Unggulan

Kampanye Anti Narkoba Dengan “Gila”, Bilal Jadi Viral

Kampanye Anti Narkoba Dengan “Gila”, Bilal Jadi Viral
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 
BNN.GO.ID – DIY, Bagi warga yang tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya, maka nama Bilal Madukoro tidak akan terdengar asing di telinga Anda. Ya, dia adalah salah satu penggiat anti narkoba yang memiliki cara unik untuk menyampaikan pesan anti narkoba kepada masyarakat. Bahkan sebagian orang menilai aksinya tergolong “gila”.

Kampanye Anti Narkoba Dengan “Gila”, Bilal Jadi Viral

Ia mengampanyekan bahaya narkoba dengan cara bersepeda. Uniknya, setiap kali bersepeda, ia tidak pernah mengenakan baju. Slogan anti narkoba ia tuliskan di punggungnya sehingga orang bisa melihat pesan-pesan  tersebut. Selain menunjukkan pesan itu saat bersepeda, Bilal juga seringkali turun di jalan dan menyerukan pesan bahaya narkoba di lampu merah saat pengendara berhenti. Tentu saja dengan aksi unik tersebut, Bilal menjadi viral.
Tak hanya pesan anti narkoba yang ia sebarkan, tapi banyak hal penting, seperti indahnya toleransi, nasionalisme dan sejumlah pesan positif lainnya ia tulis di punggungnya yang bersanding dengan pesan bahaya narkoba. Bahkan di masa saat ini yang marak dengan ancaman corona, Bilal menyerukan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari corona dan juga narkoba.
Saat ditanyakan tentang latar belakang dari aksinya tersebut, Bilal mengisahkan dengan singkat tentang masa lalunya yang penuh dengan pengalaman  pahit. Ia mengaku di saat muda, tepatnya sejak SMA sekitar tahun 1988 ia mulai mengenal narkoba, dari mulai ganja hingga ke berbagai obat-obatan terlarang. Bahkan saat ia mendapatkan pekerjaan di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, ia semakin jatuh ke dalam lubang penyalahgunaan narkoba. Di lingkungannya, ia mulai bergaul dengan para penyalah guna narkoba lainnya yang berasal dari berbagai lintas daerah. Karena terlalu enjoy dengan narkoba, kehidupan rumah tangga Bilal pun mulai berantakan. Dua pernikahan ia telah jalani dengan gagal dan berakhir dengan perceraian.  Di pernikahan selanjutnya dengan Sumiatun rupanya Bilal masih belum juga sadar maksimal. Namun, sebuah kejadian memilukan menimpa Bilal, yaitu 17 rekan sejawatnya meninggal dunia setelah  pesta miras.  Perlahan ia mulai sadar untuk segera meninggalkan dunia kelamnya, apalagi sang istri, Sumiatun memberikan ultimatum keras dengan ancaman cerai jika Bilal tidak kunjung berubah. Dua peristiwa  itulah menjadi momentum bagi Bilal untuk menjadi orang yang lebih baik. Dukungan keluarga terutama istri menguatkan tekadnya untuk insyaf dan menjauhi narkoba.
Tahun 2016, adalah tahun titik balik Bilal ke arah yang lebih positif. Dari hasil perenungannya, Bilal memutuskan untuk bertobat. Tak hanya berhenti dari narkoba, tapi ia aktif berkampanye anti narkoba di jalan. Awalnya dengan cara normal ia menyampaikan pesan bahaya narkoba, tapi ia merasa tidak ada orang yang mau menggubrisnya. Hingga akhirnya ia tempuh cara unik, yaitu turun ke jalan tanpa mengenakan baju, tapi menuliskan pesan anti narkoba di punggungnya. Ia juga berkeliling dengan cara bersepeda sambil membawa misi anti narkoba yang tertulis jelas di punggungnya, atau jersey kulit ia biasa sebutkan konsepnya itu. Aksi pertama yang ia lakukan adalah pada tanggal 2 Juli 2016, tepat di hari ulang tahunnya. Pada saat itu ia membawa misi pertamanya yaitu mengampanyekan pesan anti miras dan anti narkoba dalam sebuah even sepeda. Setelah event itu, Bilal secara rutin terus melakukan aksi kampanye anti narkoba terutama di jalan di daerah Yogyakarta.
Gaya penyampaian pesan bahaya narkoba dengan cara turun ke jalan dan menarik perhatian publik ia akui terinspirasi oleh orang lain yang melakukan metode serupa. Seiring dengan intensitasnya untuk turun ke jalan dan menyuarakan bahaya narkoba, Bilal akhirnya semakin viral. Banyak orang yang mengenalinya dan juga mendukungnya.
Dalam perjalanannya menjadi penggiat anti narkoba, banyak pengalaman mengesankan yang ia rasakan. Hal yang paling tak terlupakan adalah ketika ia melakukan kampanye anti narkoba dengan cara bersepeda dari Yogyakarta ke Jakarta yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 17 Agustus 2017. Aksi ini pun mendapat apresiasi dari Kepala BNN yang saat itu dijabat oleh Budi Waseso.
Di sisi lain, pengalaman tidak enak pun pernah ia alami. Atas aksi yang ia lakukan, Ia hanya dianggap mencari sensasi oleh rekan dan juga kerabatnya. Bahkan, di awal-awal ia aktif di bidang ini, tidak ada sedikitpun dukungan dari keluarga. Makin ia dibully, dirinya justru makin semangat untuk membuktikan bahwa yang dilakukannya ini tulus untuk tujuan yang bagus. Karena konsisten dan dinilai positif oleh banyak orang, perlahan keluarga pun kian mendukung dan bangga. Bukan hanya itu, Bilal makin banyak dicari orang untuk beraktivitas bersama, seperti bersepeda. Menurut Bilal, semakin banyak teman, apalagi yang berasal dari kampungnya, maka ia makin bahagia karena bisa menularkan semangatnya dalam melawan narkoba. Menurutnya, target yang ia sasar paling utamanya itu memang lingkungan terdekatnya.
Hingga saat ini, ia pun merasa senang karena dapat mengajak rekan-rekan sejawatnya untuk gowes dan menerapkan pola hidup sehat tanpa narkoba. Salah satu sahabatnya yang setia menemani perjalanan kampanye anti narkoba ini adalah Galang Bumi Nusantara, seorang mantan preman yang sudah bertobat.
“Lewat sepeda kita jadi banyak saudara untuk mencari kesehatan dan kebahagiaan bersama di masa tua seperti ini,” ungkap pria yang kini menginjak usia separuh abad ini, dalam wawancara via telepon, pada Rabu (25/3/2020).
Saat ditanya, apa konsep menangkal anti narkoba dari sudut pandang Bilal, maka ia dengan lantang mengungkapkan agar BNN harus mendukung secara maksimal para penggiat narkoba di masyarakat. Ia juga mendorong agar BNN terus menciptakan para penggiat anti narkoba di tiap RT. Karena itulah, ia berharap agar BNN terjun langsung untuk bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.
Sebagai penutup dari pembicaraannya, Bilal berharap agar kerja sama dengan BNN terus terjalin dengan kuat. Agar sosialisasi bahaya narkoba lebih optimal, ia berharap agar BNN berkenan memberikan dukungan berupa bahan-bahan informasi seperti banner, atau sticker yang ia bisa bagikan ke masyarakat luas agar mereka mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkoba.

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Baca juga:  Menpan Dukung BNN Rehab Pecandu Narkoba

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. :@infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

#Bersinar

#Stopnarkoba

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel