Berkat kerjasama yang baik antara BNN dengan Kementerian Hukum dan HAM, petugas berhasil mengungkap kasus tindak pidana Narkoba dan pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka berinisial SM. SM merupakan narapidana Lapas Tanjung Gusta, Medan yang diduga kuat berperan sebagai pengendali Narkoba dari balik jeruji besi. Guna penyidikan lebih lanjut, hari ini dilakukan serah terima tersangka SM oleh pihak Lapas Tanjung Gusta kepada BNN.Pengungkapan kasus ini berawal dari terungkapnya jaringan peredaran Narkoba yang terjadi di Manggarai, Jakarta Pusat. Saat itu seorang wanita berinisial AC hendak mengantar Narkotika jenis sabu seberat 2.609,9 gram, yang disembunyikan di dalam guling, kepada tersangka lain berinisial M.Petugas melakukancontroldeliverydengan membuntuti M yang ternyata datang bersama dengan suaminya berinisial A. Pengembangan terus dilakukan, berdasarkan keterangan kedua tersangka barang tersebut akan diserahkan kepada seorang WN Afrika berinisial NL alias F yang kemudian berhasil dibekuk petugas ketika hendak melarikan diri dari lokasi penangkapan.Selain itu, petugas juga melakukan pengembangan terhadap terangka AC. Dari hasil pengembangan, petugas mendapatkan tersangka berinisial J alias B, WN Kamerun yang merupakan suami dari tersangka AC. Dari tangan J alias B Petugas menemukan adanya tindak pidana pembuatan uang palsu. Petugas mengamankan barang bukti berupa material kertas uang palsu U$D sebanyak ± 2 dus dan beberapa cairan kimia yang diduga sebagi bahan pengolah uang palsu tersebut. BNN terus melakukan mengembangkan dan berhasil mengungkap otak dibalik penyelundupan sabu yang di lakukan AC. Ia adalah ON (Warga Negara Nigeria) yang kini mendekam di Lapas Batu, Nusakambangan. Dari hasil analisis intelejen, ON diduga kuat menerima aliran dana dari hasil tindak pidana Narkotika yang dikendalikan tersangka SM dari balik Lapas Tanjung Gusta, Medan.SM mendekam di penjara karena terbukti menjadi otak dari tindak penyelundupan 2.993 gram heroin dan 497 gram shabu yang terjadi di Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjung Balai pada Jumat 29 April 2011 lalu. SM ditangkap Petugas Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara ditempat persembunyiannya di Komplek Karawaci, Tangerang pada Rabu 04 Mei 2011.Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus peredaran gelap Narkoba dan tindak pencucian uang tersebut.HUMAS BNN
Siaran Pers
PENGEMBANGAN KASUS LAPAS TANJUNG GUSTA, MEDAN
Terkini
-
BNN DAN POLRI PERKUAT KERJA SAMA DENGAN ONCB THAILAND, BIDIK JARINGAN NARKOTIKA DI ASIA TENGGARA 05 Nov 2026 -
BNN RAIH JUARA 3 DALAM ANUGERAH REKSA BANDHA 2026 05 Nov 2026 -
BNN Perkuat Pemutakhiran Data Kawasan Rawan Narkoba melalui Pengukuran IKRN Tahun 2026 Berbasis Website 04 Nov 2026 -
BNN GELAR PELATIHAN UTC 19 BAGI PETUGAS KESEHATAN 04 Nov 2026 -
DUA ANGGOTA BPK RI RESMI DILANTIK, INSPEKTUR UTAMA BNN RI TURUT HADIR 03 Nov 2026 -
BNN BEKALI SISWA SMPIT INSAN MANDIRI DENGAN LITERASI NARKOBA DAN KETAHANAN DIRI 03 Nov 2026 -
122 HEKTARE LAHAN GANJA DIMUSNAHKAN, BNN DAN POLRI PUTUS RANTAI PASOK NARKOTIKA 02 Nov 2026
Populer
- PERKUAT KEBIJAKAN REHABILITASI BERBASIS BUKTI, BNN GELAR BIMTEK PENGISIAN INTAN IBM TAHUN 2026 07 Okt 2026

- PEJABAT UTAMA BNN RI IKUTI ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DI ISTANA NEGARA 07 Okt 2026

- TUJUH K/L GELAR RAPAT KOORDINASI PENANGANAN OVERCAPACITY LAPAS 06 Okt 2026

- BNN PERKUAT PEMANTAUAN PEMULIHAN MELALUI REKONSILIASI DATA REHABILITASI 06 Okt 2026

- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026

- BNN GELAR UJI SERTIFIKASI KONSELOR ADIKSI 07 Okt 2026
