Skip to main content
Berita Utama

Forum Mubaligh Ciamis Gencar Sosialisasikan Bahaya Narkoba Pada Dunia Usaha

Oleh 10 Apr 2014Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Penyalahgunaan narkoba kian marak membuat para mubaligh atau alim ulama yang tergabung dalam Forum Mubaligh Ciamis (Formuci) tidak tinggal diam. Forum ini berupaya terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba melalui sinergi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Ciamis. Baru-baru ini, para tokoh agama ini memberikan tausiah atau siraman rohani yang fokus pada bahaya narkoba pada para pelaku home industry di Cikoneng, Ciamis. Kawasan Cikoneng, Kabupaten Ciamis dikenal dengan dunia usahanya yang terus dinamis dan tumbuh subur. Hingga saat ini, di kawasan ini, industri rumahan khususnya di bidang makanan, seperti kerupuk, macaroni dan aneka kue telah memiliki nilai dan daya jual yang tinggi. Bukan hanya di kawasan Ciamis tapi penjualannya sudah merambah ke sejumlah kota lainnya baik di Jawa Barat maupun Jawa Tengah.Potensi dunia usaha seperti ini bisa terus mengalami dinamika karena orang-orang di balik industri ini memegang teguh integritas, yang tercermin dalam disiplin dan kerja keras setiap pelaku usahanya. Di balik etos yang kuat tersebut pastinya didukung dengan mentalitas dan moralitas yang juga terjaga.Dengan maraknya penyalahgunaan narkoba yang kian mengkhawatirkan, tentunya pelaku usaha dan juga pemerintah daerah setempat pastinya cemas dan tak ingin orang-orang yang sudah komitmen dalam dunia usaha ini kehilangan produktivitasnya dalam bekerja gara-gara tercemar narkoba. Fakta memang telah berbicara, ketika seseorang sudah terkontaminasi narkoba, kecenderungan untuk malas-malasan sangat besar.Melihat situasi seperti ini, langkah preventif harus segera diambil, agar orang-orang yang saat ini belum menjadi korban narkoba, bisa kebal dan terampil untuk menolak atau bahkan memerangi penyalahgunaan dan peredarannya.Sebagai stakeholder dalam penanganan narkoba, BNN Kab. Ciamis perlu menggandeng figur para tokoh agama yang selama ini masih menjadi panutan kuat bagi umat islam di Ciamis untuk mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba dari sisi kajian reliji. Sementara itu, untuk membuka cakrawala dari segi bahaya atau dampak penyalahgunaannya, BNNK Ciamis juga berkewajiban untuk membuka cakrawala tentang masalah narkoba pada masyarakat.Untuk langkah awal dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan dunia usaha, BNNK Ciamis bersama Formuci memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba dari berbagai sudut pandang, kepada 50 pengusaha industry rumahan baru-baru ini di Aula Desa Gegempalan Cikoneng Ciamis. Kegiatan ini juga bisa berjalan dengan lancar dan baik berkat dukungan dari Kelompok Usaha Desa Gegempalan Kecamatan Cikoneng.Menanggapi kegiatan sosialisasi seperti ini, Camat Cikoneng, Dede Suparman menyampakan apresiasi terhadap kinerja BNN Kabupaten Ciamis yang dapat memberikan informasi bahaya narkoba sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya kelompok usaha Desa Gegempalan. Ia sangat berharap, dengan kegiatan ini, para pemilik industry rumahan kembali dapat mensosiaisasikan pemahaman tentan narkoba kepada para karyawannya, agar para karyawannya memiliki imunitas terhadap godaan narkoba. Mereka harus imun, jika tidak maka hal itu akan mempengaruhi produktivitas mereka, ungkap Dede.Sementara itu, dari sudut pandang agama, Ust. Yoyon Sofyan menghimbau pada para pelaku usaha agar senantiasa menanamkan ketakwaan sejak ini. Baginya, ketakwaan merupakan salah satu elemen penting dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba jelas sudah dilarang oleh Allah SWT melalui firmannya yang tersirat dalam dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah 195 dan 219, Al-Maidah 90, dan An-Nisa 29.Tingkatkan Peran SertaBNNK Ciamis mengharapkan ada tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi bahaya narkoba ini. Seperti diungkapkan oleh Deni Setiawan, Kepala Seksi Pencegahan BNNK Ciamis, pelaku usaha bisa memberikan peran serta yang nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.langkah awalnya, pelaku dunia usaha ini harus menanamkan komitmen yang tinggi terutama pimpinan di tempat kerja, dan begitu pun dengan karyawannya, agar dapat berperan serta dalam membangun dunia usaha yang bebas dari penyalahgunaan narkoba, tandas Deni. Agar lingkungan kerja tetap terjaga dan bersih dari penyalahgunaan narkoba, Deni menghimbau agar masing-masing individu dapat meningkatkan kepedulian dan saling mengawasi satu sama lainnya, agar dunia usaha tidak kecolongan dari penyalahgunaan narkoba.Jika memang pada akhirnya ada yang terkena narkoba, maka segeralah orang tersebut didorong agar menjalani pemulihan dengan cara rehabilitasi agar dapat produktif kembali, pungkasnya.

Baca juga:  The 45th Meeting Of HONLAP : Kultivasi Tanaman Narkotika Berdampak Pada Kerusakan Lingkungan

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel