Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis (25/7) lalu memberikan bimbingan teknis dan menyerahkan bantuan dana kepada Pondok Pesantren dan Pusat Rehabilitasi Al-Islamy di Banjarharjo Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Bantuan dana yang diberikan kemarin merupakan program dari Deputi Bidang Rehabilitasi BNN.Kombes Dwi Siswo Subagyo SKM, M.Si selaku Analis Terapi dan Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN didampingi dua staf Direktorat PLRKM Tri Sulistya HW, S.Psi dab Handoko mengatakan bahwa Ponpres Al-Islamy merupakan salah satu tempat rehabilitasi pecandu narkoba yang dianggap berhasil oleh BNN. Karena alasan itulah, BNN melakukan verifikasi sekaligus memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada para pengurus Ponpres Al-Islamy.Hasil bimtek tersebut, kata Kombes Dwi, akan menjadi landasan kelayakan bagi Al-Islamy mendapatkan bantuan pendanaan untuk pengelolaan rehabilitasi. Ada empat segi yang kita berikan bimtek, yaitu, mulai dari segi pelayanan, segi program rehabilitasi yang dijalankan, evaluasi terhadap program yang sudah ada dan segi kelembagaan, katanya (dikutip dari Harian Bernas Jogja, Kamis siang).Tujuan dari bimtek ini, lanjutnya, adalah untuk penilaian lembaga dalam rangka peningkatan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebuah pusat rehabilitasi pecandu narkoba lembaga rehabilitasi non komunitas terapeutik komponen masyarakat. Bantuan dana yang disalurkan digunakan untuk penguatan dukungan terhadap kinerja Ponpres Al-Islamy.Setidaknya ada beberapa komponen dukungan yang kita perkuat seperti pembiayaan konseling assessment dan pelaporan, peningkatan kompetensi petugas dan konselor adiksi dan pelayanan rehabilitasi, ujar Kombes Dwi.Pondok yang dikelola oleh KH R Anas Priharsaya ini memiliki daya tampung 80 santri rehab. Dan saat ini ada 15 pecandu dan penderita gangguan mental yang menjalani terapi dan rehabilitasi di Ponpres Al-Islamy.Dipilihnya Ponpres Al Islamy sebagai penerima bantuan dukungan penguatan program yang mencapai puluhan juta itu karena pusat rehabilitasi pecandu narkoba tersebut merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) milik masyarakat. Bantuan dukungan penguatan bisa dimanfaatkan oleh Pondok sebaik-baiknya untuk pengembangan lembaga tersebut, ujarnya.Pengelola Ponpres Al-Islamy Hj. Puji Utari SE mengatakan dalam menggunakan bantuan dukungan penguatan program dari BNN tersebut akan selalu berpatokan pada ketentuan BNN. Kami tidak berani memakai anggaran tersebut kecuali sesuai dengan acuan standar BNN. Apalagi dalam acuannya sudah sangat jelas baik itu untuk makan, konselor dan sebagainya, tegasnya.Terapi DzikirSalah satu ustad dan pembimbing santri, Muzayyin mengatakan, Ponpres Al-Islamy memadukan berbagai metode terapi dan rehabilitasi. Meski demikian, Muzayyin menegaskan bahwa metode dzikir merupakan metode utama yang diterapkan oleh Ponpres. Dan Alhamdulillah, sudah banyak yang berhasil kami rehabilitasi. Salah satunya seorang laki-laki dari Solo yang baru berada di sini sekitas 10 hari. Hanya dalam waktu satu pecan, kami bisa menyembuhkannya dari kecanduan sabu, tandas ustad Muzayyin yang pernah mengajar enam tahun di Ponpres khusus rehabilitasi Suralaya ini.Seperti dikutip dalam Bernas Jogja, mereka sempat menemui dan mewawancarai pecandu yang dimaksudkan oleh pembimbing ponpres tersebut. Laki-laki tersebut mengaku bernama Riza Ahmad dan tinggal di Kampung Penumping Solo. Saat ditanyakan tentang bagaimana dirinya bisa kecanduan, ia mengaku sudah sejak SMA mulai mencoba narkoba. Saya mulai pakai dari SMA. Saat itu patungan dengan temen-temen untuk beli heroin, ujar bapak tiga anak ini.Usai lulus SMA, Riza beralih ke sabu. Alasannya saat itu, sabu tidak menyebabkan sakaw seperti saat dia menggunakan heroin. Namun lama-kelamaan, dia merasa jenuh dan ingin berhenti. Ia mengaku banyak menghabiskan uang untuk sekedar membeli sabu-sabu. Sementara ketiga anaknya terus tumbuh dan membutuhkan banyak biaya.Heroin harganya lebih murah dari sabu. Satu gram sabu ada yang berharga 1,3 juta atau lebih. Lama-kelamaan uang saya habis dan saya lalu berpikir untuk berhenti. Anak-anak sudah semakin besar, dan yang paling besar kini duduk di bangku kelas empat SD. Mereka semua butuh biaya, kata pria yang mengaku berbisnis pakaian jadi ini.Keinginan yang kuat untuk sembuh dari kecanduan membuat dirinya menghubungi sang paman yang ada di Jogja. Saat itu, tidak ada satu pun keluarganya yang mengetahui dia pecandu.Saya sangat tertutup sekali dan akhirnya saya putuskan telepon paman di Jogja. Dia yang menyarakan saya ikut rehab di sini, jelasnya.(fer/dikutip dari bernas jogja dan kedaulatan rakyat)
Berita Utama
BNN BIMTEK DI PONDOK PESANTREN AL-ISLAMY KULONPROGO
Terkini
-
KEPALA BNN RI BERIKAN KULIAH UMUM DAN TEKEN MOU DI PKKMB UNIVERSITAS PANCASILA 18 Sep 2026 -
GARUDA BERSINAR, KAWAL KEBERLANJUTAN PROSES PEMULIHAN 17 Sep 2026 -
BNN AMANKAN WNA CHINA BAWA 14,6 KG GANJA DI SOEKARNO-HATTA 17 Sep 2026 -
GENERASI MUDA JAWA BARAT LAWAN NARKOBA MELALUI PASANGGIRI AGUNG KAWIH SINOM 17 Sep 2026 -
BNN DAN TNI AD PERKUAT SINERGI DALAM UPAYA P4GN 17 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI AUDIENSI DENGAN KASAU, PERKUAT KOLABORASI P4GN 16 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI PELEPASAN KONTINGEN INDONESIA CYCLING MENUJU ASIAN GAMES 2026 16 Sep 2026
Populer
- OPERASI GABUNGAN UNGKAP 2,6 TON CAIRAN MENGANDUNG METAMFETAMIN DI KAPAL MV OCEAN PORTER BERBENDERA TANZANIA 21 Agu 2026

- BNN TANAMKAN PESAN PERTEMANAN SEHAT DI JAMNAS XII: “TEMAN HARUS MELINDUNGI, BUKAN MERASUKI” 20 Agu 2026

- KEPALA BNN RI BERI KULIAH UMUM DI AULA JAYANG TINGANG, PERKUAT KOMITMEN GENERASI MUDA PERANGI NARKOBA 21 Agu 2026

- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR 21 Agu 2026

- KEPALA BNN RI: MAHASISWA HARUS JADI AGEN PERUBAHAN LAWAN NARKOTIKA 26 Agu 2026

- IKR 2026 DORONG TRANSFORMASI LAYANAN REHABILITASI BERBASIS KETERPULIHAN 27 Agu 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI PELUNCURAN NATIONAL RISK ASSESSMENT (NRA) 2026 27 Agu 2026
