Berita Utama

BNN Pacu Profesionalitas Konselor Adiksi

Dibaca: 21 Oleh 14 Okt 2014Agustus 2nd, 2019Tidak ada komentar
Badan Narkotika Nasional
#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Konselor adiksi memiliki peran yang sangat vital dalam mendorong pemulihan pecandu narkoba. Profesionalitas dan kompetensi konselor sangat penting untuk ditingkatkan mengingat tantangan ke depan yang dihadapi juga sangat tinggi.Menghadapi dinamika yang ada, Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (PLRKM) Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, memberikan pembekalan pada 27 konselor yang berasal dari berbagai lembaga rehabilitasi adiksi berbasis masyarakat dari seluruh Indonesia, berupa kurikulum 3 dan 8, Senin (13/10), di Jakarta.Direktur PLRKM BNN, dr Budyo Prasetyo mengatakan dalam kurikulum 3, para konselor akan mendapatkan materi tentang penanganan gangguan mental dan gangguan medis berupa penyakit penyerta dari penyalahgunaan narkoba, sedangkan dalam kurikulum 8, konselor akan diberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang etika profesional dalam penanganan masalah adiksi.Pada dasarnya, para konselor itu sudah melakukan banyak hal termasuk penanganan medis dan gangguan kejiwaan hingga etika penanganan adiksi, namun dengan pendalaman materi kali ini, diharapkan akan lebih memantapkan keterampilan para konselor secara lebih terkonsep dalam penanganan klien pecandu narkoba, imbuh dr Budyo.Dengan pelatihan ini, Direktur PLRKM berharap akan muncul konselor-konselor handal dalam jumlah yang lebih besar sehingga ideal dengan klien pecandu narkoba yang jumlahnya besar di negeri ini. Idealnya kita butuh paling tidak 110 ribu orang konselor yang terlatih dengan profesionalitas yang tinggi, ujar dr Budyo.Menanggapi kegiatan peningkatan kompetensi konselor adiksi berupa kurikulum 3 dan 8 ini, Mozes dari Yayasan Doulos Makassar, mengaku sangat antusias karena menurutnya materi yang diberikan tersebut dapat menjadi acuan yang terstandar dalam menjalankan tugasnya sebagai konselor di Doulos.Dalam kurikulum ini nantinya akan dibahas secara mendalam tentang bagaimana cara menghadapi klien yang terkait gangguan mental, sehingga tambahan ilmu dari kurikulum ini sangat membantu kami, karena faktanya kami pasti menghadapi klien yang menghadapi gangguan mental, imbuh Mozes. Di tempatnya bekerja, Mozes mengatakan ada sembilan klien pecandu narkoba sekaligus mengalami gangguan kejiwaan.Mozes berharap dengan pelatihan ini, para konselor nantinya akan lebih professional dan handal sehingga bisa memberikan layanan lebih maksimal sehingga dapat mengakselerasi pemulihan kliennya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel