Artikel

MANTAN PETANI GANJA BINAAN BNNP ACEH, PANEN PERDANA

Oleh 06 Mei 2013Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

BANDA ACEH, Mantan petani ganja binaan Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh yang bermukim di Gampong Tanjung Beuridi, Darussalam dan Pulo Harapan, Kecamatan Peusangan Selatan, melakukan panen perdana tanaman pisang, Senin (22/4/2013).Panen perdana Program Alternative Development Perdesaan (ADP) dilakukan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Drs. H. Saidan Nafi, SH.M.Hum bersama Wakil Bupati Bireuen, Drs. Muhktar Abda dan didampingi Kepala BNN Kabupaten Bireuen, Drs Agussalim serta Muspika Kecamatan Peusangan Selatan.Sebelum panen perdana diawali dengan acara peusijuk (tepung tawar) oleh Imam Mesjid Babul Falah Tanjong Beuridi Tgk. Mudasir. Acara peusijuk sempat hening saat Imam Mesjid membacakan doa keselamatan dan rasa syukur atas kesuksesan program ADP di Kabupaten Bireuen.Program Alternative Development Perdesaan, dilakukan dalam demensi keterpaduan, dimana mereka selain mendapatkan pemberdayaan modal kerja juga mendapatkan modal manusia (human capital) melalui pelatihan-pelatihan skill sebelum mereka melakukan usaha alih fungsi lahan pertanian mereka.Di kawasan ini terdapat 25 hektar lahan dan merupakan salah satu program percontohan BNN di Indonesia. Kita harapkan dengan adanya bantuan ini, petani yang sebelumya menanam ganja, dapat beralih fungsi dengan penanaman karet sebagai tanaman tua dan tanaman pisang sebagai tumpang sari pisangnya, katanya.Adapun luas areal yang diberdayakan Program Alternative Development Perdesaan pada tahun 2012 berkisar seluas 25 hektar dengan melibatkan sebanyak 25 orang petani dan masing petani mendapatkan 1 hektar lahan. Para petani binaan BNNP Aceh, selain mendapatkan bantuan bibit, para patani juga dibantu pupuk, obat-obatan, dan baiaya pembersihan lahan serta jadup selama setahun.Kepala BNNP Aceh, Drs. H. Saidan Nafi, SH.Hum mengatakan, pada tahun 2012 BNNP telah melaksanakan Program Alternatif Development Perdesaan di tiga gampong yang rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba meliputi gampong Tanjung Beuridi, Darussalam dan Pulo Harapan Kecamatan Peusangan Kabupaten Biereuen.Pelaksanaan ProgramAlternative Development Perdesaan merupakan program alih fungsi lahan bekas penanaman ganja menjadi lahan petanian produktif dan legal sebagai wujud dari pelaksanaan Program Pencegahan dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoka (P4GN) dalam rangka penurunan jumlah lahan ganja di Provinsi Aceh.Sebelumnya kawasan tersebut merupakan lahan yang ditanami tanaman ganja oleh para pemiliknya. Hal tersebut berdasarkan hasil assessment yang dilakukan oleh BNN Provinsi Aceh bersama tim dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.BNN Provinsi Aceh juga melibatkan Instansi Pemerintah lain, Lembaga Penegak Hukum terkait serta elemen-lemen masyarakat, termasuk Pemerintah Gampong, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat dan Organisasi masyarakat lainnya.Alhamdulillah atas sumbangan pikiran dan dukungan dari berbagai pihak, program ADP 2012 telah mengambil tema; Melalui Program Alternative Development Perdesaan, Tabina Ekonomi Masyarakat, Tabangun Aceh Tanpa Narkoba.Dalam acara panen perdana tanaman pisang sebagai tanaman tumpang sari dari tanaman karet Program Alternative Developmen Perdesaan, Kepala BNNP Aceh Drs. H. Saidan Nafi, SH.Hum mengatakan, narkoba adalah ancaman kemanusian yang harus diperangi bersama-sama, karena kejahatan Narkoba bisa membinasakan manusia baik individu, keluarga, masyarakat bahkan sebuah bangsa.Oleh karena itu kejahatan Narkoba harus diberantas dan diperlukan perhatian serta tindakan yang sungguh-sungguh dari semua pihak, baik Pemerintah maupun seluruh elemen bangsa. Hal ini sebagaimana diamanatkan oleh Inpres No. 12 Tahun 2011,ujarnya.Pemkab Bireuen, Siap Dukung BNNSementara itu, Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Muhktar Abda, M.Si mengaku, sangat mendukung program ADP yang telah dilakukan BNNP di Kabupaten Bireuen. Ini merupakan langkah awal dalam membantu masyarakat yang selama ini menamam ganja. Kalau kita lihat hasilnya luar biasa. Lebih baik sedikit uang, daripada uang banyak tapi selalu jantungan. Artinya, jual ganja memang banyak uang, tetapi selalu dalam keadaan ketakutan.Wakil Bupati Bireuen, Mukhtar Abda menyebutkan, dinas pertanian dan dinas perkebunan siap membantu dan bekerjasama dengan BNN, khususnya BNNP Aceh untuk keberlanjutan program ADP dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat dikawasan yang rawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.Menanam Ganja; Tidak pernah menjadi kami kaya..!Husaini Alamsyah, ketua kelompok tani di Tanjong Beuridi yang juga mantan penanam ganja mengaku, sangat bahagia dengan perhatian yang telah diberikan oleh BNN Provinsi Aceh.Kami selama ini telah diperalat oleh orang tertentu, untuk kepentingan nafsu mereka saja. Ketika menanam ganja hidup saya tidak teratur, selalu was-was dikejar aparat dan rasa curiga selalu ada setiap ada tamu baru yang datang ke gampongnya. Selama saya menanam ganja, tidak pernah menjadi kaya.Ini salah satu anugerah kepada saya. Dulu, saya menanam ganja hanya karena tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga. Tapi sekarang, saya bersyukur dengan adanya bantuan ini. Sebab, saya dapat membantu keluarga dengan cara yang baik, saya ingin menyekolahkan anak-anak saya dengan uang yang halal, ujar Husaini Alamsyah, terharu.(*/sa)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel