Berangkat dari filosofi sapu lidi ―di mana kondisinya menghendaki adanya kesatuan, keutuhan, dan keserasian agar ia berfungsi sebagaimana mestinya― maka begitu pula dalam hal Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Sinergisme segenap lapisan masyarakat adalah hal pokok yang harus ditumbuh-kembangkan dan dipelihara. Pengikatnya, yaitu orang-orang terpilih yang dibentuk, dididik, dan dilatih menjadi kader. Rabu, 09 Oktober 2013 bertempat di Al-Kenzie Convention Hall, BNN Kab. Kuningan melalui Seksi Pencegahan membentuk 100 kader penyuluh antinarkoba. Jumlah tersebut dapat dirinci menjadi: (1)60 orang kader berasal dari lingkungan kerja instansi pemerintah, mencakup pengawas & guru bimbingan/konseling (BK) tingkat SMA se-Kab. Kuningan, serta (2)40 kader dari unsur mahasiswa STKIP Muhammadiyah, Kuningan. Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala BNN Kab. Kuningan, Guruh Irawan Zulkarnaen, S.STP., M.Si. Empowering yang diberikan pada tataran kognitif (pengetahuan) kader adalah Pemantapan Pemahaman UU No.35/2009 ―yang salah satu pokoknya membawa kita kepada perubahan stigma yang lalu menuju pemahaman bahwa pecandu merupakan korban. Materi ini disampaikan oleh Juju Junaedi (Penyuluh BNN Kab. Kuningan). Kedua, Pemahaman Narkoba dipandang lewat Kacamata Medis yang disampaikan oleh perempuan dokter di RSUD 45 Kuningan, dr. Hj. Sopi Sopiawati. Melalui pemaparan materi-materi tersebut, para kader diharapkan memeroleh informasi yang benar sehingga dapat menyebarluaskannya dengan penuh tanggung jawab. Di samping kedua materi di atas, para kader diberi keterampilan Character Building dan Motivasi yang diasuh oleh Dr. Ayus Ahmad Yusuf, M.Si, akademisi UIN Syekh Nurjati, Cirebon. Pelatihan ini diperlukan guna menunjang fungsi kader yang sedianya dapat (1)mendeteksi dini adanya penyalahgunaan narkoba, (2) memberikan pendekatan dan treatment yang tepat, serta (3)memotivasi anak didik, teman, dan lingkungan sekitar untuk menjalani pola hidup sehat tanpa narkoba. Kompetensi kader yang diharapkan muncul adalah kepribadian yang unggul, inovatif, komunikatif, berkarakter kuat, dapat menjadi teladan, aktif, serta dapat menjadi inspirator gerakan hidup sehat bagi lingkungan sekitarnya. Kerentanan penyalahgunaan narkoba pada kalangan pelajar dan mahasiswa menguatkan satu hal, bahwa peranan kader yang dibentuk pada hari ini sudah lama ditunggu-tunggu masyarakat. Terlebih, kader yang dibentuk pada hari ini memiliki latar belakang strategis dalam upaya P4GN. Sebagai pihak yang fokus pada penanganan permasalahan pelajar di sekolah, guru BK memegang peranan penting sehingga menjadi partner yang tepat bagi BNN. Sementara mahasiswa tidak kalah pentingnya dalam memegang peranan sebagai kader penyuluh antinarkoba. Sebagai agent of change, mahasiswa tak hanya bergerak di dalam lingkungan kampus, tetapi seringkali terjun dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hingga saat ini, total kader penyuluh yang dibentuk mencapai jumlah 460 orang kader dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan pegawai instansi swasta atau pemerintah. Ke depan, BNN Kab. Kuningan akan terus mendorong munculnya subjek-subjek penyuluhan antinarkoba potensial.Selanjutnya, kegiatan Pembentukan Kader Penyuluh Antinarkoba ini disambung dengan kegiatan Advokasi P4GN Tentang Implementasi Inpres No.12/2011 yang diselenggarakan pada Kamis, 10 Oktober 2013 di titik lokasi yang sama. Sasaran peserta kegiatan ini adalah elemen instansi swasta di Kab. Kuningan berjumlah 40 orang dari 10 instansi swasta, yakni (1)PDAM, (2)PDAU, (3)Yogya, (4)Surya, dan (5)Terbit Toserba, serta (6)Prima Resort, (7)Grage, (8)Tirta, (9)Linggarjati, dan (10)Ayong Hotel. Materi yang disampaikan, yaitu: (1)Sosialisasi UU No. 35/2009 (Kepala BNN Kab. Kuningan), (2)Bahaya Narkoba dari Aspek Medis (dr. H. Deni Mustafa), serta (3)Pola Edar dan Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba di Kab. Kuningan (Sat Narkoba Polres Kuningan). Acara ini dihadiri dan dibuka oleh Drs. H. Dadang Supardan., M.Si selaku Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kab. Kuningan. Kondisi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah sangat membahayakan kehidupan bangsa. Korbannya mencapai 4,8 juta jiwa di tengah minimnya tempat rehabilitasi. Oleh karena itu, upaya memagari generasi muda dan masyarakat yang belum tersentuh narkoba menjadi prioritas BNN. Tentunya, bersama dengan keterlibatan semua pihak.
Berita Utama
Pembentukan Kader Penyuluh Antinarkoba dan Advokasi P4GN Tentang Implementasi Inpres No.12/2011
Terkini
-
WASPADA NARKOBA DI LINGKUNGAN PESANTREN, KEPALA BNN RI EDUKASI SIVITAS AKADEMIKA UMMUL QURO 29 Nov 2025 -
PERJANJIAN KERJA SAMA DIPERBARUI: BNN PASTIKAN DISTRIBUSI OUP MENGANDUNG NARKOTIKA TETAP TERKENDALI 28 Nov 2025 -
DUKUNG PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN NASIONAL, SESTAMA BNN RI HADIRI PENUTUPAN PKN TINGKAT I TAHUN 2025 28 Nov 2025 -
Lanjutan Rapat Penyusunan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Inspektorat Utama BNN T.A 2026 28 Nov 2025 -
Inspektorat Utama BNN Laksanakan Rapat Persiapan Pemeriksaan Interim BPK RI atas Laporan Keuangan BNN Tahun 2025 28 Nov 2025 -
HASIL AKHIR SELEKSI TERBUKA PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA BNN T.A. 2025 27 Nov 2025 -
BNN DAN KEMENDIKDASMEN BERSINERGI: KURIKULUM ANTINARKOBA “IKAN BERSINAR” SIAP MASUK SEKOLAH MULAI PAUD HINGGA SMA 27 Nov 2025
Populer
- KEPALA BNN RI RAIH TANDA KEHORMATAN BINTANG BHAYANGKARA PRATAMA DARI KAPOLRI 11 Nov 2025

- GANDENG PEMERINTAH FEDERASI RUSIA, BNN TINGKATKAN PROFESIONALISME PENEGAKAN HUKUM NARKOTIKA 11 Nov 2025

- BNN SIAPKAN FIGUR BERINTEGRITAS DAN KOMPETEN LEWAT PENILAIAN KOMPETENSI JPT MADYA 2025 13 Nov 2025

- SATU KORPS MERAH PUTIH, KEPALA BNN RI HADIRI PEMUSNAHAN BARANG BUKTI NARKOBA BERSAMA PRESIDEN RI 30 Okt 2025

- PELUNCURAN PROGRAM “JAGA JAKARTA TANPA NARKOBA” AKSI KOLABORASI UNTUK INDONESIA BERSINAR 30 Okt 2025

- KEPALA BNN RI TEKANKAN PERAN MASYARAKAT SIPIL DALAM PENCEGAHAN KEJAHATAN MELALUI SEMINAR LCKI DKI JAKARTA 13 Nov 2025

- KEPALA BNN RI HADIRI MUNAS PB ISSI TAHUN 2025 31 Okt 2025
