
BNN.GO.ID – Jakarta, Kepala BNN RI, Dr. Petrus Reinhard Golose menghadiri kegiatan pembukaan Courtesy Meeting dan on-site Visit Mutual Evaluation Review (MER) Financial Action Task Force (FATF), di Gedung Mandiri Club, Jakarta, Senin (18/7).
Kehadiran delegasi FATF (organisasi anti pencucian uang tingkat global) di Indonesia adalah untuk melakukan penilaian atau kajian terhadap komitmen kepatuhan Indonesia dalam mencegah tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Dalam pembukaan kegiatan ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P. menyampaikan sambutannya melalui daring. Dalam sambutannya, Menkopolhukam mengatakan, bahwa pemerintah telah menunjukkan komitmennya dengan melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Oleh karena itulah, kegiatan kajian evaluasi dari tim FATF pada kementerian dan lembaga terkait mulai tanggal 18 Juli hingga 4 Agustus 2022 ini menjadi momentum penting dalam mengatasi masalah pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Melalui Mutual Evaluation Review dari FATF, Menkopolhukam mengharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan dampak yang positif dalam upaya penanggulangan pencucian uang dan pendanaan terorisme, sekaligus berharap agar Indonesia menjadi anggota tetap FATF.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) RI, Ivan Yustiavandana mengungkapkan pihaknya sebagai focal point telah berjuang dengan kementerian dan lembaga mitra dalam upaya pemberantasan TPPU.
Sementara itu, perwakilan dari Sekretariat FATF, yaitu Ashish Kumar memberikan apresiasi terhadap komitmen politik Indonesia dalam upaya penanggulangan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Menurutnya, pelibatan kementerian dan lembaga secara aktif merupakan hal yang positif.
Menurut Kumar, kegiatan yang dilakukan oleh pihaknya selama beberapa waktu ke depan bukan untuk melakukan audit atau mencari kesalahan, namun untuk mempelajari roadmap di berbagai bidang. Pihaknya juga akan mengkaji laporan secara objektif. Dari hasil kajian yang dilakukan pihaknya juga akan memberikan berbagai masukan yang bisa menjadi acuan untuk menanggulangi berbagai tantangan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Biro Humas Dan Protokol BNN
Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn