Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tana Toraja kembali mengagalkan peredaran Narkotika Golongan I Jenis Karisoprodol (PCC), sebanyak 937 (sembilan ratus tiga puluh tujuh) butir Pil PCC dan 2002 (dua ribu dua) butir Pil yang belum diketahui jenisnya diamankan pada hari Rabu tanggal 25 April 2018 sekira pukul 11.25 wita. Pengungkapan ini menambah rentetan pengungkapan kasus PCC yang berhasil diungkap oleh BNNK Tana Toraja. Sebelumnya pada tanggal 12 April dan 15 April 2018 BNNK Tana Toraja telah berhasil menangkap 2 (dua) orang wanita dengan barang bukti Narkotika Golongan I Jenis Karisoprodol (PCC) sebanyak 1287 butir.Penangkapan dilakukan terhadap seorang laki-laki bernama HS (29) di Jalan Poros Makale-Rantepao tepatnya di Rantelemo, Makale Utara, Tana Toraja. HS diamankan saat hendak melakukan transaksi dengan pembeli Narkotika Jenis Karisoprodol (PCC) yang dibawa HS dari Makassar ke Tana Toraja menggunakan sepeda motor. Petugas BNNK Tana Toraja kemudian melakukan penggeledahan terhadap tersangka HS dan menemukan tiga paket narkotika yang disimpan dalam tas kecil berwarna hitam milik HS. Satu paket Narkotika milik HS dikemas dalam plastik bening ukuran besar dan dua paket narkotika lain dikemas dalam tempat obat berwarna putih.Menurut pengakuan, HS membeli narkotika jenis karisoprodol (PCC) sebanyak 937 butir dan 2002 butir pil yang belum diketahui jenisnya di dua tempat yang berbeda di Kota Makassar seharga Rp 8.200.000,00. Rencananya HS akan menjual narkotika tersebut kepada pembeli di Toraja dengan keuntungan Rp 2.400.000,00. BNNK Tana Toraja telah mengetahui identitas penjual Narkotika Gol I Jenis Karisoprodol yang berada di Makassar dan telah berkoordinasi dengan BNNP Sulawesi Selatan untuk terus melakukan pengembangan dan pengejaran. Atas perbuatannya tersangka HS diancam dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 Tahun.Kepala BNN Kabupaten Tana Toraja menghimbau masyarakat Toraja untuk tidak tergiur dengan keuntungan yang didapatkan dari jual-beli narkotika, resiko yang dihadapi yaitu pidana mati dan penjara minimal 6 tahun tidak sebanding dengan keuntungan yang didapatkan. Pikirkan terlebih dahulu keluarga yang terlantar dan stigma negatif yang diterima apabila dipenjara karena terlibat kasus narkotika. BNNK Tana Toraja tidak akan segan menindak para pelaku kejahatan narkotika tanpa pandang bulu. Tidak lupa Kepala BNNK Tana Toraja mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Tana Toraja yang telah memberikan informasi untuk mengungkap kasus peredaran narkotika ini. #stopnarkoba
Berita Utama
BNNK Tana Toraja Kembali Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Karisoprodol (PCC)
Terkini
-
BNN DAN BSSN BANGUN KEKUATAN BERSAMA, TANGKAL KEJAHATAN NARKOTIKA DI RUANG SIBER 10 Apr 2026 -
BNN MENANG TELAK PRAPERADILAN KASUS TPPU 40 KG SABU JARINGAN MALAYSIA DI PN BATAM 10 Apr 2026 -
HADIRI TAKLIMAT PRESIDEN, BNN PERKUAT SINERGI DALAM KEBIJAKAN STRATEGIS NASIONAL 09 Apr 2026 -
BNN-BNPT PERKUAT KOORDINASI, ANTISIPASI ANCAMAN NARKOTIKA DAN TERORISME 09 Apr 2026 -
BNN DAN KEMENTERIAN IMIPAS OPTIMALKAN SINERGI P4GN 09 Apr 2026 -
PERLUAS JANGKAUAN LAYANAN, BNN SINERGIKAN FASILITATOR P4GN DAN POSBANKUM KEMENKUM 09 Apr 2026 -
BNN DESAK PENGUATAN KEWENANGAN DAN NOMENKLATUR LEMBAGA DALAM RUU NARKOTIKA BARU 08 Apr 2026
Populer
- BNN PAPARKAN PENANGANAN KASUS PENYELUNDUPAN 1,9 TON SABU DALAM RDP KOMISI III DPR RI 12 Mar 2026

- BUKA PUASA BERSAMA TNI-POLRI, PERKUAT SINERGITAS ANTARINSTANSI 13 Mar 2026

- BNN MUSNAHKAN 35 KG BARANG BUKTI NARKOTIKA HASIL UNGKAP KASUS DI BANDARA DAN CLANDESTINE LABORATORY DI BALI 17 Mar 2026

- BNN TEGASKAN KOMITMEN INDONESIA DALAM PENGENDALIAN NARKOTIKA GLOBAL DI SIDANG CND KE-69 15 Mar 2026

- KEPALA BNN PIMPIN DELEGASI RI DI CND WINA, DORONG PENDEKATAN BERIMBANG PENANGANAN NARKOTIKA 15 Mar 2026

- KEPALA BNN PIMPIN DELEGASI RI DI CND WINA, DORONG PENDEKATAN BERIMBANG PENANGANAN NARKOTIKA 13 Mar 2026

- BNN MAKNAI IDUL FITRI SEBAGAI MOMENTUM REFLEKSI DAN PENGUATAN SINERGI ORGANISASI 30 Mar 2026
