UnggulanBerita UtamaBidang Pemberdayaan Masyarakat

Wirausaha Mandheling Coffee, Solusi Tepat Bagi Masyarakat Di Daerah Rawan Narkoba

Dibaca: 62 Oleh 09 Okt 2020Tidak ada komentar
WIRAUSAHA Mandheling Coffee, Solusi Tepat Bagi Masyarakat Di Daerah Rawan Narkoba
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID, Sumut – Selain dikenal sebagai penghasil ganja terbesar kedua di Indonesia, Kabupaten Mandailing Natal juga terkenal dengan kelezatan kopinya. Kopi Mandailing atau Mandheling Coffee, yang sudah terkenal sejak jaman Belanda, adalah kopi Arabica yang berasal dari daerah Mandailing, Pegunungan Bukit Barisan, Sumut. Kopi ini mempunyai cita rasa kekentalan yang bagus, keasaman medium, rasa floral dengan akhir rasa yang manis.

Program “Alternatif Development Life Skill” yang diinisiasi Deputi bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN RI kali ini memfokuskan pada peningkatan nilai tambah pada komoditas kopi yang selama ini hasil panennya hanya dijual begitu saja. Melalui pelatihan ini para petani diharapkan mampu mengenali potensi panen kopi dengan baik, kemudian mengolah hasil panen dengan menggunakan mesin pengupas dan memproses olahan kopi untuk dipasarkan dengan kualitas kopi yang terbaik.

WIRAUSAHA Mandheling Coffee, Solusi Tepat Bagi Masyarakat Di Daerah Rawan Narkoba

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Hendrajid Putut Widagdo, S.Sos., M.M., M.Si, mengatakan pemilihan pelatihan wirausaha kopi ini sebagai jawaban dan tindak lanjut upaya pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang berhasil memperjuangkan bantuan program Perhutanan Sosial seluas 403 Hektar yang akan dikembangkan menjadi tanaman kopi Mandheling.

“Saya berharap para petani serius melakukan budidaya kopi, dari sejak ditanam, dirawat, dipanen, diolah, dikemas dan dipasarkan,” tegas Hendrajid.

Sebagai instruktur dalam pelatihan ini, BNN RI menghadirkan putra daerah Kabupaten Mandailing Natal yang juga seorang wirausaha kopi Mandheling, Riki Wijayadi. Sebagai praktisi kopi dan owner Lopo Coffee dari tahun 2014, Riki Wijayadi banyak memberikan pengetahuan dan pengalamannya kepada peserta pelatihan. Menurutnya, kopi Arabica Mandheling saat ini sudah menemukan kembali cita rasanya yang khas dan unik yang digemari banyak pecinta kopi sejati.

“Untuk menciptakan biji kopi yang berkualitas harus memenuhi standar tertentu, diantaranya penentuan lokasi tanam, bibit berkualitas, perawatan hingga pengolahan pasca panen. Yang paling penting itu adalah proses, harus ditentukan apakah menggunakan proses kering atau basah,” jelasnya.

Selain mendapatkan materi tentang kopi, peserta pelatihan juga diberikan bagaimana caranya mengolah biji kopi mulai dari washing atau pencucian, sortasi hingga cara mengoperasikan mesin pengupas kulit terluar biji kopi (pulper) dan mesin pengupas kulit ari kopi (Huller). Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, para peserta sangat bersemangat dan antusias sangat mengikuti pelatihan, hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang di ajukan kepada instruktur.

Melalui bimbingan teknis yang diselenggarakan BNN RI ini diharapkan masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, khususnya yang tinggal di wilayah rawan narkoba terutama dan yang berasal dari ekonomi menengah ke bawah dapat memiliki pengetahuan dan ketrampilan baru yang dapat dikembangkan untuk menunjang kehidupannya guna meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut (HNY/CH)

 

Biro Humas dan Protokol BNN RI
#hidup100persen

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel