Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBerita SatkerBidang Rehabilitasi

Deputi Rehabilitasi BNN Terima Kunjungan Perwakilan UNODC

Deputi Rehabilitasi BNN Terima Kunjungan Perwakilan UNODC
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, dr. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D., menerima kunjungan Perwakilan United Nation On Drugs and Crime (UNODC), Dr Elizabeth Saenz, selaku Program Koordinator Seksi Pencegahan, Rawatan dan Rehabilitasi UNODC-Wina. Didampingi oleh perwakilan UNODC Indonesia, Surya Anaya, pertemuan singkat tersebut berlangsung di Ruang Kerja Deputi Bidang Rehabilitasi, Gedung BNN, Cawang, Jakarta, Senin (28/8).

Kehadiran UNODC-Wina bertujuan membahas permasalahan akses penggunaan obat-obatan yang masih sangat kurang walaupun telah diatur oleh badan pengawas obat-obatan internasional di beberapa negara industrial. Bahkan di beberapa negara maju, akses penggunaan beberapa obat-obatan terbilang masih sangat terbatas.

Milenium Development Goals (MDG) menyebutkan, negara berkembang harus menyediakan akses untuk penggunaan obat essensial, seperti penggunaan golongan opioid sebagai analgesik disamping penggunaan obat jenis lainnya. Kontrol penggunaan obat-obatan tersebut dilakukan pada beberapa kondisi seperti meredakan nyeri hebat, penanggulangan ketergantungan opioid, dan kompilkasi pada kandungan.

Sebelumnya diketahui UNODC akan melakukan pertemuan dengan Kementerian/Lembaga di Indonesia, termasuk BNN RI, terkait analisa kebijakan dan rantai pasukan penggunaan obat-obatan pada kepentingan medis. Dr. Elizabeth berharap pertemuan yang akan berlangsung di Yogyakata kedepan tersebut dapat membahas tentang kendala, dan Langkah strategis yang akan diambil untuk mempermudahkan akses layanan pengobatan obat-obatan golongan opioid.

Baca juga:  BNN RI Gelar Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Layanan Rehabilitasi Berkelanjutan

“Khususnya secara rasional, mulai dari pemangku kebijakan, pengawasan dan tindakan, praktisi, dan juga rehabilitasi bagi penyalahguna atau pengguna dalam jangka waktu lama”, imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Rehabilitasi BNN RI, dr. Riza Sarasvita, M.Si., MHS., Ph.D., menyampaikan terima kasih atas kehadiran perwakilan dari UNODC dan WHO. Dr. Riza mengatakan, BNN akan meningkatkan upayanya dalam memperluas akses pengunaan obat obatan medis. Sehingga kesenjangan akses penggunaan obat-obatan tidak terjadi.

Hal ini dikatakan, dapat dilakukan dengan meningkatkan kemampuan SDM kesehatan, dan dengan menambah akses ke obat-obatan penghilang rasa sakit dan layanan perawatan paliatif. Deputi Rehabilitasi BNN RI berpendapat kebanyakan kesenjangan perawatan yg terjadi terutama di negara maju, dikarenakan ketersediaan obat pereda nyeri yang tidak memadai, terutama analgesik opioid.

“Oleh karena itu, dengan menjamin adanya ketersediaan akses terhadap pengobatan yang memang diperlukan oleh orang-orang yang menderita, menghindarkan dari memanfaatkan pasar gelap untuk mendapatkan obat-obatan tersebut.” Tutup dr. Riza Sarasvita diakhir perbincangannya.

Biro Humas dan Protokol BNN RI

Baca juga:  Keputusan Indonesia Pada Pertemuan "2nd Topical Meeting Rekomendasi WHO - ECDD" Tentang Ganja

*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI*

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel