Skip to main content
UnggulanBerita UtamaSekretariat Utama

Audiensi Dirut PT. Pegadaian Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama Dengan BNN

Audiensi Dirut PT. Pegadaian Bahas Berbagai Peluang Kerja Sama Dengan BNN
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Kepala BNN, Drs. Heru Winarko menerima kunjungan Direktur Utama PT. Pegadaian, Kuswiyono beserta rombongan, Kamis (9/7). Selain Kepala BNN, turut mendampingi pula dalam audiensi tersebut para pejabat di lingkungan BNN diantaranya Sekretaris Utama BNN, Drs. Dunan Ismail Isja, M.M.; Deputi Hukum dan Kerja Sama, Drs. Puji Sarwono; dan Deputi Pencegahan yang juga merangkap sebagai Plt Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Drs. Anjan Pramuka, S.H., M.Hum.

Audiensi Dirut Pegadaian tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya penyalahgunaan narkotika di Indonesia yang saat ini menurut hasil survei BNN bersama LIPI mencapai angka 3,4 juta penduduk. Besarnya angka penyalahguna yang didominasi oleh usia produktif dan adanya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang rencana aksi nasional P4GN menjadi dorongan kuat bagi PT Pegadaian Persero untuk turut berpartisipasi aktif dalam penanganan permasalahan narkotika, khususnya di lingkungan PT. Pegadaian.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan program yang tertuang dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2020 tentang rencana aksi nasional P4GN tahun 2020-2024,” tutur Direktur Utama PT Pegadaian.

Baca juga:  SOSIALISASI DAN PENGAWASAN PREKURSOR DI BNP KALIMANTAN BARAT

Lebih lanjut Kuswiyono menyampaikan bahwa sebagai salah satu BUMN, PT. Pegadaian berkewajiban untuk terus berperan secara aktif dalam menyukseskan program-program nasional termasuk program P4GN. Menurutnya permasalahan penyalahgunaan narkotika bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan BNN semata, tetapi sudah menjadi tanggung jawab bersama.

Kepala BNN pun menyambut baik terkait rencana partisipasi PT. Pegadaian dalam rencana aksi nasional P4GN sebagaimana yang tertuang dalam Inpres. Heru Winarko berharap ke depan kerja sama antara BNN dan PT. Pegadaian tidak hanya dalam bentuk sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan tes urine semata, tetapi dapat lebih luas seperti kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat.

“BNN memiliki toko stop narkoba yang menghasilkan berbagai produk kerajinan yang dibuat oleh warga binaan di daerah rawan narkoba, jadi kalau Pegadaian membutuhkan produk untuk dijadikan souvenir dapat mencarinya melalui toko stop narkoba,” jelas Kepala BNN.

Biro Humas dan Protokol BNN RI

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. :@infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel