AS, Jakarta. Di sela sela pelaksanaan sosialisasi pemberdayaan potensi masyarakat anti narkoba bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang diselenggarakan Pusat Pencegahan Badan Narkotika Nasional bekerjasama dengan Rektorat PTIK, kami sempat mewawancarai Direktur Administrasi PTIK Brigjen Pol. Drs. Suhardi Alyus, yang hadir dalam acara tersebut. Berikut petikan wawancaranya:Di sela sela pelaksanaan sosialisasi pemberdayaan potensi masyarakat anti narkoba bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang diselenggarakan Pusat Pencegahan Badan Narkotika Nasional bekerjasama dengan Rektorat PTIK, kami sempat mewawancarai Direktur Administrasi PTIK Brigjen Pol. Drs. Suhardi Alyus, yang hadir dalam acara tersebut. Berikut petikan wawancaranya:As : Apa yang melatarbelakangi diselenggarakannya sosialiasi ini?Suhardi : Faktor terberat yang bepengaruh pada pendidikan saat ini adalah faktor lingkungan, salah satunya aspek narkoba. Ini peringatan dini kepada mahasiswa untuk menghindari narkoba, karena akan berpengaruh pada pendidikan, proses belajar dan proses kehidupan berikutnya. Maka kalau ingin sukses belajar, jauhi penggunaan narkoba dan hal hal yang mengarah kepada penyalahgunaan narkoba. Alasan itulah yang melatarbelakangi diselenggarakan sosialisasi ini. As : Apa saja yang telah dilakukan PTIK untuk mendukung program anti Narkoba?Suhardi : PTIK telah melakukan berbagai hal, yang dikelola oleh Direktorat Kemahasiswaan, meliputi sosialisasi peraturan, sidak, kerjasama dengan BNN, polisi, serta adanya surat keterangan bebas narkoba untuk mahasiswa, serta menekankan bahwa PTIK adalah kampus bebas narkoba. Dimana kami secara periodik berkoordinasi untuk melakukan sidak, tes urine dan kerjasama dengan BNN untuk sosialisasi narkoba kepada mahasiswa. As : Bagaimana pendapat Direktur atas sikap pemerintah terhadap para pengedar narkoba?Suhardi : Dalam konteks ini pemerintah perlu meningkatkan sosialisasi akan kesadaran semua pihak yang menjadi pembuat, pengedar dan penjual narkoba. Bahkan disinyalir terdapat aparat, dokter yang terlibat dalam proses itu. Sungguh ironi, dimana mereka yang seharusnya memberi contoh, justru terlibat sebagai pengedar narkoba. Hal ini sebenarnya terkait dengan kondisi keuangan bangsa saat ini yang semakin sulit, sehingga peluang memperoleh tambahan dana lebih banyak, jika tidak sanggup menghadapi kondisi yang sulit, banyak anggota masyarakat yang terjebak dalam perdagangan narkoba. Namun jika dipikir kembali, apa nikmatnya hidup di dunia, jika dapat uang dari jual narkoba? Apa sih sebenarnya tujuan hidup ini, jika membuat kerusakan dan kesengsaraan orang lain? Betapa terkutuknya mereka yang telah merusak moral generasi muda.As : Apa harapan PTIK kedepan?Suhardi : Minimal kita semua berusaha untuk mempersempit ruang gerak pengguna narkoba dimanapun, di masyarakat, di kampus bahkan tempat lainnya. Masalahnya masyarakat masih sangat minim kesadarannya untuk bersama sama memberantas narkoba. Dan itu tugas kita, pemerintah, perguruan tinggi, institusi pendidikan yang lain serta peran masyarakat dan keluarga pada khususnya. Di lain pihak aparat dan pemerintah harus bisa melindungi pihak-pihak yang melaporkan adanya transaksi narkoba. Tentu ini adalah efek dari perekonomian kita yang masih sangat lemah, dan gejala umum di negara-negara berkembang, yang tingkat perekonomian masyarakatnya belum merata. Sehingga penjualan narkoba menjadi tumbuh pesat. Kedepan, marilah kita bersama-sama menjaga lingkungan terdekat kita untuk perkembangan anak dan generasi pelanjut kita lebih baik.
Berita Utama
Persempit Ruang Gerak Pengguna Narkoba
Terkini
-
KEPALA BNN RI BERIKAN KULIAH UMUM DAN TEKEN MOU DI PKKMB UNIVERSITAS PANCASILA 18 Sep 2026 -
GARUDA BERSINAR, KAWAL KEBERLANJUTAN PROSES PEMULIHAN 17 Sep 2026 -
BNN AMANKAN WNA CHINA BAWA 14,6 KG GANJA DI SOEKARNO-HATTA 17 Sep 2026 -
GENERASI MUDA JAWA BARAT LAWAN NARKOBA MELALUI PASANGGIRI AGUNG KAWIH SINOM 17 Sep 2026 -
BNN DAN TNI AD PERKUAT SINERGI DALAM UPAYA P4GN 17 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI AUDIENSI DENGAN KASAU, PERKUAT KOLABORASI P4GN 16 Sep 2026 -
KEPALA BNN RI HADIRI PELEPASAN KONTINGEN INDONESIA CYCLING MENUJU ASIAN GAMES 2026 16 Sep 2026
Populer
- OPERASI GABUNGAN UNGKAP 2,6 TON CAIRAN MENGANDUNG METAMFETAMIN DI KAPAL MV OCEAN PORTER BERBENDERA TANZANIA 21 Agu 2026

- KEPALA BNN RI BERI KULIAH UMUM DI AULA JAYANG TINGANG, PERKUAT KOMITMEN GENERASI MUDA PERANGI NARKOBA 21 Agu 2026

- DEKLARASI AKBAR PERANG MELAWAN NARKOBA, KALTENG TEGASKAN KOMITMEN BERSAMA WUJUDKAN BUMI TAMBUN BUNGAI BERSINAR 21 Agu 2026

- KEPALA BNN RI: MAHASISWA HARUS JADI AGEN PERUBAHAN LAWAN NARKOTIKA 26 Agu 2026

- IKR 2026 DORONG TRANSFORMASI LAYANAN REHABILITASI BERBASIS KETERPULIHAN 27 Agu 2026

- KEPALA BNN RI HADIRI PELUNCURAN NATIONAL RISK ASSESSMENT (NRA) 2026 27 Agu 2026

- BNN HADIRI PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H TINGKAT NASIONAL 27 Agu 2026
