Masalah Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba saat ini sudah menjadi persoalan global yang melanda semua negara diseluruh dunia. Di Indonesia sendiri penyalahgunaan narkoba ini telah mencapai tahapan yang sangat mengkhawatirkan.Provinsi Riau sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia dan Singapura, memiliki kerawanan yang tinggi dalam masuknya peredaran gelap Narkoba masuk ke wilayah Indonesia. Kondisi ini menjadikan tantangan tersendiri bagi Polda Riau dan jajarannya untuk melakukan pencegahan dan penegakan hukum terhadap perederan dan penyalahguna Narkoba.Dari data yang ada pada DIT ResNarkoba Polda Riau, Penggungkapan kasus Narkoba tahun 2011 adalah 592 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 845 orang. Pada tahun 2012 pengungkapan kasus Narkoba sebanyak 657 kasus dengan jumlah tersangka 962 orang. Sedangkan pada tahun 2013 sampai dengan agustus jumlah pengungkapan kasus Narkoba sebanyak 666 kasus dengan jumlah tesangka 962 orang. Sedangkan hasil penelitian tahun 2011, BNN dan Puslitkes UI menyebutkan, prevalensi penyalah guna Narkoba di Riau adalah 2,1% atau sekitar 100.539 jiwa dari keseluruhan jumlah penduduk sebanyak 4.787.564 jiwa. BNN sendiri saat ini baru mampu menyediakan layanan rehabilitasi bagi ± 2000 orang pecandu. Untuk itu BNN terus mengajak seluruh komponen bangsa yang memiliki komitmen tinggi untuk turut berperan serta dalam merehabilitasi para pecandu. Salah satu langkah konkret adalah BNN menggandeng Polda Riau melalui Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Pekanbaru, untuk dilakukan pembinaan dan merehabilitasi 50 orang para penyalah guna Narkoba.Kepala BNN Komjen Pol Drs. Anang Iskandar, SH, MH dan Kapolda Riau,Brigjen Drs Condro Kirono, M.M. M.Hum, pada hari, Senin (30/9), meresmikan pemberian dukungan penanganan korban Narkoba di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Pekanbaru, Riau, yang sebelum SPN Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada 28 Agustus 2013. Dukungan ini juga akan terus berlanjut kepada SPN yang berada di Aceh dan Sumatera Selatan.Kepala BNN dalam arahannya mengatakan, dalam konteks menghadapi tantangan masalah narkoba, masyarakat harus memiliki cara pandang yang sama terhadap masalah narkoba. Saat ini pengguna narkoba masih dianggap sebagai pelaku tindak kriminal, umumnya mereka tidak mendapatkan rehabilitasi, sebagian besar mereka ditangkap, dipecat dan dimasukan penjara, akibatnya penjara dipenuhi pengguna narkoba, dan konsekuensi logisnya penjara menjadi sasaran peredaran narkoba.Pada kesempatan yang sama, Kapolda Riau menyampaikan beberapa pesan dan harapan kepada para peserta untuk :1. Menanamkan niat dan tekad yang kuat serta motivasi yang tinggi pada diri sendiri.2. Renungkan kembali dan pahami etika serta nilai-nilai moralitas.3. Menjadi motivator perubahan bagi rekan-rekan lainnya yang masih terbelenggu Narkoba.Langkah rehabilitasi ini harus didukung semua pihak termasuk masyarakat. jika di tiap kota dan desa terdapat fasilitas rehabilitasi yang mumpuni, maka akan sangat membantu para pengguna Narkoba untuk pulih dari ketergantungannya terhadap Narkoba. Dengan demikian upaya penyebarluasan penyalahgunaan Narkoba dapat mencapai hasil yang maksimal.
Berita Utama
Polda Riau, Ikut Peduli Merehabilitasi Korban Penyalahguna Narkoba
Terkini
-
BUKA PELUANG KOLABORASI, KEPALA BNN RI TERIMA AUDIENSI AHLI TERAPI REHABILITASI 28 Sep 2026 -
SESTAMA BNN RI HADIRI FORSES, PERKUAT SINERGI TATA KELOLA PEMERINTAHAN 26 Sep 2026 -
BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR 25 Sep 2026 -
BNN DAN SRIKANDI PDDI SAMBUT HARI KESAKTIAN PANCASILA DENGAN DONOR DARAH 24 Sep 2026 -
BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA 24 Sep 2026 -
BNN BERSAMA STAKEHOLDER PERKUAT PENANGANAN KAWASAN RAWAN NARKOBA DI KABUPATEN BOGOR 24 Sep 2026 -
BNN RI MUSNAHKAN BARANG BUKTI 12 KASUS NARKOTIKA, 25 TERSANGKA DIAMANKAN 23 Sep 2026
Populer
- SUARAKAN PENCEGAHAN MELALUI SENI TRADISIONAL, BNNP JAWA BARAT SUKSES GELAR PENJURIAN PASANGGIRI AGUNG NGAWIH SINOM “NARKOBA MUSUH BANGSA” 04 Sep 2026

- WASPADA NARKOTIKA CAIR, BNN IMBAU PELARANGAN ROKOK ELEKTRIK DI LINGKUNGAN GARUDA INDONESIA 10 Sep 2026

- BNN DAN PPATK PERKUAT SINERGI HADAPI MER FATF 2029 10 Sep 2026

- PELATIHAN USAI, BNN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI BERDAMPAK PADA KINERJA 04 Sep 2026

- IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI 03 Sep 2026

- KOMISI III DPR RI DUKUNG PENGUATAN ANGGARAN BNN HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA 02 Sep 2026

- PERKUAT KOMPETENSI SDM REHABILITASI, BNN BERIKAN PEMBEKALAN PRA UJI SERTIFIKASI BAGI CALON KONSELOR 05 Sep 2026
