Deputi Bidang Rehabilitasi BNN mengirim 47 orang mantan pecandu Narkotika ke pusat konservasi alam untuk mengikuti program pasca rehabilitasi di Tambling Wildelife Nature Conservation (TWNC). Mereka merupakan mantan pecandu yang telah menjalani proses rehabilitasi medis dan sosial di pusat rehabilitasi BNN. Dari 47 orang mantan pecandu tersebut, 12 orang diantaranya berasal dari UPT Rehabilitasi BNN di Lido-Sukabumi, 30 orang berasal dari UPT Rehabilitasi BNN di Badokka, Makassar dan 5 orang lainnya berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Para mantan pecandu tersebut berkumpul di Kantor BNN cawang untuk kemudian melakukan perjalanan ke TWNC, Tambling, Lampung Barat dan menjalankan program pasca rehabilitasi.Seperti kita ketahui, program pasca rehabilitasi merupakan kelanjutan dari program Rehabilitasi medis dan sosial yang sebelumnya telah diterapkan kepada para mantan pecandu. Pada tahap ini mantan pecandu akan mendapatkan terapi psikososial, keagamaan, dan pendidikan berbasis kinerja dan konservasi alam. Selama tiga bulan, para mantan pecandu akan mendapatkan keterampilan dan pelatihan kerja sebagai bekal untuk kembali berintegrasi dan bersosialisasi di lingkungan masyarakat. Program pasca rehabilitasi bermetode konservasi alam ini sendiri sudah berjalan sejak tahun 2011 lalu. Hutan konservasi TWNC sendiri mulai digunakan sebagai fasilitas pasca rehabilitasi oleh BNN sejak dilakukannya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BNN dengan Yayasan Artha Graha Peduli (YAGP), pada 6 Januari 2012 lalu dan diperpanjang melalui pembaharuan Perjanjian Kerja Sama pada 12 April 2013. Pihak YAGP memberikan sarana dan prasarana dalam mendukung pelaksanaan kegiatan pascarehabilitasi di TWNC yang terletak di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung Barat. Sepanjang tahun 2012, BNN telah mengirim 240 orang mantan pecandu untuk mengikuti program pascarehabilitasi di TWNC sebagai bentuk implementasi kerja sama tersebut. Kawasan konservasi alam dan fauna seluas lebih dari 45.000 hektar yang dikelola Artha Graha Network (AGN) ini dikenal sebagai tempat keanekaragaman hutan dan satwa. Selain itu, kawasan ini juga merupakan pelestarian hutan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan dan pemanasan global. Di kawasan Tambling ini sering juga dilakukan pelepasliaran beberapa jenis hewan yang memiliki sejarah konflik dengan manusia seperti harimau Sumatera. Pendekatan yang dilakukan terhadap mantan pecandu melalui pengenalan kecintaan alam ini, diharapkan dapat menimbulkan rasa kecintaan para mantan pecandu terhadap dirisendiri dan lingkungan sekitar, sehingga mampu menekan persentase terjadinya relaps (kembali menggunakan Narkoba).
Berita Utama
BNN KIRIM MANTAN PECANDU NARKOBA KE TAMBLING
Terkini
-
BNN RESMI BUKA REFRESHER TRAINING PETUGAS PENDAMPING IBM 2026: DORONG PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN HINGGA TINGKAT DESA/KELURAHAN 21 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI BERIKAN KULIAH UMUM DAN TEKEN MOU DI PKKMB UNIVERSITAS PANCASILA 18 Sep 2026 -
GARUDA BERSINAR, KAWAL KEBERLANJUTAN PROSES PEMULIHAN 17 Sep 2026 -
BNN AMANKAN WNA CHINA BAWA 14,6 KG GANJA DI SOEKARNO-HATTA 17 Sep 2026 -
GENERASI MUDA JAWA BARAT LAWAN NARKOBA MELALUI PASANGGIRI AGUNG KAWIH SINOM 17 Sep 2026 -
BNN DAN TNI AD PERKUAT SINERGI DALAM UPAYA P4GN 17 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI AUDIENSI DENGAN KASAU, PERKUAT KOLABORASI P4GN 16 Sep 2026
Populer
- KEPALA BNN RI: MAHASISWA HARUS JADI AGEN PERUBAHAN LAWAN NARKOTIKA 26 Agu 2026

- IKR 2026 DORONG TRANSFORMASI LAYANAN REHABILITASI BERBASIS KETERPULIHAN 27 Agu 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI PELUNCURAN NATIONAL RISK ASSESSMENT (NRA) 2026 27 Agu 2026

- BNN HADIRI PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H TINGKAT NASIONAL 27 Agu 2026

- IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI 03 Sep 2026

- KOMISI III DPR RI DUKUNG PENGUATAN ANGGARAN BNN HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA 02 Sep 2026

- SUARAKAN PENCEGAHAN MELALUI SENI TRADISIONAL, BNNP JAWA BARAT SUKSES GELAR PENJURIAN PASANGGIRI AGUNG NGAWIH SINOM “NARKOBA MUSUH BANGSA” 04 Sep 2026
