UnggulanBerita UtamaSekretariat Utama

Ngopi Bersama, Bahas TAT dan APS Untuk Selamatkan Anak Bangsa

Ngopi Bersama, Bahas TAT dan APS Untuk Selamatkan Anak Bangsa
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BNN.GO.ID, Jakarta – Upaya penanganan penyalah guna narkoba membutuhkan keberanian dan komitmen yang kuat serta hati nurani, agar mereka ditangani dengan proporsional melalui rehabilitasi. Untuk bermuara hingga ke rehabilitasi, sebuah terobosan sudah digulirkan yaitu adanya proses asemen oleh Tim Asemen Terpadu (TAT) hingga Acara Pemeriksaan Singkat (APS) dengan harapan, penanganannya lebih cepat dan lebih efektif.

Dalam rangka memaksimalkan TAT dan APS, BNN menggelar kegiatan coffee morning dengan tajuk “Sinergitas Penegak Hukum Dalam Rangka Pelaksanaan TAT dan APS”, bertempat di Kantor BNN RI, Selasa (24/11).

Kedua isu di atas menjadi bahasan penting dalam kegiatan yang dihadiri oleh Criminal Justice System (CJR) dari Polda Metro, Kejaksaan Tinggi, dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Dalam kesempatan ini, Kepala BNN RI, Drs. Heru Winarko, S.H. menggarisbawahi bahwa asesmen terpadu terhadap tersangka penyalah guna narkoba sangat penting untuk diimplementasikan. Menurutnya, jika asesmen berjalan dengan baik, maka tidak akan banyak penyalah guna narkoba yang bermuara di penjara. Melalui TAT, bisa dipilah mana yang termasuk kategori bandar, pengedar atau murni penyalah guna narkoba.

Dalam pandangan Kepala BNN, TAT sudah berjalan dengan baik di DKI Jakarta. Berdasarkan data dari BNNP DKI Jakarta, TAT pada tahun ini telah menangani 86 orang, yang mana hal ini melebihi target yang dibebankan yaitu sebanyak 70 orang.

Kepala BNN RI menambakan, bahwa selain mencegah over kapasitas, TAT juga bisa menggali banyak informasi kaitannya dalam pengungkapan jaringan. Dengan informasi tersebut, tim bisa mengetahui narkoba masuk dari mana saja sehingga bisa berguna untuk pengembangan kasus.

Hal lain yang perlu untuk diimplementasikan dengan segera yaitu Acara Pemeriksaan Singkat (APS) dengan harapan, para penyalah guna narkoba yang terbukti bukan bagian dari jaringan bisa diproses hukumnya secara singkat dan efektif serta mendapatkan putusan rehabilitasi.

“Pada intinya, kita harus menaruh simpati pada generasi muda, agar jangan sampai pendidikannya hancur, karena kasus narkoba,” imbuh Kepala BNN RI di hadapan para pejabat dari CJR wilayah DKI Jakarta.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Sarjono Turin, S.H.,M.H setuju 100 persen dengan pelaksanaan TAT dan APS untuk kasus penyalahgunaan narkoba dengan pasal murni 127. Ia mendorong agar tidak ragu untuk menerapkan pasal 127 murni, dengan catatan harus sesuai dengan ketentuannya. Apabila dilakukan dengan selektif dan tepat sasaran maka hal itu akan meminimalisir tindakan transaksional.

Menyambung hal tersebut, Plt Deputi Rehabilitasi BNN, dr. Budiyono, MARS mengingatkan para aparat penegak hukum khususnya penyidik, agar setelah melakukan penangkapan terhadap tersangka penyalah guna narkoba, maka segera diserahkan ke TAT agar mencegah peluang terjadinya transaksional. Perlu untuk diatensi juga bahwa, TAT yang profesional berada di BNN, sehingga rekomendasi yang dihasilkan valid.

Menanggapi hal demikian, Hakim Tinggi dari Pengadilan Tinggi Jakarta, DR Yahya Syams, mendukung sepenuhnya TAT dan APS. Ia menyatakan dengan tegas bahwa rehabilitasi itu pantas diberikan kepada penyalah guna narkoba juga sesuai dengan kriterianya. Dalam waktu dekat, pihaknya akan lebih menguatkan koordinasinya dengan pengadilan negeri se DKI Jakarta, tentang program TAT dan APS. (BK)

*Biro Humas dan Protokol BNN RI*
#hidup100persen

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel