
Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi menyelenggarakan rapat harmonisasi para stakeholder dalam operasionalisasi intervensi berbasis masyarakat (IBM), Kamis (15/9).
Rapat yang berlangsung di hotel Aston Imperial, Bekasi, tersebut mengundang para stakeholder seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDTT, tim asistensi IBM yang berasal dari BNNP, BNNK, akademisi, dan praktisi bidang rehabilitasi. Para peserta rapat tersebut hadir untuk membahas dua agenda utama yaitu hasil asistensi IBM serta sinergitas penguatan layanan IBM.
Direktur PLRKM BNN, dr. Amrita Devi, Sp.KJ., M.Si. dalam paparannya kembali menjelaskan konsep IBM yang merupakan program rehabilitasi dengan mengedepankan partisipasi masyarakat melalui agen pemulihan. Adapun tujuh tugas agen pemulihan disebutkan dr. Amrita antara lain melakukan sosialisasi, pemetaan, skrining, memberikan layanan pada klien, melakukan pemantauan, memberikan rujukan ke layanan Kesehatan maupun sosial, serta melibatkan para mantan pecandu narkoba dan masyarakat dalam memberikan dukungan.
Lebih lanjut Direktur PLRKM BNN tersebut juga menyampaikan mengenai inovasi dalam IBM tahun 2022. Inovasi tersebut berupa digitalisasi layanan informasi IBM dan digitalisasi panduan teknis pembinaan unit IBM bagi BNNP dan BNN Kota/Kabupaten.
“Digitalisasi layanan informasi IBM bertujuan sebagai media sosialisasi kepada masyarakat umum tentang rehabilitasi khususnya IBM, sementara digitalisasi panduan teknis pembinaan unit IBM sebagai pedoman bagi BNNP dan BNN Kota maupun Kabupaten dalam melakukan pembinaan bagi unit IBM dalam operasionalisasi,” ujar dr. Amrita Devi, Sp.KJ., M.Si.
Melalui inovasi dan rapat bersama dengan para stakeholder sebagaimana yang dilakukan pada hari ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dalam pelaksanaan IBM sehingga program ini dapat terus berkembang dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (bersih narkoba).
BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI