Berita UtamaBidang Pemberdayaan Masyarakat

Public Speaking, Modal Utama Penggiat Anti Narkoba

Dibaca: 61 Oleh 17 Sep 2020Tidak ada komentar
Public Speaking, Modal Utama Penggiat Anti Narkoba
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID – Riau, Penggiat Anti Narkoba memiliki peran yang besar di tengah masyarakat dalam memberikan edukasi dan diseminasi informasi terkait bahaya narkoba.

Mereka merupakan ujung tombak dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dalam kiprahnya di masyarakat, para Penggiat Anti Narkoba harus berani tampil di depan publik untuk bicara tentang betapa bahayanya narkoba.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmat Wira Adi Putra, STP seorang pakar Public speaking dari Propinsi Riau saat memberikan materinya di hadapan para penggiat P4GN dari kalangan lingkungan pendidikan dan instansi pemerintah, di Hotel Novotel Pekanbaru, Selasa (15/9).

Dalam kesempatan ini pula, ia membagikan pemahamannya agar seorang penggiat dapat terampil di muka umum untuk menyampaikan materi bahaya narkoba.

Menurutnya, seorang penggiat harus memiliki mental yang kuat dan tahan akan hinaan atau cacian orang saat tampil.
Trainer yang sering memberikan pelatihan di lingkungan BUMN ini juga menambahkan bahwa para penggiat harus memahami betul tiga hal mendasar dalam konteks bicara di depan umum.

Pertama, public speaking itu seperti mengobrol.

“Semakin akrab dengan audiens, maka pesan yang kita sampaikan akan mudah diterima,” kata Wira.

Selanjutnya, Wira juga menyampaikan agar penggiat anti narkoba ramah dan murah senyum saat menyampaikan sosialisasi bahaya narkoba.

Selain itu, ia juga meminta agar para penggiat dapat mengenali target audiensnya. Terakhir, para penggiat harus bisa menyampaikan pesan bahaya narkoba dengan bahasa yang sederhana.

Dalam kegiatan ini, Wira juga menyampaikan empat hal penting yang harus dikuasai.

Ia menyebutnya sebagai CODE, yang merupakan kependekan dari Content, Organizing, Delivery, dan Effect.

Secara ringkas, ia mengatakan bahwa content atau isi materi harus jelas. Organizing, atau cara menyusun konten harus sistematis yaitu diawali dengan pembukaan, isi lalu penutup.

Delivery adalah menyampaikan materi dengan benar. Sedangkan, Effect yaitu membuat materi memberikan kesan pada audiens.

Sebelum memungkasi presentasinya, Wira menekankan agar para penggiat anti narkoba dapat memaksimalkan talenta lainnya yang dimiliki untuk mendukung materi penyampaian bahaya narkoba sehingga membuat audiensnya tertarik untuk menyimak. (BK/HNY)

Public Speaking, Modal Utama Penggiat Anti Narkoba

Biro Humas dan Protokol BNN RI
#hidup100persen

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel