Jakarta – Kamis (3/7), Badan Narkotika Nasional kembali melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak pidana narkotika. Pemusnahan barang bukti ini merupakan yang ke 15 kalinya sepanjang tahun 2014. Barang bukti yang dimusnahkan berupa 1.895,6 gram sabu dan 880 butir ekstasi. Sebelumnya petugas menyisihkan 15 gram sabu dan 33 butir ekstasi guna pembuktian perkara di persidangan, uji laboratorium, Diklat dan Iptek. Seluruh barang bukti ini merupakan hasil dari pengungkapan kasus penyelundupan Narkoba yang dilakukan oleh oknum petugas Kantor Pos Makassar. Total barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1.910,6 gram sabu dan 913 butir ekstasi.Karir DI selama 26 tahun bekerja di Kantor Pos Makassar, harus berakhir karena keterlibatannya dalam jaringan sindikat Narkotika. Petugas BNN mengamankan DI di Kantor Pos Area X Jl. AP Petterani, Makassar, Jumat (6/6), karena kedapatan menerima sebuah paket kiriman dari Jakarta yang diketahui berisi narkotika. Terungkapnya kasus tersebut berawal dari kecurigaan petugas Bandara Soekarno Hatta terhadap sebuah paket kiriman atas nama Hasanah yang ditujukan kepada DI di Kantor Pos Area X, Makassar. Hasil penangkapan awal diketahui paket Narkoba yang diterima DI berisi 913 butir ekstasi. Pria yang bekerja di bagian Ritel dan Properti ini mengaku diperintah oleh He (DPO) di Jakarta untuk menerima paket kiriman tersebut. Dari pengakuannya, paket itu akan diserahkan kepada pria berinisial Sy di sebuah minimarket di kawasan Veteran Utara, Makassar. Petugas kemudian mengamankan Sy. Kepada petugas, pengangguran yang kerap berjudi sambung ayam ini mengaku mendapat perintah dari tetangganya, C als B, yang kini buron. Dari hasil pengembangan, diketahui DI akan kembali menerima paket kiriman Narkotika dari Jakarta. Petugas berhasil menemukan jejak pengiriman paket tersebut dengan nomor resi 13538830379 dan 13538830366. Setelah dilakukan pemeriksaan, pada paket tersebut ditemukan 20 bungkus plastik bening berisi Narkotika Golongan I jenis sabu Kristal seberat 1.910,6 gram. Ini bukan pertama kali DI terlibat dalam aksi penyelundupan Narkotika. Tercatat DI telah menerima sekitar 8 paket serupa dengan total upah yang didapat sebesar ± Rp 23 juta. Merasa pekerjaan sampingannya ini tak membawa bencana, DI terus terlibat dalam aksi penyelundupan Narkoba hingga akhirnya petugas memboyongnya ke Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur.Atas perbuatannya Di dan Sy terancam pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal seumur hidup. Sementara C dan He, hingga kini masih dalam pengejaran petugas.
Siaran Pers
OKNUM PETUGAS KANTOR POS, TERLIBAT JARINGAN NARKOTIKA
Terkini
-
AKHIRI PADEL TOURNAMENT PIALA BERSINAR 2026, KEPALA BNN RI DORONG GENERASI MUDA HIDUP SEHAT 04 Mei 2026 -
LAGA ANTAR K/L DALAM PADEL TOURNAMENT PIALA BERSINAR 2026, BUKTI NYATA SINERGITAS DUKUNG P4GN 04 Mei 2026 -
PEMAIN INTERNASIONAL MERIAHKAN HARI KEDUA PADEL TOURNAMENT PIALA BERSINAR 2026 03 Mei 2026 -
ANAK-ANAK RAMAIKAN PADEL TOURNAMENT PIALA BERSINAR 2026, WUJUD NYATA ANANDA BERSINAR 01 Mei 2026 -
PADEL TOURNAMENT PIALA BERSINAR 2026: SEMANGAT ANANDA BERSINAR UNTUK GENERASI EMAS 2045 01 Mei 2026 -
BNN PERKUAT KOLABORASI P4GN DENGAN PANI DAN GNB 01 Mei 2026 -
BNN DAN NCID MALAYSIA PERKUAT KERJA SAMA, FOKUS TANGANI ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA 29 Apr 2026
Populer
- SINERGI BNN–BPHN, PARALEGAL DISIAPKAN JADI GARDA DEPAN P4GN DI DESA 05 Apr 2026

- BNN DESAK PENGUATAN KEWENANGAN DAN NOMENKLATUR LEMBAGA DALAM RUU NARKOTIKA BARU 08 Apr 2026

- BNN DAN RUSIA PERKUAT KAPASITAS PENEGAKAN HUKUM HADAPI KEJAHATAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA 07 Apr 2026

- BNN TERIMA KUNJUNGAN PESERTA P4N LEMHANAS RI DARI ENAM NEGARA SAHABAT 06 Apr 2026

- PERLUAS JANGKAUAN LAYANAN, BNN SINERGIKAN FASILITATOR P4GN DAN POSBANKUM KEMENKUM 09 Apr 2026

- BNN-BNPT PERKUAT KOORDINASI, ANTISIPASI ANCAMAN NARKOTIKA DAN TERORISME 09 Apr 2026

- BNN DAN KEMENTERIAN IMIPAS OPTIMALKAN SINERGI P4GN 09 Apr 2026
