Berita Utama

KKN Mahasiswa UGM Peduli Bahaya Narkoba

Oleh 26 Agu 2013 Agustus 2nd, 2019 Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

KKN Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Unit Jawa Barat 02 menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis kepada pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat pada Rabu, (21/08/2013). Sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian mahasiswa KKN UGM dalam menghadapi permasalahan narkoba di Indonesia dewasa ini, melalui pengabdiannya di masyarakat menggelar Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada pelajar SMPN 1 Panawangan dengan menggandeng BNN Kabupaten Ciamis sebagai narasumber.Kegiatan tersebut merupakan bagian dari metoda dan media pembelajaran alternatif bagi siswa serta mengadakan berbagai kegiatan lainnya di masyarakat dalam rangka pembaharuan sumber daya manusia di wilayah kerja KKN.Sebagaimana disampaikan oleh Koordinator Mahasiswa Unit 02 Devita Nur Asri Pratiwi menjelaskan bahwa alasan mahasiswa UGM memilih KKN di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat adalah melihat kondisi Panawangan merupakan suatu desa yang memiliki infrastruktur yang maju akan tetapi pemanfaatan sumber daya manusianya belum maksimal, sehingga metoda pendekatan pembelajarannya adalah melalui pemberdayaan masyarakat.Adapun ide dari sosialisasi bahaya narkoba di SMPN 1 Panawangan, mengingat Kecamatan Panawangan merupakan daerah perbatasan antara Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, yang tidak menutup kemungkinan daerah perbatasan tersebut rawan dari peredaran narkoba. Sehingga masyarakat di wilayah tersebut dipandang perlu untuk diberikan sosialisasi bahaya narkoba dari BNN Kabupaten Ciamis, kata Nur. Sementara itu, Suhendi dari BNNK Ciamis menjelaskan dalam paparannya di hadapan para pelajar SMPN 1 Panawangan bahwa, remaja beresiko tinggi menyalahgunakan narkoba. Biasanya mereka mengosumsi narkoba karena dorongan ingin coba-coba, ditambah kondisi keluarga tidak harmonis, terpengaruh oleh ajakan teman sebaya, itulah pemicu individu remaja terjerumus ke narkoba, ungkap Suhendi.Di sinilan peran institusi pendidikan diuji. Khususnya pihak sekolah harus dapat memberikan pembinaan serta pengawasan yang ekstra terhadap anak didiknya.Sebagaimana kita maklumi bersama, bahwa lingkungan pendidikan merupakan lingkungan produktif untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, mampu bersaing, berdaya guna dan berhasil guna sehingga diharapkan dapat meraih masa depan yang gemilang, imbuh Suhendi.Masyarakat pendidikan di dalamnya terdapat generasi penerus bangsa yang harus dapat mempertanggungjawabkan dirinya sendiri demi kemajuan bangsanya sendiri, sehingga mempunyai daya tangkal terhadap segala ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sesuai dengan program pemerintah melalui Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba(P4GN) demi terciptanya lingkungan pendidikan terbebas dari ancaman narkoba.

Baca juga:  3,8 kg Sabu Dari Sindikat Nigeria Gagal Edar

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel