KUNINGAN- Kepedulian terhadap alam dan lingkungan sudah menjadi bagian hidup bagi Komunitas Hijau dan Pecinta Alam Kuningan. Namun, bagaimana jika mereka diajak untuk ikut peduli terhadap permasalahan sosial, yakni penyalahgunaan narkoba?Sabtu, (3/5) kemarin, lebih dari 60 anggota Komunitas Hijau dan Pecinta Alam Kuningan dari berbagai usia dan kalangan mengikuti kegiatan Saresehan Informasi Bahaya dan Dampak Buruk Narkoba di Rumah Dampingan Tenjolaut, Kuningan.Avo Juhartono, Ketua Komunitas Hijau Kuningan mengatakan, komunitasnya mendukung kampanye antinarkoba dan akan bekerja sama dengan BNN dalam rangka pencegahan penyalahgunaan narkoba, baik di kalangannya sendiri, maupun kepada masyarakat lainnya. Bagi kami, say yes to back to nature, say no to drugs (katakan iya kembali pada alam, katakan tidak pada narkoba), ujarnya. Dengan mendekatkan diri pada alam dan lingkungan, seseorang dapat mengetahui siapa dirinya sehingga terhindar dari krisis identitas diri yang seringkali menjatuhkan seseorang ke dalam penyalahgunaan zat dan obat berbahaya. Namun, hal tersebut juga tetap perlu diseimbangkan dengan keterampilan lainnya, seperti memilah pergaulan yang sehat dan meningkatkan pengetahuan dasar tentang bahaya narkoba.Pada kesempatan kali itu, Avo bersama kalangan pecinta alam SMAN 2 Kuningan, SMAN 1 Garawangi, Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, dan Aktivitas Anak Rimba (AKAR) menyampaikan, selama ini mereka sering bertanya-tanya seputar bangunan yang berdiri di sekitar Palutungan. Pada kesempatan kali ini, saya mengajak teman-teman komunitas untuk melihat lebih dekat bangunan Rumah Dampingan BNN RI, tutur Avo.Mengenai hal tersebut, Kepala BNN Kab. Kuningan Guruh Irawan Zulkarnaen mengenalkan bangunan Rumah Dampingan yang berfungsi sebagai sarana bagi korban narkoba yang menjalani masa pascarehabilitasi sebelum kembali kepada lingkungan sosialnya. Guruh juga mengatakan akan membuka komunikasi yang baik dengan Komunitas Hijau dan Pecinta Alam Kuningan. BNN mendukung kegiatan komponen masyarakat dalam rangka P4GN dan bagi rekan-rekan pecinta alam dipersilakan melakukan kegiatan positif di Rumah Dampingan, tegasnya.Menanam PohonSelain bertukar informasi dengan BNN Kab. Kuningan, peserta kegiatan Saresehan juga melancarkan aksi penghijauan dengan menanam 210 bibit pohon Jati dan Gembelina di sekitar bangunan Rumah Dampingan. Melalui kegiatan tersebut, Avo dan komunitasnya berharap agar lingkungan sekitar bangunan tersebut tetap diperhatikan.Sementara itu, kegiatan tersebut juga bertepatan dengan kunjungan Direktur Pascarehabilitasi BNN Yunis Farida Oktoris ke Rumah Dampingan, Kuningan. Yunis menyambut baik kegiatan dan aktivitas positif di Rumah Dampingan. Menurut Yunis, bangunan itu dapat dimaksimalkan sebagai sarana penunjang kegiatan dalam mendukung program pemerintah menangani permasalahan narkoba.Sejauh ini, Rumah Dampingan juga kerap dijadikan sarana kegiatan pembinaan dan pendampingan mantan pecandu narkoba agar tidak terjerumus (lagi) kepada narkoba. Selain itu, Yunis juga mengingatkan peserta Rumah Dampingan yang sedang menjalani program pascarehabilitasi untuk memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dan mencoba belajar mengenali diri dari alam, misalnya aktivitas menanam pohon.Dengan menanam pohon, kita memahami bagaimana proses tumbuh-kembang makhluk hidup dan menyadari betapa berharganya hidup seorang manusia jika terjerumus pada narkoba, pungkasnya.
Berita Utama
Dekatkan Diri pada Alam, Jauhi Narkoba!
Terkini
-
KEPALA BNN RI TEGASKAN KOMITMEN PERANG MELAWAN NARKOBA UNTUK KEMANUSIAAN 28 Agu 2025
-
BNN RESMI TUTUP PELATIHAN DASAR CPNS TAHUN 2025, CETAK SDM UNGGUL DAN BERINTEGRITAS 27 Agu 2025
-
RESMI JABAT KEPALA BNN RI, SUYUDI ARIO SETO HADIRI AGENDA PERDANA BERSAMA PRESIDEN PRABOWO 27 Agu 2025
-
KEPALA BNN RI TEGASKAN ARAH KEBIJAKAN DAN NILAI UTAMA DALAM MELAWAN NARKOBA 26 Agu 2025
-
PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO RESMI MELANTIK SUYUDI ARIO SETO SEBAGAI KEPALA BNN RI 25 Agu 2025
-
PERERAT HUBUNGAN BILATERAL, KEPALA BNN RI IKUTI PERAYAAN 60 TAHUN KEMERDEKAAN SINGAPURA 22 Agu 2025
-
Rapat lanjutan Penyusunan Draf Dokumen Kolaborasi Penanganan Kawasan Rawan Tanaman Terlarang dan Kawasan Rawan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba 22 Agu 2025
Populer
- KEPALA BNN RI BERIKAN ARAHAN KEPADA CPNS LULUSAN STIN 03 Agu 2025
- AKHIRI BENCHMARKING, QCADAAC FILIPINA AKUI STRATEGI P4GN INDONESIA LAYAK DICONTOH 03 Agu 2025
- HARI KETIGA BENCHMARKING, DELEGASI QCADAAC KUNJUNGI FASILITAS BNN DI LIDO 01 Agu 2025
- SINERGI BNN-BIN-LEMHANAS, PERKUAT INTELIJEN LAWAN SINDIKAT NARKOTIKA 31 Jul 2025
- PENYEMPURNAAN PERUBAHAN RUU NARKOTIKA, BNN SERAP ASPIRASI PENEGAK HUKUM DAN AKADEMISI DI JAMBI 04 Agu 2025
- BENCHMARKING QCADAAC: STRATEGI KOLABORASI PENCEGAHAN NARKOBA DI INDONESIA JADI INSPIRASI FILIPINA 31 Jul 2025
- BELAJAR DARI DESA PONGGOK, BNN KEMBANGKAN STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT 08 Agu 2025