besar Taman Nasional Bromo, Tengger Semeru. Di kawasan taman nasional seluas 50.276,20 hektar, yang terdiri dari 50.265,95 hektar daratan dan 10,25 hektar perairan ini para peserta dapat menyaksikan saat matahari terbit (sunrise) yang dilihat dari Gunung Penanjakan, kawah gunung Bromo yang didaki melalui anak tangga buatan sebanyak 249 buah, air terjun, laut pasir Tengger serta pemandangan padang savana Tengger yang memukau. (ka)

Baca juga:  BNNP ACEH : RELAWAN ANTI NARKOBA ADALAH SAHABAT KAMI

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel