Skip to main content
UnggulanBerita UtamaBidang Hukum dan Kerjasama

BNN RI – AFP Gelar Social Media and Open-Source Intelligence Training (OSINT)

Dibaca: 108 Oleh 25 Jan 2022Januari 29th, 2022Tidak ada komentar
BNN RI Gelar Social Media and Open-Source Intelligence Training (OSINT)
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Indonesia merupakan salah satu negara pengguna internet terbesar di dunia. Hal ini dimanfaatkan oleh sindikat pengedar narkotika jaringan internasional sebagai media untuk memasarkan narkotika secara online. Untuk mengantisipasi modus perdagangan narkotika di internet, BNN RI saat ini telah mengintensifkan kerja sama dengan sejumlah negara lain, salah satunya adalah dengan Australia Federal Police (AFP).

Oleh karena itu, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia melalui Direktorat Kerjasama Internasional Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama BNN RI menggelar pelatihan Social Media and Open-Source Intelligence Training (OSINT) bagi para peserta yang terkait dalam bidang pemberantasan di lingkungan BNN RI yang dilaksanakan di Gedung Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN RI, Lido, Bogor.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 personil dari berbagai Direktorat dari Bidang Pemberantasan BNN RI dan digelar selama dua hari 25-26 Januari 2022. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen antara BNN RI dan AFP dalam rangka perang melawan narkoba (War On Drugs). Hadir sebagai narasumber dari Australian Federal Police (AFP) Jakarta, diantaranya adalah Mr. David Dalton, Mr. Peter Hancox, dan Mr. Daniel Stewart.

Baca juga:  Sejumlah Pejabat Utama BNN RI, Lakukan Korps Raport Kenaikan Pangkat Polri

Deputi Hukum dan Kerjasama BNN RI, Drs. Puji Sarwono, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya bagi AFP yang telah menyediakan waktunya untuk berbagi pengetahuan serta keterampilan bagi para Personel BNN RI terutama Analis Intelijen.

“Latihan ini sangat penting karena kita nanti diajarkan bagaimana mendeteksi permasalahan dan pengumpulan bukti-bukti yang berkaitan dengan masalah narkotika dan juga keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan investigasi online yang efektif menggunakan alat sumber terbuka seperti Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya,” ungkapnya.

Keberhasilan suatu pengungkapan kasus harus didukung oleh kemampuan penegakan hukum di lapangan dan data intelijen yang disiapkan oleh para analis. Pengumpulan data intelijen dilakukan dengan memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dengan meningkatkan teknologi intelijen dan pemutakhiran digital data. Ini merupakan salah satu strategi yang dilakukan BNN RI untuk mengatasi permasalahan narkotika yang disebut dengan Smart Power Approach.

Senada dengan hal tersebut, Mr. David Dalton, Australian Federal Police (AFP), menyampaikan rasa terimakasih karena diberikan kesempatan untuk mengadakan pelatihan ini. Pelatihan ini ditujukan untuk Analis Intelijen yang dapat menggunakan Open Source Software dan alat canggih untuk menemukan data pada berbagai platform media sosial di internet.

Baca juga:  BNN-LAN Persiapkan PKN Bertema Indonesia Bersinar

“Dengan senang hati kami berikan pelatihan Social Media and Open-Source Intelligence Training (OSINT) ini. Kami akan memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk penggunaan open source software dan juga alat-alat intelijen yang belum pernah digunakan maupun yang sudah digunakan,” pungkas Mr. Dalton.

Seperti kita ketahui bahwa kerja sama antara BNN RI dan Australian Federal Police (AFP) sudah terjalin sejak lama dan untuk menekan peredaran gelap narkoba lintas negara, beberapa waktu lalu telah dilakukan perpanjang MoU tepatnya tanggal 25 November 2021. Kerja sama ini menjadi penegasan kembali komitmen BNN RI dan AFP terhadap perang melawan narkoba (War On Drugs). (FNY)

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Instagram: @infobnn_ri
Twitter. : @infobnn
Facebook Fan page : @humas.bnn
YouTube: Humasnewsbnn

#WarOnDrugs
#IndonesiaBersinar

Terkait

Kirim Tanggapan

made with passion and dedication by Vicky Ezra Imanuel