

Rapat koordinasi implementasi Inpres 2/2020 dan penguatan GDAD di Aceh oleh Bappenas & BNN Melalui ZCM
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba Rabu, 1 April 2020, Pukul 14.00-15.45 WIB Dalam rangka koordinasi penguatan GDAD di provinsi Aceh 2020-2024 & implementasi inpres P4GN nomor 2/2020, Kedeputian Dayamas & Direktorat Pemberdayaan Alternatif BNN, diundang rapat Bappenas melalui Zoom Cloud Meeting, yang dihadiri 42 peserta. Bappenas sendiri dipimpin Plt Direktur Otonomi Daerah Bapak Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, PhD serta staf Bappenas dan Perwakilan dari K/L.
Acara diskusi melalui Zoom ini diisi paparan dari Bappenas tentang Prioritas RPJMN yang mendukung perkuatan pembangunan alternatif di provinsi Aceh. dari BNN paparan disampaikan Direktur Pemberdayaan Alternatif tentang Capaian GDAD & implementasi Inpres 2/2020 yang mendukung perkuatan GDAD di Provinsi Aceh.
Pada kesempatan tersebut Deputi Dayamas menyampaikan tentang pentingnya pelibatan K/L dalam percepatan pembangunan di Aceh melalui implementasi GDAD, hal ini penting karena terbukti [ada TA 2019 peran serta Kementan terbukti banyak mengentaskan angka kemiskinan di BIreun dengan panen raya Jagung di area 11.017 hektar sebagai implementasi GDAD di pilot project Bireun. lebih lanjut, Direktur Dayatif BNN menjelaskan bahwa komoditi jagung telah terbukti menjadikan solusi alternatif dalam peningkatan kesejahteraan petani daripada menanam Ganja, karena per hektar tanam Jagung mampu menghasilan 6-7 ton jagung, dengan harga kompetitif saat ini berkisar Rp 3.800-Rp 4.800. apalagi PYT Japfa Comfeed memfasilitasi pemasaran jagung.

Rapat koordinasi implementasi Inpres 2/2020 dan penguatan GDAD di Aceh oleh Bappenas & BNN
dalam beberapa masukan diskusi dari K/L, beberapa masukan penting untuk implementasi Inpres 2/2020 ini yaitu perlunya membuat baseline sehingga kondisi saat ini 2020 dan yg ingin dicapai tahun 2024 dapat dilihat perubahan kemajuannya. Berkaitan dengan sektor perikanan, perlu juga dibangun koordiniasi dan pendampingan dari dinas pemda untuk budidaya perikanan di kawasan aceh besar dan Bireun. Begitu juga dengan pengembangan koperasi, kementerian siap menyambut implementasi Inpres 2/2020 dalam pembinaan koperasi bagi kawasan rawan narkoba yang dibina BNN baik di Aceh maupun di seluruh Indonesia. BNN juga diharapkan membangun komunikasi dalam implementasi GDAD mengingat kultur masyarakat Aceh sangat menghargai setiap program yang memberikan manfaat bagi kesejahteraan mereka.
kesimpulan yang disampaikan pimpinan rapat, antara lain : (1) perlu rapat lanjutan untuk mempertajam capaian setiap aksi dalam RAN P4GN 2020-2024 yang berbasiskan wilayah; (2) penajaman program berkaitan dengan waktu & anggaran yang bersumber pada APBN, APBD, Dana Desa & CSR (bila ada); (3) perlunya identifikasi permasalahan di daerah (pilot project) agar program tepat sasaran; dan (4) rapat-rapat berikutnya diharapkan akan memperjelas arah, rencana & agenda inpres 2/2020 dari masing K/L dalam rangka penguatan GDAD di Aceh hingga 2024 termasuk terbangunnya baseline data.