UnggulanBerita UtamaSekretariat Utama

Penanggulangan Pencegahan Narkoba Di Tengah Pandemi

Penanggulangan Pencegahan Narkoba Di Tengah Pandemi
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID, Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Komjen Pol. Heru Winarko menjadi pembicara pada acara Power Breakfast yang diadakan oleh Radio Elshinta, Senin (23/11). Dalam acara ini ia menjelaskan tentang bagaimana menjalankan gaya hidup sehat dan permasalahan narkoba yang terjadi saat ini.

Kepala BNN mengungkapkan bahwa di tengah pandemi yang terjadi saat ini tidak dapat memaksimalkan untuk datang ke publik, untuk itu BNN memanfaatkan platform-platform baru dan juga melalui media sosial dalam melakukan sosialisasi bagi masyarakat.

“saat ini juga kita sedang mengadakan lomba untuk membuat film dengan bahasa daerah, ini diadakan juga untuk melestarikan bahasa daerah, menarik dan banyak yang lucu-lucu,” ujar Heru.

Terkait aktifitas sehari-hari, Heru menjelaskan bahwa lingkungan menjadi pengaruh dalam pola hidup sehat. Selain menjaga pola makan tentunya disertai dengan olahraga yang teratur. Karena dengan jiwa yang sehat dapat mengambil segala keputusan yang sehat pula.

“Memang lingkungan juga menjadi pengaruh, sedari kecil senang olahraga dan juga untuk makanan vegetarian, saya bergaul dengan teman-teman yang vegetarian, kita harus enjoy dalam menjalaninya. Sore hari disempatkan untuk berolah raga lari dan main band. Dengan kita berolahraga dan selalu sehat kita dapat mengambil keputusan yang sehat,” ujar kepala BNN

Sementara itu, untuk permasalahan narkoba yang terjadi saat ini Kepala BNN juga menjelaskan bahwa saat ini langkah-langkah yang dilakukan BNN saat ini sedang membangun kerjasama dengan Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) untuk maping tahanan narkotika yang menjadi bandar-bandar narkoba untuk dapat dimutasi ke Nusa Kambangan supaya dapat benar-benar diawasi dan dikontrol dengan baik agar tidak terjadi penyimpangan di Lapas.

“kita maping bandar-bandar yang ada di Lapas dan kita lakukan kerjasama dengan Ditjen Lapas untuk dimutasi ke Nusa Kambangan untuk benar-benar dimitigasi. Mungkin awalnya ada crowd tapi harus secara smooth untuk memindahkan ke Nusa Kambangan supaya benar-benar kita awasi agar terkontrol dengan baik dan kita lakukan assessment memilih-milih mana yang hanya pengguna, pengedar dan bandar agar tepat sasaran,” ungkapnya.

Perlunya pemahaman secara persepsi karena banyak dari pengguna yang lebih memilih untuk masuk penjara daripada rehabilitasi, karena bebasnya menggunakan narkoba dan penyalah guna tidak ingin merasakan menderita saat proses rehabilitasi itu sendiri. Setiap penyalah guna yang tertangkap wajib menjalani rehabilitasi di tempat rehabilitasi pemerintah bukan di rehabilitasi swasta agar tidak terjadi penyimpngan. Saat ini BNN sudah lakukan sertifikasi bagi para konselor, dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang profesional agar mereka dapat pulihkan masyarakat yang ingin pulih dari ketergantungan narkoba.

“Memang pengguna di indonesia menarik, saat ini kita sudah menurunkan prevalensi pengguna narkoba dari 2,4% sekitar 4,6 juta jiwa bisa diturunkan menjadi 1,8 % sekitar 3,5 juta jiwa. Lebih dari 1 juta jiwa bisa dipulihkan, seperti kita ketahui bahwa masyarakat tidak bisa sembuh dari narkoba tapi dipulihkan,” pungkasnya.

Saat ini BNN mengupayakan untuk daerah rawan narkoba dialihkan dari bisnis narkoba menjadi bisnis yang halal. Oleh karena itu, BNN memberikan pelatihan life skill kepada masyarakat di daerah rawan tersebut agar dapat beralih dengan mata pencaharian baru dan hasil dari keterampilan dapat dipasarkan ke masyarakat luas melalui toko online yang dimiliki oleh BNN dan juga kerjasama dengan pemerintah daerah.

Di beberapa wilayah Aceh sudah dilakukan replanting atau alih fungsi lahan yang dikelola oleh warga menjadi tanaman kopi dan jagung. BNN juga sudah musnahkan ladang ganja, dan mengungkap peredaran ganja kering dengan total seberat 30-60 ton yang berhasil diungkap pada tahun ini. Begitu juga dengan sabu, BNN lakukan penangkapan dengan mengungkap jaringan-jaringannya. Selain itu, bentuk kerjasama yang telah dilakukan adalah dilakukannya latihan gabungan operasi dengan Bea & Cukai, TNI, dan PolAir menggunakan 11 kapal yang disebar di beberapa wilayah perairan Indonesia dan mendeteksi dengan alat baru yang dimiliki oleh BNN.

Pada akhir wawancara, Kepala BNN menyampaikan bahwa segala bentuk penyalahgunaan Narkoba tergantung dari masyarakat itu sendiri, dan yang terpenting adalah peran keluarga harus dapat menjaga anggota keluarga yang lainnya. BNN juga menyediakan layanan di portal BNN yang bernama BOSS (BNN One Stop Service), dimana masyarakat dapat menggunakan berbagai layanan yang disediakan dan berkoordinsi langsung dengan BNN. Kerjasama tentunya sangat penting karena BNN tidak sendirian, diharapkan dapat bersama-sama dengan masyarakat untuk lakukan upaya P4GN. (FNY)

Biro Humas dan Protokol BNN RI
#hidup100persen

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel