Siaran Pers

LANJUTKAN PERJUANGAN BANGSA, KEPALA BNN LANTIK DUA PEJABAT TINGGI BNN

Dibaca: 25 Oleh 26 Nov 2013Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memaksimalkan upaya dalam menghadapi permasalahan Narkoba di Indonesia yang terus berkembang. Sepak terjang BNN dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tak lepas dari peran penting para pengambil kebijakan dalam menyikapi setiap permasalahan yang timbul. Kebijakan srategis yang telah BNN ambil merupakan buah pemikiran dari mereka yang peduli terhadap kondisi bangsa Indonesia saat ini.Seperti diketahui bersama permasalahan Narkoba saat ini masih terus menjadi polemik yang senantiasa membutuhkan keseriusan kita bersama dalam upaya penanganannya. Oleh karenanya, hari ini, Selasa (25/11), Kepala BNN, Anang Iskandar, melantik dua Pejabat Eselon I yang nantinya akan melanjutkan perjuangan BNN dalam memerangi kejahatan Narkoba di Indonesia. Kepala BNN, memberikan amanat kepada Drs. Deddy Fauzy Elhakim, yang sebelumnya menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri, untuk melanjutkan tugas Deputi Bidang Pemberantasan BNN, yang sebelumnya dijabat oleh Drs. Benny J Mamoto dan telah menyelesaikan masa kerjanya di tahun 2013 ini. Tugas Deputi Bidang Rehabilitasi BNN diserahkan kepada dr. Diah Setia Utami, Sp. KJ. MARS, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bina Upaya Kesehatan Jiwa Kemenkes RI menggantikan dr. Kusman Suriakusumah, Sp. KJ, MPH. Pergantian kepemimpinan merupakan hal yang lumrah, dan menjadi bagian dari dinamika organisasi dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. Kepada kedua pejabat yang telah dilantik, Kepala BNN memberikan beberapa penekanan penting. Pertama, seluruh pejabat harus mengenali permasalahan yang ada di lingkungan kerja yang baru. Kedua, para pejabat harus melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja. Ketiga, para pejabat baru ini harus mampu memperkuat kebersamaan internal dan koordinasi dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat. Poin terakhir, pejabat baru harus membangun sifat kepemimpinan yang berorientasi pada tugas pokok dan kepentingan masyarakat. Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), 24 Juni 2013 lalu, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menyamakan persepsi dan pemahaman tentang dua hal. Pertama, cara pandang masyarakat terhadap korban penyalahgunaan Narkoba. Dibutuhkan pemahaman yang sama dalam menangani korban penyelahguna narkoba agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan solusi penyelesaian. Kedua, penegakan hukum terhadap siapapun yang terlibat kedalam jaringan sindikat Narkoba. Penegasan hukuman terhadap pelaku kejahatan Narkoba akan memberikan efek jera dan penanganan korban penyalahguna Narkoba secara humanis akan memudahkan kita untuk merangkul mereka kembali menjadi generasi bangsa yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan Narkoba.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel