Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Dibaca: 91 Oleh 19 Feb 2020Februari 20th, 2020Tidak ada komentar
Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Rangkaian Pemetaan Potensi pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat

#BNN#StopNarkoba#CegahNarkoba. Hari ketiga Pemetaan Potensi Kawasan Rawan Narkoba di Prov.Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan diawali dengan koordinasi ke Polsek Senggigi.Tim BNN dan BNNP diterima oleh Kapolsek Senggigi, AKP. Hermawan R Y, Kanit Reskrim, Kanit Binmas dan Kanit Lantas

1. Kasubdit Masy.perkotaan menjelaskan maksud tujuan koordinasi bersama Polsek Senggigi adalah menggali informasi tentang kawasan dan masyarakat senggigi. Diharapkan brrsama-sama dengan Polsek dapat mengawasi dan menjaga kawasan agar kondusif dan kejahatan peredaran Narkoba di desa Senggigi.Terdapat 654 kawasan rawan yang telah dipetakan berdasarkan 8 5 indikator bekerjasama dengan kepolisian baik Polres maupun Polsek.Untuk Prov.NTB kawasan yang akan diintervensi Desa Senggigi, Kec.Batu Layar, Kab.Lombok Barat.Selain memberikan pemahaman tentang bahaya Narkoba kegiatan yang akan dilaksanakan adalah pengembangan wirausaha berupa pelatihan life skill melalui penggalian potensi masyarakat setempat.Setelah dilakukan pelatihan life skill akan dibantu pemasaran melalui Toko Stop Narkoba.Kadin Kab.Lombok juga siap membantu.

2. Kapolsek menyampaikan Polsek siap mendukung dan mengamankan kegiatan BNN di Desa Senggigi.Pada tahun 2015 ada dugaan peredaran di salah satu perumahan.untuk situasi senggigi sangat rawan krn terdapat byak tempat hiburan dan merupakan kawasan wisata.Untuk peredaran Narkoba di Senggigi di supply dari Mataram kemudian bermuara di Gili Trawangan.Senggigi selain tempat tujuan peredaran dijadikan tempat transit yang nantinya diedarkan ke Gili dan lainnya dan tidak menutup kemungkinan ada juga oknum yang bermain.

3. Kanit Reskrim menyampaikan penduduk di desa Senggigi mayoritas merupakan masyarakat lokal dan pekerjaannya Nelayan, ada juga sebagai karyawan dan pegawai.

Dari Polsek Senggigi, Tim BNN, BNNP bersama Kapolsek dan anggota Polsek Senggigi Menuju Kantor Camat Batu layar. Tim diterima oleh kasi Trantib Kecamatan Batu Layar.

1. Kasubdit Masyarakat perkotaan menjelaskan maksud dan tujuan dari pemetaan potensi kawasan rawan Narkoba di Prov.NTB yg berlokasi di Desa Senggigi, Kec.Batu Layar, Kab.Lombok Barat. BNN akan mengadakan kegiatan selanjutnya di NTB yaitu Raker Stakeholder dan Bimtek Pendamping dilanjutkan dengan pengembangan wirausaha melalui pelatihan life skill.Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat desa senggigi yang nantinya akan dipilih secara selektif oleh pendamping yg telah dipilih pada kegiatan  bimtek pendamping sebelumnya. Bersamaan dengan kegiatan pengembangan wirausaha akan ada juga kegiatan budidaya jahe merah dari PT. Bintang Tujuh bagi masyarakat desa senggigi.

2. Kasi trantib menyampaikan siap mendukung kegiatan BNN bagi masyarakat desa Senggigi.Kecamatan siap untuk membantu  menyediakan tempat untuk kegiatan BNN. Kecamatan menyambut baik kegiatan yang akan dilaksanakan BNN karena sangat peduli dengan situasi dan kondisi di Senggigi.Sebagai Kawasan wisata Senggigi memang sasaran empuk pagi pengedar karena banyaknya tempat hiburan dan WNA. Dengan adanya kehadiran BNN diharapkan dapat memberikan pemahaman akan bahaya Narkoba kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak terjerumus kedalam kejahatan Narkoba.

Kegiatan dilanjutkan ke kantor Desa Senggigi, Tim BNN, BNNP didampingi Sekcam Batu layar dan anggota Polsek diterima oleh Kepala Desa Senggigi, para kepala dusun, pengurus PKK dan perwkilan masyarakat desa Senggigi

1. Acra dibuka dengan sambutan Kepala Desa Senggigi.Kepala desa beserta jajaran berterima kasih atas kunjungan BNN. Kepala desa menyampaikan sudah sering bekerjasama dengan BNNP dan BNNK.Kepala desa berharap program kegiatan yang dilaksanakan BNN terus berkelanjutan. Senggigi merupakan Kawasan wisata sehingga banyak peredaran Narkoba di sini dan jaringannya sulit dilacak. Kepala desa juga berharap mendapat kegiatan tes urin rutin per 6 bulan agar dapat mengetahui apakah ada pegawai yang terlibat penyalahgunaan Narkoba. Kepala desa beserta personil siap mendukung seluruh  program BNN yang akan dilaksanakan di Desa Senggigi ini.

2. Dilanjutkan penjelasan Kasubdit Masyarakat perkotaan tentang 654 kawasan rawan Narkoba. Di prov. NtB terdapat 30 kawasan Rawan Narkoba, salah satu yang rawan adalah desa senggigi, kec. Batu Layar, Kab.Lombok Barat. Program BNN yang akan dilaksanakan untuk masyarakat desa Senggigi adalah pengembangan wirausaha melalui pelatihan life skill dengan memanfaatkan kearifan lokal di sini.Pelatihan akan dilaksanakan selama 3 hari. Dalam kegiatan itu pula skaligus akan diberikan pemahaman bahaya Narkoba juga oleh Narasumber. Untuk peserta pelatihan BNN akan berkoordinasi dengan kepala dusun sehingga tepat sasaran. Setelah pelatihan, hasil produk masyarakat binaan akan dibantu pemasaran melalui Toko Stp Narkoba dan Kadin juga siap untuk membantu pemasaran produk masyarakat binaan. Bersamaan dengan kegiatan tersebut, akah diberikan juga pelatihan budidaya jahe merah dari CSR PT.Bintang Tujuh. Apabila ada masyarakat yang ingin rehabilitasi dapat langsung datang ke BNNP. Tanpa biaya.

3. Salah satu kepala dusun menyampaikan banyak masyarakatnya yang terjerumus dalam kejahatan Narkoba menjadi pengedar, kurir sekaligus penyalahguna. Mirisnya disini banyak sekali anak-anak yang dimanfaatkan dalam peredaran Narkoba bahkan anak tersebut memakai Narkoba itu sendiri. Kepala Desa sangat menyambut baik dan mendukung program BNN dan berharap secepatnya program BNN dilaksanakan di desa Senggigi.

4. Sekretaris Camat Batu layar memiliki pondok pesantren n ada beberapa santri yang terindikasi terkena Narkoba. Banyak pengedar disekitaran Pesantren. Diharapkan BNN dapat secara berkelanjutan juga mengadakan kegiatan pemahaman tentang bahaya Narkoba di Pesantren.

Kegiatan dilanjutkan mengunjungi kawasan rawan Narkoba, Desa Senggigi, Kec.Batu Layar, Kab. Lombok Barat:

1. Aktifitas masyarakat desa Senggigi pada pagi hingga hari banyak dihabiskan disekitaran pantai senggigi dengan mencari ikan dan menjadi pelayan toko. Kemudian sore mereka kembali ke rumah dan menyiapkan dagangan kuliner malam.

2. Potensi dari masyarakat desa Senggigi yang dapat dikembangkan adalah makanan berbahan dasar ikan dan handycraft berbahan dasar benang yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas.

3. Saat ini Ketua Penggerak PKK memberikan pelatihan pembuatan handycraft daur ulang (dompet, tas, keranjang, ingke) menggunakan bahan dasar dari sampah plastik bekas kopi dan minuman ringan.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel