Skip to main content
Berita UtamaBerita Satker

BNN RI Wakili Indonesia pada Side Event Showcasing and Implementing the Asia-Pacific Common Position on Drugs of The VNGOC Asia-Pacific Working Group

Oleh 18 Mar 2023Maret 19th, 2023Tidak ada komentar
BNN RI Wakili Indonesia pada Side Event Showcasing and Implementing the Asia-Pacific Common Position on Drugs of The VNGOC Asia-Pacific Working Group
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Indonesia mendapat kesempatan menjadi salah satu pembicara dalam side event CND ke-66 yang bertajuk ” Showcasing and Implementing the Asia-Pacific Common Position on Drugs of the VNGOC Asia-Pacific Working Group”, Jumat, 17 Maret 2023. Pada side event yang diselenggarakan secara hybrid di sela-sela sidang CND ke-66 tersebut, dr. Amrita Devi, Sp.KJ., M.Si. Direktur Penguatan Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) BNN RI didaulat menjadi narasumber mewakili Indonesia bersama dengan perwakilan dari India, Pakistan Youth Organization, IDPC Thailand, dan Kharim khan Afridi Welfare Foundation (KKAWF).

Dalam kesempatan tersebut dr. Amrita Devi menyampaikan mengenai jumlah penyalahguna narkotika di Indonesia hingga strategi yang ditempuh BNN RI, khususnya dalam bidang rehabilitasi. Direktur Penguatan Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN RI tersebut menyampaikan telah terjadi penurunan angka prevalensi penyalahduna di pedesaan di Indonesia dari 1,7% menjadi 1,61% berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan BNN pada 2021.

Namun, hal tersebut betolak belakang dengan angka prevalensi penyalahguna narkotika yang di daerah perkotaan di Indonesia yang justru mengalami peningkatan di angka 2,23% dari sebelumnya 1,9%. Berbagai strategi dilakukan BNN RI dalam menurunkan angka prevalensi seperti soft power approach, hard power approach, smart power approach, dan kerja sama.

Baca juga:  Kepala BNN Terima Kunjungan Kababinkum TNI

Pada pendekatan soft power, BNN memberikan penekanan pada 3 bidang yaitu Pemberdayaan Masyarakat, Pencegahan, dan Rehabilitasi yang mana dalam menjalankan bidang ini BNN melibatkan partisipasi masyarakat. Program Intervensi Berbasis Masyarakat inilah yang menjadi salah satu langkah BNN dalam melakukan intervensi di bidang rehabilitasi terhadap penyalah guna narkoba yang dirancang dari masyarakat, untuk masyarakat, dan oleh masyarakat;

Menurut dr. Amrita Devi dengan adanya program intervensi berbasis masyarakat tersebut diharapkan dapat mendorong pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan umum.

Biro Humas dan Protokol BNN RI

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel