BNN Provinsi Sulawesi Selatan diundang oleh STIK GIA Maros untuk menjadi narasumber pada kegiatan Seminar Kesehatan Remaja. Salah satu materi yang disiapkan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba di lingkup STIK GIA Maros. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2014. Karena hal tersebut merupakan tugas dan fungsi BNN Provinsi Sulsel yaitu untuk meningkatkan pemahaman bahaya penyalahgunaan Narkoba melalui diseminasi informasi P4GN ke berbagai sasaran berdasarkan tingkat kerentanan. BNN Provinsi Sulsel memenuhi undangan tersebut untuk melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba pada mahasiswa STIK GIA Maros dengan sasaran kurang lebih 100 orang. Pada kegiatan tersebut, tim penyuluh BNN Provinsi Sulsel banyak menyinggung tentang efek penyalahgunaan Narkoba terhadap kesehatan serta cara mendeteksi pengguna Narkoba dengan penekanan tentang harapan besar pada remaja.Membangun remaja yang bebas dari penyalahgunaan Narkoba harus didasarkan pada pencermatan terhadap karakteristik pengguna Narkoba sekaligus tindakan yang melatarbelakanginya. Penyebab seseorang mengkonsumsi Narkoba tidak hanya berasal dari keinginan individu itu sendiri akan tetapi juga berasal dari lingkungan sekitarnya.Semuanya itu jelas akan memburamkan masa depan keluarga, masyarakat dan bangsa termasuk masa depan remaja itu sendiri. Logika yang dapat ditarik sangat sederhana. Remaja yang menyalahgunakan Narkoba sudah menjadi generasi yang rusak dan sulit dibenahi. Tubuhnya tidak lagi fit dan fresh untuk belajar dan bekerja membantu orangtua, sementara mentalnya telah dikotori oleh niat buruk untuk mencari cara mendapatkan barang yang sudah membuatnya kecanduan. Bila sudah demikian, apa yang dapat diharapkan dari mereka?Selanjutnya dan beberapa studi yang pernah dilakukan, karakteristik pengguna Narkoba biasanya adalah remaja-remaja kita yang “bermasalah”. Bermasalah disini artinya memiliki beban mental/kejiwaan yang menurut mereka sangat berat dan sulit untuk ditanggung. Misalnya terlalu sering dimarahi orangtua, tidak disukai lingkungan, merasa bersalah karena orangtuanya bercerai, tidak mendapat kasih sayang, prestasi belajar jelek, merasa diremehkan teman yang membuat sakit hati, merasa kurang percaya diri dan sebagainya.Keinginan yang besar ini sedikit banyak dipengaruhi oleh sedikitnya pengetahuan mereka tentang Narkoba, membuat mereka rapuh dan terjebak dalam lingkaran yang menghancurkan. [LO BNN Prov Sulsel]
Artikel
Seminar Kesehatan Remaja di STIK GIA Maros
Terkini
-
SIAP HADAPI SINDIKAT NARKOTIKA, BNN TUTUP PELATIHAN RPE DENGAN SIMULASI OPERASI TAKTIS 06 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI BEKALI 5.000 MAHASISWA BARU UI TENTANG BAHAYA NARKOTIKA DI PKKMB 2026 04 Agu 2026 -
CHANGE TALK JADI BEKAL PETUGAS REHABILITASI DALAM MENDORONG PERUBAHAN PERILAKU KLIEN 04 Agu 2026 -
BNN PERKUAT KOMPETENSI PETUGAS REHABILITASI MELALUI PELATIHAN LAYANAN REHABILITASI BERKELANJUTAN 03 Agu 2026 -
TINGKATKAN KESIAPSIAGAAN PERSONEL, BNN TEMPA PASUKAN DAKJAR MELALUI PELATIHAN RPE 03 Agu 2026 -
BNN BERSAMA BEA DAN CUKAI BONGKAR JARINGAN PENYELUNDUPAN VAPE BERISI ETOMIDATE ASAL MALAYSIA 03 Agu 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI MALAM PENGANUGERAHAN HOEGENG AWARDS 2026 01 Agu 2026
Populer
- BNN GELAR BIMTEK ARSIP DIGITAL 2026 UNTUK BIROKRASI YANG MODERN DAN AKUNTABEL 07 Jul 2026

- BNN DUKUNG PENGUATAN PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PELUNCURAN GERAKAN BERLIAN 07 Jul 2026

- KOMITE I DPD RI USULKAN MOU DENGAN BNN UNTUK PERKUAT PELAKSANAAN P4GN DI DAERAH 08 Jul 2026

- TUTUP LATSAR CPNS 2026, SESTAMA BNN RI TEKANKAN INTEGRITAS ASN DALAM PEMBERANTASAN NARKOTIKA 08 Jul 2026

- BNN GELAR EVALUASI REHABILITASI BERKELANJUTAN 08 Jul 2026

- BNN RAIH KATEGORI BAIK DALAM EVALUASI PELAKSANAAN REHABILITASI BERKELANJUTAN SEMESTER I 2026 08 Jul 2026

- BIMTEK ARSIP DIGITAL BNN TAHUN 2026 RESMI DITUTUP, TIGA ARSIPARIS RAIH PREDIKAT TERBAIK 10 Jul 2026
