
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Sulistyo Pudjo Hartono, bersama Tim Perpustakaan BNN melakukan kunjungan kerja ke Sentra Wyata Guna Bandung, Jawa Barat, Selasa(24/9).
Kunjungan yang dilakukan dalam rangka membahas upaya peningkatan layanan pro disabilitas guna mendukung program literasi inklusi sosial, serta penjajakan kerja sama antara BNN dan Sentra Wyata Guna ini disambut langsung oleh Kasubbag TU, Iis Lisnawati, Ketua Pokja Residensial, Vivin Harwati, dan Ketua Pokja Literasi, Irma Dwiandari.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol menekankan pentingnya pengetahuan tentang narkotika yang harus diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
“Pengetahuan tentang narkotika tidak hanya untuk sebagian orang, tapi untuk semua. Bahkan minimal keluarga yang memiliki anggota penyalahguna bisa memberi nasihat dan masukan, termasuk kepada anak-anak mereka,” ungkapnya.
Kepala Sub Bag. Sentra Wyata Guna, Iis Lisdawati menyambut baik rencana BNN dan menyatakan siap berkolaborasi dalam pembuatan buku panduan narkotika dalam format braille untuk tuna netra. Lebih lanjut dikatakan bahwa pihaknya berharap buku tersebut dapat direalisasikan pada tahun anggaran 2025 sebagai bagian dari program literasi inklusif.
“Saat ini, Kami Sentra Wyata Guna melayani penyandang tuna netra namun juga terbuka untuk melayani kalangan disabilitas lainnya. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan panduan yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan khusus penyandang disabilitas dalam memahami bahaya narkotika,” jelas Iis Lisdawati.
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol BNN juga menyampaikan bahwa selama ini Perpustakaan BNN belum memiliki percetakan buku khusus braille tentang narkotika. Namun, dengan adanya kolaborasi dengan Sentra Wyata Guna ini diharapkan kebutuhan akan buku tentang narkotika dalam format braille dapat terpenuhi.
“Dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkotika di masyarakat, ini (buku tentang narkotika) adalah pengetahuan umum yang sangat penting. Buku ini nantinya dapat menjadi panduan bagi teman-teman tuna netra untuk lebih memahami risiko dan dampak narkotika,” imbuh Kepala Biro Humas dan Protokol BNN.
Sebagai langkah awal, BNN berencana menyumbangkan sejumlah buku tentang narkotika yang akan dijadikan referensi untuk diterjemahkan ke dalam format braille. Selain itu, rencana untuk memperluas kerja sama dengan melibatkan layanan audio dan media digital seperti CD dan kaset juga dibahas dalam pertemuan ini. Hal ini dilakukan agar informasi tentang narkotika bisa diakses secara lebih mudah oleh penyandang disabilitas.
Selain menyediakan buku-buku dalam bentuk braille, diskusi juga mencakup pengadaan layanan baru, seperti deskripsi audio tentang bahaya narkotika yang dirancang untuk lebih mudah dipahami oleh tuna netra. Sentra Wyata Guna akan bekerja sama dengan ahli yang memahami kebutuhan khusus penyandang disabilitas dalam menjelaskan bentuk, bau, dan deskripsi lainnya terkait narkotika.
Kunjungan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dan menyusun Memorandum of Understanding (MoU) yang mengatur bentuk kolaborasi antara Sentra Wyata Guna dan Perpustakaan BNN, baik dalam hal percetakan buku braille maupun penyediaan layanan audio.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi tentang narkotika, sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi penyandang disabilitas di Indonesia
#indonesiabersinar
#indonesiadrugfree
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN