Tugas dan tanggung jawab orang tua dewasa ini tidak semakin mudah untuk dapat mengantarkan generasi muda bebas dari jerat penyalahgunaan narkoba. Sebab, peredaran gelap narkoba masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia maupun dunia Internasional.Pada 2015 apabila tidak segera dilakukan upaya pencegahan dan penanggulangan secara sungguh-sungguh, diprediksi jumlah penyalahguna narkoba akan terus meningkat sampai 5,1 juta orang, atau sekitar 2,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia, dibandingkan jumlah penyalahguna narkoba pada 2010 hanya mencapai 2,21 persen. Berdasarkan data BNN, pada 2008 kelompok umur 10 – 59 tahun merupakan kelompok yang banyak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan ancaman serius terhadap berbagai aspek kehidupan dan masa depan generasi muda negeri ini. Bahkan, mereka yang dijadikan sasaran para sindikat narkoba tidak melihat golongan, status, jenis kelamin, umur, dan sebagainya. Namun yang harus diketahui, dampak yang ditimbulkan oleh permasalahan tersebut apabila tidak segera dituntaskan akan menjadi sangat luas, baik menyangkut aspek kehidupan, kesejahteraan, ekonomi, sosial, politik, juga keamanan.Upaya-upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, tidak bisa menggunakan cara-cara biasa karena yang dilakukan oleh sindikat narkoba dalam menjerat sasarannya tergolong sebagai kejahatan luar biasa yang tidak berperi kemanusiaan. Karena itu, masyarakat harus paham jika tanggung jawab pencegahahn dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap tidak semata tanggung jawab pemerintah dan aparat terkait, tetapi juga menjadi beban bersama masyarakat untuk ikut memerangi.Kepedulian masyarakat terhadap keadaan lingkungan sekeliling tempat tinggal mereka harus terus ditingkatkan. Mereka harus sadar, tidak boleh ada rumah tangga yang dijadikan sarang kegiatan oleh para sindikat narkoba. Kewaspadaan terhadap hal-hak yang mencurigakan sebelum berubah menjadi ancaman harus segera dilaporkan kepada aparat agar dapat ditangani secara cepat dan cermat.Disamping itu, perlu dipahami oleh para orang tua upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dimulai dari rumah tangga masing-masing. Tidak seorang pun orang tua menghendaki “buah hati”nya terjerat penyalahgunaan narkoba. Karena itu para ahli menganjurkan agar supaya orang tua melakukan tindakan kepada anak, antara lain :- Memberikan landasan keimanan yang kuat dengan menjalankan syariat agama masing-masing, serta memberi teladan hidup yang baik terhadap diri sendiri maupun sesamanya.- Memberikan rasa aman kepada anak dengan menunjukkan rasa cinta dan sayang keluarga dengan perbuatan nyata, seperti memberikan pelukan atau ciuman sewajarnya.- Menciptakan suasana rumah tangga yang hangat, terbuka, dan harmonis sehingga ada perasaan kesulitan bagi anak untuk menyampaikan buah pikiran, keluhan, usulan, atau meminta penjelasan akan hal-hal yang ingin dia ketahui tetapi kesulitan mencari tempat bertanya.- Meluangkan waktu untuk anak wajib dilakukan, karena mereka butuh pendampingan dalam kehidupan sehari-harinya dan dapat menjadi teman untuk diajak bermain sekalipun.-Melatih dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak adalah hal penting, misalkan dalam mengerjakan pekerjaan tugas rumah tangga dia dilibatkan pada pekerjaan yang sederhana dan menyenangkan buat dia.- Memberikan pujian atas prestasi yang diraih anak sangat perlu untuk memberikan dukungan semangat sekaligus ungkapan penghargaan yang dapat bermanfaat membangun sikap percaya diri.- Menjadi sumber informasi yang benar bagi anak untuk menjelaskan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba serta akibat yang ditimbulkan serta bagaimana cara menolak tawaran penyalahgunaan narkoba.Dengan kedekatan orang tua kepada anak maka segala sesuatu yang menyimpang dilakukan oleh anak secara sengaja atau tidak sengaja dapat dilakukan pencegahan dini. Orang tua sekarang tidak boleh bersikap otoriter terhadap anak mereka karena hal demikian dapat menimbulkan tekanan psikologis yang akibatnya justru sikap tidak baik.Semoga dengan tindakan awal yang positif dari rumah, akan terbangun karakter, sikap, budi pekerti anak yang tangguh. Pendidikan keseharian, keharmonisan rumah tangga diharapkan berbuah keberanian menolak narkoba.(Thms)
Artikel
Diawali Dari Rumah, Mencegah Penyalahgunaan Narkoba
Terkini
-
BNN PERKUAT KERJA SAMA REGIONAL HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA SINTETIS 27 Okt 2026 -
BNN Jemput Tersangka dan Barang Bukti 1,16 Ton Ketamin Kasus Kapal Medan 27 Okt 2026 -
BNN DUKUNG KAMPANYE ANTINARKOBA MELALUI SENI DAN BUDAYA 25 Okt 2026 -
BERSINERGI BERANTAS NARKOTIKA, LINDUNGI MASA DEPAN ANAK BANGSA 24 Okt 2026 -
SINERGI BNN, POLRI, BEA DAN CUKAI UNGKAP LABORATORIUM GELAP NARKOTIKA JARINGAN INTERNASIONAL, SITA 1,2 TON SABU 23 Okt 2026 -
TIM GABUNGAN BNN, POLRI, SERTA BEA DAN CUKAI AMANKAN KAPAL TANKER BERMUATAN 1,16 TON KETAMINE 23 Okt 2026 -
BNN UNGKAP 98 PERSEN SAMPEL CAIRAN VAPE YANG DIUJI, POSITIF MENGANDUNG NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, ATAU NPS 23 Okt 2026
Populer
- HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA, BNN DORONG PENGUATAN SINERGI BERSAMA BAKOM RI 30 Sep 2026

- BANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI KLIEN PASCAREHABILITASI, BNN GANDENG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN 01 Okt 2026

- BNN TINGKATKAN KESADARAN KEAMANAN SIBER MELALUI SOSIALISASI SECURITY AWARNESS 2026 01 Okt 2026

- KEPALA BNN RI SUYUDI ARIO SETO RESMI DILANTIK MENJADI KAPOLRI 02 Okt 2026

- KEPALA BNN RI LEPAS SEJUMLAH PEJABAT PIMPINAN TINGGI YANG MEMASUKI MASA PURNA TUGAS 01 Okt 2026

- GELAR RAPAT PENGOLAHAN DATA IKM LAYANAN REHABILITASI 2026, BNN DORONG EFISIENSI ADMINISTRASI DAN PENINGKATAN MUTU LAYANAN 30 Sep 2026

- BNN LANTIK 10 PEJABAT, PERKUAT PELAKSANAAN P4GN 29 Sep 2026
