Berita UtamaBidang Pemberdayaan Masyarakat

Dilema Kampung Beting, Pontianak yang di cap sebagai daerah rawan Narkoba

Oleh 03 Sep 2019 September 4th, 2019 Tidak ada komentar
Dilema Kampung Beting, Pontianak yang di cap sebagai daerah rawan Narkoba
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Sebagai upaya dalam membangun kemandirian wirausaha program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, Badan Narkotika Nasional melalui Direktorat Pemberdayaan Alternatif Deputi Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan pemberdayaan alternatif berupa pengembangan kewirausahaan bagi masyarakat kawasan rawan narkoba.

Untuk pertama kalinya Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan kegiatan pengembangan kewirausahaan di Istana Kadriah, Pontianak Timur, lokasi ini biasa dikenal dengan nama Kampung Beting. Selasa (3/9). Kegiatan ini di hadiri langsung oleh Sultan IX Pontianak, Sultan Syarief Machmud Melvin Bin Sultan Syarief Abubakar Alkadrie beserta Ibu Ratu. Turut hadir pula Wakil Walikota Pontianak, Bahasan SH, Ka BNNP Kalimantan Barat, Brigjen Pol. Drs. Suyatmo, M.Si, dan seluruh pejabat daerah di Provinsi Pontianak.

Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah sebagai upaya memberikan pembekalan dalam membangun kemandirian wirausaha untuk meningkatkan peran serta masyarakat sehingga terbentuk sebuah kekuatan ekonomi mandiri yang timbul dari masyarakat untuk menciptakan untuk lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan masyarakat dan peredaran gelap narkoba, hal ini merupakan bentuk kepedulian, komitmen dan kesadaran yang tinggi untuk mengatasi permasalahan narkoba di wilayah yang rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, hal ini lah yang diungkapkan oleh Kepala BNNP Kalimantan Barat, Brigjen Pol Drs Suyatmo. M.Si sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini mewakili Deputi Pemberdayaan Masyarakat.

Baca juga:  Aset Bangsa, Pelajar Jadi Pelopor Anti Narkoba

“Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba hanya dapat ditolak oleh kekuatan masyarakat itu sendiri”, ujar Kepala BNNP. Beliau pun mengungkapkan bahwa munculnya narkoba jenis baru atau New Psychoactives Substances (NPS), turut menambah tantangan dalam upaya menanggulangi permasalahan narkoba. Salah satu NPS yang tumbuh subur di Kalimantan Barat adalah kratom yang banyak tersebar hingga ke wilayah seperti Sekadau, Putu Sibau, Sungau Ambawana, Sanggau Bengkayang, ketapang dan Melawi.

Sultan Syarief Machmud Melvin, mengungkapkan bahwa ibu-ibu disekitar Beting ini yang selalu berada dirumah, dapat menyalurkan dan mengembangkan keahlian hasil pelatihan ini sehingga perekonomian keluarga dapat meningkat dan diharapkan juga kepada Wakil Walikota Pontianak agar dapat menyiapkan tempat bagi hasil karya yang telah dihasilkan oleh para ibu-ibu ini.

Membalas pertanyaan dari Sultan Melvin, Wakil Walikota Pontianak, Bahasan SH menjawab kegiatan ini harus bekerjasama dengan Dinas Perdagangan khususnya UMKM center, sehingga hasil kerajinan yang telah dibuat oleh para warga Beting dapat tersalurkan dan terjual ke masyarakat luas. Beliau pun mengungkapkan bahwa sangat mengapresiai dan memberikan dukungan yang tinggi akan pelaksanaan kegiatan ini dan berharap kita semua dapat memberikan kenangan bagi pendiri Kalimantan Barat untuk memberantas penyalahgunaan narkoba.

Baca juga:  Pembinaan Fasilitator, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda di DKI Jakarta

Dalam sambutannya, Wakil Walikota mengatakan bahwa beliau merasa miris akan peredaran narkoba di wilayah beting karena merupakan wilayah perairan yang terhubung langsung dengan jalur laut.

Pembukaan kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan secara simbolis peralatan dan bahan fisik life Skill kepada salah satu peserta dan dilanjutkan dengan kegiatan pengembangan kewirausahaan oleh praktisi bidang kerajinan tangan/handycraft, ungkap drg. Indah.

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. :@infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

#Bersinar

#Stopnarkoba

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel