Berita Utama

Antisipasi Kenakalan Remaja di Lingkungan Pondok Pesantren

Dibaca: 95 Oleh 13 Agu 2014Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Masa remaja merupakan masa dimana seorang manusia dalam masa yang labil, penuh rasa ingin tahu, dan dalam pencarian jati diri. Tidak sedikit orang yang menyesali masa remajanya karena pernah melakukan kecerobohan yang berdampak buruk bagi masa depan hidupnya. Kenakalan masa remaja pada titik ekstrim yang membawa penyesalan biasanya bila telah melanggar hukum, sex pranikah, putus sekolah, dan terlibat jaringan narkoba.Kenakalan remaja bisa juga merambah kelingkungan pesantren, mengingat masa remaja adalah masa pubertas yang memiliki fisik orang dewasa namun pikiran cenderung masih anak-anak. Para santri dipondok pesantrenpun bisa saja melakukan kenakalan remaja dalam skala yang ringan. Seperti John Raharja memberikan contoh keluar lingkungan pesantren tanpa izin, bolos ataupun kenakalan remaja yang dilakukan santri yaitu tertidur saat diterangkan oleh ustadz/ustadzah saat jam pelajaran dikarenakan mereka tidak memanfaatkan waktu tidur/istirahat secara baik.John Raharja selaku penyuluh BNN yang juga pelatih ekstrakurikuler Taekwondo di Pondok Pesantren Husnul Khotimah ini membagi kisah santri didiknya. Menurutnya sebelum ada ekstra kurikuler beladiri, pintu kamar mandi santri putra di Pondok Pesantren Husnul Khotimah sering rusak dan harus diganti. Hal ini disebabkan para santri putra sering mempraktekkan tendangannya ke pintu kamar mandi disaat mereka sedang menunggu antrian. Akan tetapi sejak ekstrakurikuler olah raga bela diri seperti taekwondo, karate, dan silat Tifan diadakan dipesantren, fenomena rusaknya pintu kamar mandi sudah tidak seperti dulu lagi. Senada dengan John, Juju Junaedi yang juga Penyuluh BNN menghimbau para remaja untuk bisa menyalurkan energi mereka ke hal-hal yang positif. Itu mengapa ketika suatu lingkungan pergaulan memberikan ruang bagi mereka untuk menyalurkan energi secara positif, kenakalan remaja bisa diminimalisir. Juju juga menyarankan bahwa sebelum para remaja melakukan kenakalan yang lebih jauh dan fatal, para orang tua dan guru harusnya memfasilitasi wahana-wahana untuk menyalurkan ekspresi dan energi mereka. Seperti mengikutkan remaja-remaja dalam ekstra kurikuler disekolah dan kompetisi yang mengedepankan prestasi. Sistem ini terbukti berguna di Husnul Khotimah yang sering mendapatkan prestasi akademik maupun non-akademik.BNN sebagai lembaga pemerintah yang berkonsentrasi pada P4GN (Pencegahan dan Permberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) turut mendukung lembaga-lemabaga pendidikan yang mengedepankan ekstrakurikuler. Karena dengan mengikuti ekstra kurikuler, resiko remaja terkena narkoba sangat kecil. Sebab menurut BNN, bahwa sebagian besar pecandu mendapatkan narkoba berasal dari lingkungan luar sekolah. Itu sebabnya perlu membentuk lingkungan baik dengan kegiatan baik untuk menghindarkan kenakalan remaja dan jauh dari narkoba (NK).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel