Peredaran Narkoba di Indonesia saat ini berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan. Status Darurat Narkoba yang dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo terhadap kondisi Indonesia ini sejalan dengan era globalisasi dan modernisasi yang tengah dihadapi oleh masyarakat dunia.Pada era ini, kemudahan interaksi antar negara dan sesama manusia bagai dua sisi mata uang.Dari sisi pertahanan negara, kondisi ini sangat riskan memungkinkan terjadinya tindak kejahatan yang bersifat lintas negara, seperti kejahatan narkotika.Menghadapi situasi ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector dalam penanganan permasalahan narkotika menjalin sinergitas lintas sektoral dengan aparat penegak hukum dan badan usaha pengelola jalur transportasi, salah satunya dengan PT. Angkasa Pura II (Persero), sebagai lisensi operator bandara di Indonesia.Nota kesepahaman tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika antara BNN dengan PT. Angkasa Pura II (Persero) ditandatangani langsung oleh Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., dan Direktur Utama Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, di Ruang Auditorium 1 PT. Angkasa Pura II (Persero), Tangerang, Banten, pada Rabu (7/11).Direktur Utama PT. Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa Bandara merupakan objek vital yang beroperasi penuh 24 jam. Lebih lanjut Awaluddin mengatakan, dari 15 bandara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura II (Persero) ada 105 juta pergerakan penumpang setiap harinya yang membutuhkan pengawasan, khususnya dalam upaya pencegahan penyelundupan narkotika ke Indonesia.Melalui kerja sama ini, pihaknya berharap dapat saling bersinergi, tidak semata untuk keselamatan dan keamanan penerbangan saja tetapi juga untuk pertahanan dan keamanan negara dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.Sementara itu, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H., berharap agar melalui penandatanganan perjanjian kerja sama ini, PT. Angkasa Pura II (Persero) dapat memperketat pengawasan terhadap orang dan barang di seluruh wilayah operasional bandara dengan mempersenjatai diri menggunakan alat-alat deteksi yang lebih cakap dan mumpuni dalam mendeteksi barang berbahaya khususnya Narkoba.#stopnarkobaHUMAS BNN
Berita Utama
BNN – ANGKASA PURA II : AWASI PINTU MASUK NARKOBA LEWAT JALUR UDARA
Terkini
-
BNN DAN SRIKANDI PDDI SAMBUT HARI KESAKTIAN PANCASILA DENGAN DONOR DARAH 24 Sep 2026 -
BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA 24 Sep 2026 -
BNN BERSAMA STAKEHOLDER PERKUAT PENANGANAN KAWASAN RAWAN NARKOBA DI KABUPATEN BOGOR 24 Sep 2026 -
BNN RI MUSNAHKAN BARANG BUKTI 12 KASUS NARKOTIKA, 25 TERSANGKA DIAMANKAN 23 Sep 2026 -
BNN JALANI PEMERIKSAAN KINERJA BPK, KAWAL OPTIMALISASI LAYANAN REHABILITASI 23 Sep 2026 -
BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA 22 Sep 2026 -
BNN GELAR PENINGKATAN KOMPETENSI PETUGAS LRKM UNTUK PERKUAT STANDAR LAYANAN REHABILITASI 22 Sep 2026
Populer
- KEPALA BNN RI: MAHASISWA HARUS JADI AGEN PERUBAHAN LAWAN NARKOTIKA 26 Agu 2026

- IKR 2026 DORONG TRANSFORMASI LAYANAN REHABILITASI BERBASIS KETERPULIHAN 27 Agu 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI PELUNCURAN NATIONAL RISK ASSESSMENT (NRA) 2026 27 Agu 2026

- BNN HADIRI PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H TINGKAT NASIONAL 27 Agu 2026

- SUARAKAN PENCEGAHAN MELALUI SENI TRADISIONAL, BNNP JAWA BARAT SUKSES GELAR PENJURIAN PASANGGIRI AGUNG NGAWIH SINOM “NARKOBA MUSUH BANGSA” 04 Sep 2026

- PELATIHAN USAI, BNN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI BERDAMPAK PADA KINERJA 04 Sep 2026

- IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI 03 Sep 2026
