Edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba penting untuk terus menerus disuarakan, agar masyarakat luas memiliki pemahaman yang benar dan dapat terbangkitkan imunitas pada dirinya sehingga tergerak untuk melakukan aksi nyata, berkontribusi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).Terkait dengan edukasi masyarakat, media massa memegang peran penting, karena memiliki potensi dan kapasitas mempengaruhi opini dan perilaku masyarakat untuk memerangi kejahatan narkoba.Jurnalisme yang mampu menginspirasi masyarakat untuk mau terlibat aktif dalam upaya-upaya pencegahan sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Sangat banyak keluarga yang anggota keluarganya menjadi pecandu tetapi tidak tahu harus berbuat apa, tidak tahu harus berkonsultasi dengan siapa, tidak tahu harus dibawa kemana si pecandu tersebut, dan masih banyak lagi ketidak tahuan lainnya. Disinilah para jurnalis dapat memerankan kepahlawanannya manakala mampu mempengaruhi dan memberikan pencerahan kepada masyarakat melalui jurnalismenya.Oleh karena alasan itulah, Bagian Humas BNN menyelenggarakan kegiatan Forum Komunikasi dan Silaturahmi dengan Media Massa, di Bogor, Jumat-Sabtu (13-14/10/2017). Kepala Biro Umum BNN, Budi Susilo berharap agar kegiatan antara Humas BNN dan media massa ini bisa saling memberi masukan, bertukar informasi dan bersinergi saling menguatkan dalam rangka melaksanakan tugas kemanusiaan mencegah dan memerangi penyalahgunaan narkoba. Dalam kegiatan ini, Direktur Pemberitaan Harian Media Indonesia, Usman Kansong juga sebagai narasumber dan menegaskan bahwa penulisan berita jangan sampai membuat masyarakat justru mengalami misleading. Jangan sampai pemberitaan tersebut justru menginspirasi masyarakat untuk terlibat bisnis narkoba karena alasan ingin ikut menikmati keuntungan finansial yang sangat besar atau menginspirasi masyarakat ingin mencoba menikmati barang haram tersebut. Penting untuk diperhatikan, penulisan berita lebih ditekankan kepada efek negatif akibat mengkonsumsi narkoba, tonjolkan aspek humanisme dan empati kepada para korban penyalahgunaan dan penyalahguna narkoba, sebaliknya tonjolkan pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh para bandar dan jaringan sindikat narkoba yang telah membunuh ribuan orang dan menyengsarakan jutaan orang.Menurutnya, proporsi pemberitaan yang terkait dengan program-program pencegahan juga harus ditingkatkan, karena selama ini pemberitaan tentang pemberantasan sangat dominan bila dibandingkan dengan pencegahan. Padahal kita semua paham bahwa masyarakat juga butuh informasi lainnya, seperti misalnya yang terkait dengan rehabilitasi, pencegahan, partisipasi masyarakat dan informasi penanganan korban atau pecandu narkoba. Sekalipun menulis tentang pemberantasan, seyogyanya jurnalis juga menyisipkan nuansa pencegahan atau mengemas tulisannya sedemikian rupa sehingga memberi kesan bahwa Pemberantasan yang dilakukan adalah dalam rangka pencegahan, sehingga yang menonjol bukan jumlah barang bukti yang berhasil disita atau berapa rupiah nilai barang bukti tersebut tetapi berapa banyak jiwa yang bisa diselamatkan dan berapa banyak orang yang tidak bisa mengkonsumsi akibat tersitanya barang bukti tersebut.Usman juga menambahkan, cerita-cerita dramatis dan heroik terkait dengan upaya pecandu sembuh dan terlepas dari kecanduannya juga perlu diangkat agar dapat menginspirasi para pecandu lainnya atau keluarganya untuk terbebas dari cengkeraman narkoba.Sementara itu, Hendrajid Widagdo, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Desa Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebagai narasumber kedua menyampaikan tentang permasalahan penanaman ganja di Aceh yang masih sangat kompleks. Menurutnya, BNN perlu berinovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu melalui program Alternative Development. Program ini menitik beratkan pada upaya merubah pola hidup petani ganja menjadi petani tanaman produktif, mengubah lahan ganja menjadi lahan tanaman produktif. Tentu dalam merealisasikan program ini BNN tidak mampu bekerja sendiri melainkan harus ada kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait.Sulistiandriatmoko, Kepala Bagian Humas BNN, berharap forum komunikasi dan silaturahmi dengan media massa ini berkelanjutan dan terjadi ikatan emosional yang kuat antara Humas BNN dengan media massa, sehingga dapat tercapai sinergitas yang saling menguatkan. [12:36, 10/16/2017]Mank Budi Humas:
Berita Utama
Humas BNN dan Media Massa samakan persepsi dorong masyarakat agar mau mengedukasi diri sendiri untuk pahami Bahaya Penyalahgunaan Narkoba
Terkini
-
SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS 06 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI BEKALI 5.000 MAHASISWA BARU UI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA DI PKKMB 2026 04 Agu 2026 -
CHANGE TALK JADI BEKAL PETUGAS REHABILITASI DALAM MENDORONG PERUBAHAN PERILAKU KLIEN 04 Agu 2026 -
BNN PERKUAT KOMPETENSI PETUGAS REHABILITASI MELALUI PELATIHAN LAYANAN REHABILITASI BERKELANJUTAN 03 Agu 2026 -
TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN PERSONEL, BNN TEMPA PASUKAN DAKJAR MELALUI PELATIHAN RPE 03 Agu 2026 -
BNN BERSAMA BEA DAN CUKAI BONGKAR JARINGAN PENYELUNDUPAN VAPE BERISI ETOMIDATE ASAL MALAYSIA 03 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI MALAM PENGANUGERAHAN HOEGENG AWARDS 2026 01 Agu 2026
Populer
- BNN GELAR BIMTEK ARSIP DIGITAL 2026 UNTUK BIROKRASI YANG MODERN DAN AKUNTABEL 07 Jul 2026

- BNN DUKUNG PENGUATAN PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PELUNCURAN GERAKAN BERLIAN 07 Jul 2026

- KOMITE I DPD RI USULKAN MOU DENGAN BNN UNTUK PERKUAT PELAKSANAAN P4GN DI DAERAH 08 Jul 2026

- TUTUP LATSAR CPNS 2026, SESTAMA BNN RI TEKANKAN INTEGRITAS ASN DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA 08 Jul 2026

- BNN GELAR EVALUASI REHABILITASI BERKELANJUTAN 08 Jul 2026

- BNN RAIH KATEGORI BAIK DALAM EVALUASI PELAKSANAAN REHABILITASI BERKELANJUTAN SEMESTER I 2026 08 Jul 2026

- BIMTEK ARSIP DIGITAL BNN TAHUN 2026 RESMI DITUTUP, TIGA ARSIPARIS RAIH PREDIKAT TERBAIK 10 Jul 2026
