Istilah e-library (electronic library) menyiratkan makna elektronik sebagai kepanjangan dari huruf e sudah cukup lama digunakan di dunia kepustakawanan, seperti halnya istilah e-books (electronic books), dan e-journals(electronic journals). Istilah dalam bahasa Inggris lebih sering digunakan, dalam bahasa Indonesia untuk e-library, e-books dan e-journals yaitu perpustakaan elektronik, buku elektronik, dan jurnal elektronik. Konsep pengembangan e-library diartikan sebagai perpustakaan yang menyediakan informasi primer dan sekunder secara elektronis melalui jaringan komunikasi (communication network). Sedangkan layanan e-library secara luas didefinisikan sebagai layanan perpustakaan yang memungkinkan pengguna perpustakaan mengakses secara langsung informasi dan data elektronis melalui jejaring komunikasiDengan e-library memberi kesempatan kepada setiap orang, kapan saja dan dimana saja, untuk mengakses koleksi perpustakaan melalui Internet, tanpa harus secara fisik datang ke perpustakaan. E-library bertujuan untuk memberi keleluasaan mendapatkan sumberdaya informasi bentuk digital (digitized resources) secara elektronis melalui akses Internet, yang bisa diakses secara elektronis adalah hanya sumber informasi yang telah dialihmediakan dalam bentuk digital atau dari awal sudah berbentuk digital (born digital). Proses alihmedia bentuk tercetak menajadi bentuk digital memerlukan waktu, biaya, tenaga. Perlu juga diingat bahwa koleksi perpustakaan dalam format tercetak, umumnya dilindungi hak cipta. Tidak semua koleksi dapat dialihmediakan menjadi format digital, namun pengelolaan kegiatan perpustakaan mulai dari pengadaan, pengolahan, layanan yang meliputi layanan sirkulasi, layanan rujukan dapat dilakukan seara elektronis dengan menggunakan berbagai aplikasi TIK (Teknonologi Informasi dan Komunikasi) yang sesuai. E-library berkembang selaras dengan perkembangan TIK (Teknonologi Informasi dan Komunikasi) dan istilah lain yang sama adalah computerized library, automated library, digital library, web-based library dan juga virtual library. Dengan semakin meluasnya jaringan Internet, semakin tinggi kesempatan masyarakat untuk mengakses berbagai jenis informasi tingkat nasional, regional dan global. Setiap saat, dimana saja dan siapa saja dapat mengakses informasi digital dan menelusuri wahana penyimpan informasi yang tak berbatas (borderless) melalui jaringan Internet. Dengan e-library maka akan mempermudah pembaca dalam mengakses buku-buku yang sudah tersedia demi terwujudnya E-Government.Sedangkan e-government di Indonesia dipayungi oleh Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2003. Dalam Inpres tersebut dikemukakan beberapa pertimbangan yang melandasi perlunya ditetapkan Kebijakan dan Strategi Pengembangan E-government yang diharapkan dapat menjadi acuan untuk menerapkan e-government. Pertimbangan yang signifikan adalah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat serta potensi pemanfaatannya untuk pengelolaan informasi dalam skala besar dengan lebih cepat dan lebih akurat. Proses pemerintahan yang memanfaatkan TIK (E-government), akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good governance). Perpustakaan yang berada dalam struktur organisasi instansi pemerintah di Indonesia dikategorikan sebagai Perpustakaan Khusus diatur dalam UU no. 43/2007 tentang Perpustakaan. Badan Standarisasi Nasional (BSN) telah mengeluarkan Standar Nasional Indonesia yang mengatur tentang Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah (SNI 7496:2009). Dalam standar ini disebutkan bahwa perpustakaan khusus instansi pemerintah adalah perpustakaan yang dibentuk oleh lembaga pemerintah yang menangani atau mempunyai misi bidang tertentu dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan materi perpustakaan/informasi di lingkungannya dalam rangka mendukung pencapaian misi instansi induknya. Standar Nasional Indonesia tentang Perpustakaan Khusus Instansi Pemerintah dengan jelas mengakomodasi proses transformasi perpustakaan yang dikelola secara manual , menjadi perpustakaan elektronik (e-library), sesuai dengan kemampuan dan kesiapan perpustakaan. Sudah cukup banyak perpustakaan khusus instansi pemerintah di indonesia yang beralih menjadi perpustakaan elektronik. Peralihan dari perpustakaan tradisional (manual dan non-TIK) menjadi electronic library (e-library) umumnya dilakukan secara bertahap.
Berita Utama
Implementasi e-Library Dalam Mendukung Pelaksanaan e-Government
Terkini
-
BNN Perkuat Pemutakhiran Data Kawasan Rawan Narkoba melalui Pengukuran IKRN Tahun 2026 Berbasis Website 04 Nov 2026 -
BNN GELAR PELATIHAN UTC 19 BAGI PETUGAS KESEHATAN 04 Nov 2026 -
DUA ANGGOTA BPK RI RESMI DILANTIK, INSPEKTUR UTAMA BNN RI TURUT HADIR 03 Nov 2026 -
BNN BEKALI SISWA SMPIT INSAN MANDIRI DENGAN LITERASI NARKOBA DAN KETAHANAN DIRI 03 Nov 2026 -
122 HEKTARE LAHAN GANJA DIMUSNAHKAN, BNN DAN POLRI PUTUS RANTAI PASOK NARKOTIKA 02 Nov 2026 -
BNN Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kawasan Rawan Narkoba melalui Pelatihan Konten Kreator di Kabupaten Bogor 02 Nov 2026 -
TANPA PERLAWANAN BERARTI, TIM GABUNGAN GREBEK KAWASAN RAWAN KAMPUNG BAHARI 01 Nov 2026
Populer
- PERKUAT KEBIJAKAN REHABILITASI BERBASIS BUKTI, BNN GELAR BIMTEK PENGISIAN INTAN IBM TAHUN 2026 07 Okt 2026

- BNN EVALUASI CAPAIAN REHABILITASI BERKELANJUTAN TRIWULAN III TAHUN 2026 05 Okt 2026

- PEJABAT UTAMA BNN RI IKUTI ARAHAN PRESIDEN PRABOWO DI ISTANA NEGARA 07 Okt 2026

- TUJUH K/L GELAR RAPAT KOORDINASI PENANGANAN OVERCAPACITY LAPAS 06 Okt 2026

- BNN PERKUAT PEMANTAUAN PEMULIHAN MELALUI REKONSILIASI DATA REHABILITASI 06 Okt 2026

- DUKUNG PENANGANAN OVER KAPASITAS LAPAS, BNN SIAPKAN SKEMA REHABILITASI WARGA BINAAN 10 Okt 2026

- DIREKTORAT ADVOKASI BNN PERKUAT SINERGI P4GN DENGAN DINAS PENDIDIKAN SULAWESI UTARA 10 Okt 2026
