BNN, Myanmar. a. Hasil Pelaksanaan ASOD Ke-241) Waktu dan tempat : Yangon, Myanmar , 14-15 Oktober 20032) Peserta Delegasi :a) Seluruh peserta ASOD terdiri dari 101 orang berasal dari perwakilan 10 Negara Asean, UNODC, Asean Secretariat dan Interpol/ICPO.b) Delegasi RI terdiri dari 23 orang dari 10 instansi anggota BNN, yang dipimpin oleh Brigjen Pol. Dr. Eddy Saparwoko, SpJp, MM, DFM.b. Hasil Pertemuan ASOD Ke-24Seluruh pertemuan berlangsung lancar dengan beberapa hal yang menonjol yaitu :1) Delegasi Thailand melaporkan hal menonjol yaitu berdasarkan Undang-Undangnya, Pemerintah Thailand menyediakan hadiah kepada Aparat Penegak Hukum maupun kepada Informan, dengan kriteria antara lain :a) Berhasil menyita heroin mendapat hadiah 10.000 Bath per kilogram dan menyita Amphetamine, mendapat hadiah 3 Bath per tablet. Dalam periode Perang Melawan Narkoba, hadiah tersebut diatas , ditambah bonus 35% dari dana Loterei Nasional.b) Bila petugas meninggal dalam tugas mengejar dan menangkap penjahat narkoba, maka keluarganya mendapat santunan sebesar 200.000 Bath dan 50.000 Bath tunjangan luka atau cedera. Dari NGO (Narcotic Control Foundation), menyediakan hadiah serta menanggung biaya hidup serta pendidikan untuk para anggotanya. c) Petugas dan Informan yang berhasil mengungkap tindak kejahatan money laundering yang berkaitan dengan Narkoba mendapat hadiah sebesar 40% dari asset yang disita (Petugas 25% dan Informan 15%).d) Di Malaysia dan Singapura perlakuan terhadap pecandu narkoba, berdasarkan Undang-Undang mereka, pecandu yang melaporkan diri atau tertangkap diperlakukan sebagai pasien, dan diberi pelayanan dan rehabilitasi, sampai dua kali, bila lebih dari dua kali diperlakukan sebagai penjahat.e) ASOD memusatkan perhatian kepada proyek-proyek bersama yang sulit mendapatkan dukungan dana, sehingga sebaiknya Proyek-Proyek ASOD dimerge kedalam Proyek ACCORD.f) Lemahnya ASEC menghambat peningkatan peran ASOD, sebaiknya dalam ASEC dibentuk lagi Narcotic Desk dan dalam setiap kegiatan SOMTC yang menyangkut penanggulangan illicit drug trafficking. Diharap dapat melibatkan ASOD.c. Hasil Kunjungan Ke Museum NarkobaMyanmar telah mempunyai Museum Nasional Narkoba yang berisikan sejarah perjalanan Narkoba di Myanmar, dampak buruk yang diakibatkan, jenis-jenis dan alat-alat Narkoba serta sejarah penanggulangannya yang semua itu bersifat sebagai pendukung bagi sistem informasi Narkoba di Myanmar.Merujuk hal tersebut kiranya pihak Indonesia (BNN) juga sangat berkepentingan untuk mendirikan Museum seperti ada di Myanmar, yang secara tidak langsung dapat mendukung program informasi P4GN.3. Dalam pertemuan Informal pada waktu rehat kopi antara Ketua Delegasi Republik Indonesia dan Ketua Delegasi Lao yaitu Mr. Linthong Phestsavan, beliau mengharapkan diadakannya pertemuan tindak lanjut terhadap MoU yang telah dibuat antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Lao. Pertemuan itu dapat dilaksanakan di Lao, dengan cara Indonesia mengirim surat ke Negara Lao Cq. Mr.Linthong Phetsavan (Head of The Parmanent Scretariat Lao National Commission for Drug Control and Supervision).Adapun hal-hal yang menurut pertimbangan Delegasi RI perlu dibicarakan adalah :a. Dari Kepentingan IndonesiaIndonesia menginginkan pengetahuan tentang alternative development dalam rangka antisipasi kultivasi ganja, untuk itu disarankan melibatkan Polri, Dep. Pertanian, Kementrian Kimpraswil dan Dep. Perindag untuk ikut serta dalam pembicaraan antara Indonesia (BNN) dan Lao.b. Dari Kepentingan LaoLao berkeinginan transfer of knowledge and training serta SOP hal-hal taktis dan teknis controlled delivery yang telah dilaksanakan di Indonesia.
Berita Utama
Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pertemuan ASOD Ke-24 Tanggal 14-15 Oktober Di Yangon Myanmar
Terkini
-
SESTAMA BNN RI HADIRI FORSES, PERKUAT SINERGI TATA KELOLA PEMERINTAHAN 26 Sep 2026 -
BNN PERKUAT SINERGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KAWASAN RAWAN NARKOBA LOMBOK TIMUR 25 Sep 2026 -
BNN DAN SRIKANDI PDDI SAMBUT HARI KESAKTIAN PANCASILA DENGAN DONOR DARAH 24 Sep 2026 -
BERIKAN KULIAH UMUM DI UNHAN, KEPALA BNN RI LINDUNGI GENERASI MUDA DEMI KEDAULATAN NEGARA 24 Sep 2026 -
BNN BERSAMA STAKEHOLDER PERKUAT PENANGANAN KAWASAN RAWAN NARKOBA DI KABUPATEN BOGOR 24 Sep 2026 -
BNN RI MUSNAHKAN BARANG BUKTI 12 KASUS NARKOTIKA, 25 TERSANGKA DIAMANKAN 23 Sep 2026 -
BNN JALANI PEMERIKSAAN KINERJA BPK, KAWAL OPTIMALISASI LAYANAN REHABILITASI 23 Sep 2026
Populer
- SUARAKAN PENCEGAHAN MELALUI SENI TRADISIONAL, BNNP JAWA BARAT SUKSES GELAR PENJURIAN PASANGGIRI AGUNG NGAWIH SINOM “NARKOBA MUSUH BANGSA” 04 Sep 2026

- WASPADA NARKOTIKA CAIR, BNN IMBAU PELARANGAN ROKOK ELEKTRIK DI LINGKUNGAN GARUDA INDONESIA 10 Sep 2026

- PELATIHAN USAI, BNN DORONG PENINGKATAN KOMPETENSI BERDAMPAK PADA KINERJA 04 Sep 2026

- IKR 2026 DISEMPURNAKAN, BNN PERKUAT PENGUKURAN KAPABILITAS LAYANAN REHABILITASI 03 Sep 2026

- KOMISI III DPR RI DUKUNG PENGUATAN ANGGARAN BNN HADAPI ANCAMAN NARKOTIKA 02 Sep 2026

- BNN DAN PPATK PERKUAT SINERGI HADAPI MER FATF 2029 10 Sep 2026

- PERKUAT KOMPETENSI SDM REHABILITASI, BNN BERIKAN PEMBEKALAN PRA UJI SERTIFIKASI BAGI CALON KONSELOR 05 Sep 2026
