Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBerita SatkerBidang Rehabilitasi

Kepala BNN RI: Banyaknya Jaringan Yang Ditangkap Dan Barang Bukti Yang Disita Bukan Ukuran Keberhasilan Penanganan Narkotika

Oleh 25 Jun 2024Juni 27th, 2024Tidak ada komentar
Kepala BNN RI: Banyaknya Jaringan Yang Ditangkap Dan Barang Bukti Yang Disita Bukan Ukuran Keberhasilan Penanganan Narkotika
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Dalam penanganan permasalahan narkotika, hal yang paling disorot dan menarik perhatian publik adalah yang berkaitan dengan pengungkapan sindikat jaringan narkotika dan sitaan barang bukti dalam jumlah yang besar. Semakin banyak jaringan sindikat narkotika yang ditangkap dan semakin besar jumlah sitaan barang bukti narkotika, publik menganggap permasalahan narkotika telah dapat tertangani dengan baik.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., dalam Keynote Speech-nya pada Sarasehan Rehabilitasi Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) yang digelar oleh Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, di The Premiere Hotel Pekanbaru, Riau, pada Selasa (25/6).

Lebih lanjut Kepala BNN RI menilai bahwa anggapan tersebut keliru. Menurutnya publik harus memahami permasalahan narkotika secara komprehensif atas berbagai dampak buruk yang menyertai kejahatan narkotika. Salah satunya adalah permasalahan korban penyalahgunaan narkotika yang terus berjatuhan.

Data penyalahgunaan narkotika secara global menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan. Menurut Data Laporan UNODC Tahun 2023, jumlah penyalahguna narkotika di dunia sekitar 296 juta orang atau setara dengan 5,8% penduduk dunia yang berusia 15-64 tahun.

Baca juga:  BNN RI Laksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kebijakan Kota Tanggap Ancaman Narkoba di Provinsi Jawa Barat

Di Indonesia, prevalensi penyalahguna narkotika tahun 2023 menyentuh angka 3,3 juta penduduk atau sebanyak 1,73% dari jumlah penduduk Indonesia. Dikatakan Kepala BNN RI, angka tersebut merupakan fenomena gunung es dan berpotensi meningkat 10 kali lipat lebih besar.

Oleh karena itu, intervensi rehabilitasi menjadi salah satu strategi kunci dalam penanganan permasalahan narkotika dalam hal pengurangan permintaan narkotika. Dengan mengoptimalkan upaya rehabilitasi, BNN meyakini angka penyalahgunaan narkotika dapat ditekan demi mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba.

#indonesiabersinar
#indonesiadrugfree
*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI*

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel